Ambil Bekasku, Mbak!

Ambil Bekasku, Mbak!
Perhatian Saka


__ADS_3

"Rasya, kamu tidak apa-apa kan? Tubuh mu tidak ada yang terluka? Apa saja yang sudah mama mu lakukan saat aku tidak ada." Saka menelisik seluruh tubuh istri nya hingga memutari tubuh wanita itu. Dia sangat takut ibu mertuanya menyakiti sang istri.


Selama beberapa bulan tinggal bersama mereka, Saka sudah tahu bagaimana sikap Santi ketika marah pada Rasya. Dia tak akan segan untuk melukai fisik putri nya dengan tangan nya sendiri. Terkadang Saka bertanya-tanya, apakah benar Rasya adalah putri kandung mereka atau bukan melihat bagaimana perlakuan buruk mereka selama ini. Terlebih, perbandingan kasih sayang yang diberikan pada Rania dan Rasya membuat orang yang melihat nya pasti akan melek dan sangat faham perbedaan antara langit dan bumi itu.


Namun dulu Saka juga tak memiliki wewenang apapun untuk menyelidiki karena status nya hanya lah sebagai kakak ipar. Tetapi sekarang, setelah Saka resmi menjadi suami Rasya. Sepertinya tak ada salahnya juga untuk mencari tahu tentang keluarga yang super absurd itu. Dia tak mau Rasya terus-terusan menderita dengan kelakuan manusia yang diakui dunia sebagai orang tua kandung nya namun bersikap sangat kejam.

__ADS_1


Bukan perlakuan kejam itu saja yang membuat Rasya menderita, namun status nya yang sebagai orang tua kandung namun mampu bersikap keji itu lah yang semakin membuat batin Rasya tersiksa. Andai kedua orang itu benar lah bukan orang tua kandung Rasya, maka secepatnya Saka akan memutus hubungan antara mereka. Karena Saka juga tak akan sudi mengakui mereka sebagai keluarga.


"Rasya, lebih baik kamu tidak perlu mendengarkan semua perkataan nya. Mama mu hanya ingin membuat mu terpuruk dengan kata-kata buruk nya." Saka benar-benar dengan keadaan sang istri. Bukan hanya keadaan fisik, melainkan juga mental sang istri. Dia takut istri nya tak akan kuat menahan perlakuan keji orang tuanya hingga membuat nya stres karena pemikiran itu.


"Aku tidak apa-apa, Saka. Kenapa kamu se khawatir itu? Selama ini aku sudah terbiasa mendapatkan perlakuan buruk dari mama dan papa. Jadi aku tidak akan sakit hati, karena hati ku sudah terlanjur mati untuk mereka." Bohong, meski bibirnya mengatakan sudah tak sakit hati, tapi nyata nya dia begitu terluka dan semakin kecewa pada mama nya. Datang kesini bukan untuk mengunjungi dan menanyakan keadaan nya, namun justru mengajak kembali agar bisa dimanfaatkan mereka. Sungguh miris hidup Rasya mendapatkan orang tua seperti itu.

__ADS_1


Rasya sudah tak bisa berkata-kata lagi, dia membekap mulut agar tak menimbulkan suara saat matanya meneteskan air mata. Dia segera menghambur ke pelukan Saka, merasa sangat terharu dengan semua perkataan nya yang membuat dirinya begitu berarti dihatinya sehingga tak tahan untuk menahan tangis.


"Saka," Panggil Rasya lirih dengan suara serak nya.


"Ya, Rasya. Tumpahkan semua masalah mu di pundak ku. Aku akan mendengar semua isi hati mu. Boleh pura-pura kuat, tapi jangan didepan ku. Kau hanya perlu menunjukkan kekuatan mu didepan semua orang, tapi tunjukkan kelemahan mu didepan ku karena aku yang akan menguatkan mu." Lagi, sekali lagi Saka menguatkan istri nya. Sungguh perkataan Saka ini berhasil membuat hati Rasya sejuk seperti tersiram air es di waktu kepanasan.

__ADS_1


Rasya merasa bersyukur karena akhirnya menemukan bahu yang benar-benar bisa bersandar di waktu lelahnya.


__ADS_2