
Suasana di suatu ballroom tampak begitu mewah dan meriah. Seluruh tamu undangan sedang menyaksikan beberapa acara hiburan malam ini.
Tuan Bambang masih terus memperhatikan pintu masuk menunggu seseorang yang sejak tadi ditunggu nya.
Setelah seminggu kematian rekayasa Rasya, Tuan Bambang mengadakan pesta besar-besaran untuk acara pertemuan para kolega bisnis sekaligus pernikahan Saka dan Putri Delima. Tentu Saka tak mengetahui rencana ini, Tuan Bambang sengaja ingin memberi kejutan pada cucu nya agar tak bisa menolak jika permintaan itu dilakukan dihadapan semua orang. Tuan Bambang hanya mengatakan malam ini adalah acara pemberian hak waris nya dihadapan semua orang agar Saka datang.
Dan kali ini dia sedang harap-harap cemas menunggu kedatangan sang cucu, takut Saka tak datang meskipun sudah berjanji akan hadir.
"Apa dia belum datang juga?" Bisik Tuan Bambang pada seorang bodyguard.
__ADS_1
"Masih dalam perjalanan, Tuan. Sebentar lagi Tuan muda Saka pasti segera datang." Sahutnya. Setelah melihat Tuan Scarlett dan Putri Delima datang menggunakan gaun luar biasa indahnya, Bodyguard itu menjauh untuk memberi akses mereka bicara.
"Dimana Andreas, Tuan?" Tanya Tuan Scarlett merasa tak faham dengan ide Tuan Bambang yang bahkan tak mempertemukan dua orang yang akan menikah lebih dulu, tetapi justru langsung akan diadakan akad.
"Dia masih dalam perjalanan, Tuan. Mungkin dia sedikit nerveus. Maklum, sudah sangat lama dia memuja kecantikan Putri Anda, dan sekarang apa yang diinginkan nya terwujud." Bohong nya memberi ulasan senyum, membuat Tuan Scarlett ikut tersenyum.
"Anda benar, saya jadi teringat dengan pernikahan sendiri. Pasti Andreas juga sedang menata hati nya yang tak karuan." Sahutnya diiringi tawa. Putri Delima yang sejak tadi mendengarkan pun ikut tersenyum, dia sudah sangat tidak sabar bertemu Saka. Pria tampan yang sudah menempati hatinya semenjak Tuan Bambang menunjukkan foto itu.
Hampir menunggu selama setengah jam, akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba didampingi beberapa pengawal nya.
__ADS_1
Suara riuh dan tepuk tangan memenuhi seisi ballroom. Semua orang menatap kagum kedatangan Saka yang terlihat sangat tampan namun tetap berwibawa. Setelan jas mahal yang membalut tubuh tubuh atletis semakin membuat aura ketampanan nya bertambah berkali-kali lipat.
Banyak diantara kaum wanita menjerit melihat ketampanan nya yang sayangnya sudah memiliki calon.
"Selamat datang, Saka. Kakek sudah sangat menunggu mu," Tuan Bambang menepuk bahu Saka dengan ekspresi wajah menyiratkan seakan-akan menegaskan bahwa dia terlambat datang.
Saka tak memperdulikan ekspresi kakek nya, dia bahkan sengaja berpura-pura tak melihat orang yang ada di samping kakek nya yaitu Tuan Scarlett dan Putri nya.
Sedangkan putri Delima sekuat mungkin menggigit bibir bawahnya yang berusaha ingin menyapa Saka. Namun melihat wajah dingin pria itu membuat nya mengurungkan niat. Dia berusaha menahan rasa itu, karena yang terpenting tidak membutuhkan waktu lama lagi Saka akan resmi menjadi suami nya.
__ADS_1
"Andreas, Ternyata kau memang bukan hanya pandai dalam mengelola bisnis, tetapi kau juga sangat tampan seperti yang di ceritakan kakek mu." Tuan Scarlett menepuk bahu Saka, membuat nya memalingkan tatapan kearah pria paruh baya itu. Saka tetap menampilkan senyum meski sebenarnya dia sangat geram dengan orang-orang yang ada di ruangan ini.