Ambil Bekasku, Mbak!

Ambil Bekasku, Mbak!
Kebingungan


__ADS_3

Sidang pertama telah usai, namun sama sekali tak membuat Saka merasa tenang.


Saat prediksi nya hanya dialah satu-satunya yang menjadi keluarga dari ayah dan ibu nya, nyatanya dia salah besar. Ketika dia menyetujui untuk berdamai, tanpa diduga, kakak kandung dari sang ibu hadir di persidangan sebagai saksi.


Pria itu menunjukkan identitas nya yang memang adik kandung sang ibu dan mengatakan ingin menuntut Tuan Bambang dan tak ingin berdamai.


Saka semakin bertanya-tanya siapa orang dibalik laporan pidana kakek nya karena sampai saat ini, identitas orang yang menjadi pelapor masih dirahasiakan.

__ADS_1


Saka dan pengacara nya kembali ke kediaman untuk memikirkan langkah selanjutnya yang akan mereka hadapi di persidangan selanjutnya. Jika dia tak bisa membebaskan sang kakek, minimal nya dia bisa mengurangi hukuman itu.


Tetapi, bila dia tak bisa berbuat apa-apa maka kemungkinan terburuk nya sang kakek akan mendapatkan pidana mati atau hukuman seumur hidup. Dan bila masih diberi keberuntungan, bisa jadi hanya mendapatkan hukuman maksimal 20 tahun penjara.


Namun, balik lagi. Umur manusia tak ada yang bisa mengetahui sampai kapan dia bernafas. Melihat kakeknya yang terlampau usia, tak menutup kemungkinan bahwa umur nya sudah tak selama itu. Dan itu pula yang membuat Saka sangsi. Dia tak yakin kakek nya masih bisa menghirup udara bebas setelah masa penahanan selesai bila tak mendapatkan keringanan.


Rahang Saka terlihat mengetat, urat-urat nya menegang dalam sekejap. Namun segera ia kembali normalkan ekspresi itu karena tak ingin terbawa emosi. "Apa kau benar-benar tak sanggup menghadapi kasus ini? Bukan kah kau sudah menjadi pengacara keluarga kami sejak lama?" Sebisa mungkin Saka mengatur nada bicara nya karena tak ingin membuat pria dihadapan nya mengetahui dia sedang menahan amarah.

__ADS_1


"Ya, Tuan. Saya memang sudah menjadi pengacara keluarga Wijaya sejak lama, tapi untuk kali ini sebelumnya saya mohon maaf, seperti nya saya tidak sanggup untuk menyelamatkan Tuan Bambang untuk terbebas dari tuntutan. Kesalahan nya kali ini sangat lah fatal, apalagi semua bukti sudah mengarah padanya, terlebih orang di belakang saudara ibu Anda seperti nya bukan lah orang biasa." Memang itu lah yang dipikirkan pria itu sejak tadi.


Seseorang yang mampu menguak kasus dua puluh tahun silam dengan begitu rinci bahkan tak meninggalkan satu bukti pun yang tak didapat, sedang bukti-bukti itu sudah dilenyapkan Tuan Bambang sejak lama. Itu menandakan orang dibaliknya bukan lah orang biasa. Pastinya memiliki koneksi kuat serta kekuasaan raksasa sehingga mampu membuat semuanya berjalan mulus.


"Tapi bukan berarti kau menyerah, kita bisa mencari bantuan dari pengacara lain untuk membantu menangani kasus kakek. Aku tetap tidak ingin menyerah sebelum palu pengadilan berbunyi untuk terakhir kali."


Januar yang menjadi pengacara keluarga Wijaya itu diam mencerna perkataan Saka. Memang sebenarnya dia sudah memikirkan untuk mencari bantuan pengacara lain, tapi memang seperti nya hanya akan sia-sia. Semua bukti sudah mengarah padanya, Tuan Bambang hanya bisa mencari pembelaan dengan cara berkelit dan bersilat lidah agar bisa meringankan hukuman.

__ADS_1


__ADS_2