
Akhirnya, keduanya sampai di kota Jakarta pada dini hari. Entah keanehan apa yang membuat Rasya tak menginginkan perjalanan udara, hingga mau tak mau mereka melakukan perjalanan darat dan memakan waktu sekitar 8 jam.
Saka menggendong istri nya ke rumah yang telah disiapkan untuk sementara waktu, Rasya sudah tertidur pulas sejak beberapa jam yang lalu. Bahkan meski Saka memindahkan tubuh nya dari mobil ke gendongan pun masih tak ada pergerakan. Seperti nya memang Rasya sangat kelelahan sampai-sampai tak menyadari mereka telah sampai.
Sampai di kamar, Saka segera membaringkan tubuh istri nya di ranjang dengan penuh kelembutan seperti sebuah kaca yang mudah pecah. "Have a nice dream, Sayang." Saka mencium kening sang istri setelah menyelimuti seluruh tubuh nya.
Dia segera bangkit dari sana lalu menuju kamar mandi. Tubuh nya sudah sangat lengket setelah seharian ini tak mandi. Bahkan setelah pertempuran melelahkan mereka sebelum melakukan perjalanan, karena memang hawa di sana yang teramat dingin membuat sepasang suami istri itu lebih memilih tidak mandiri meskipun tubuh mereka dibanjiri keringat.
"Hah ... segarnya," Saka menggumam. Akhirnya dia merasakan kesegaran yang teramat, seluruh permukaan kulit nya sangat fresh dan lega. Akhirnya seluruh keringat nya berhasil menjauh dari kulit nya setelah di sapu menggunakan sabun mandi.
__ADS_1
.
.
.
Di tempat yang berbeda, Tuan Bambang sedang sibuk mengontrol persiapan menyambut kedatangan Saka. Dia sudah merencanakan sesuatu yang akan membuat Saka syok, namun tanpa disadari bahwa apa yang dilakukan nya sudah diketahui lebih dulu oleh Saka karena yang menjadi anak buahnya justru berpihak pada nya.
Tuan Bambang tahu tidak lama lagi Saka akan tiba di sini, dia bahkan sudah menyewa beberapa orang untuk membacakan doa di depan patung Rasya yang di tutup jarik sebagai antisipasi bila Saka datang lebih awal.
__ADS_1
Bahkan dia dan para pengawal nya sudah berpakaian hitam persis seperti orang kemalangan.
Dan rencana nya, setelah kematian palsu Rasya ini, Tuan Bambang akan segera menjodohkan nya dengan Putri Tuan Scarlett, Delima. Dia merasa Saka sangat cocok bila menikah dengan wanita itu, bukan hanya cocok, lebih tepatnya keluarga nya semakin dikenal ke seluruh penjuru bila menikah dengan Tuan putri Scarlett.
"Setelah ini kau tak bisa menolak keinginan kakek lagi, Saka." Gumam Tuan Bambang dengan seringai tipis dibibir nya.
"Boy, kapan Saka sampai disini?" Tanya Tuan Bambang pada pengawal bernama Boy. Dia benar-benar sudah tak sabar dengan kejutan yang akan diberikan cucu nya yang sudah disiapkan jauh-jauh hari.
Bahkan demi membuat patung replika Rasya, dia tak segan mengeluarkan uang dengan jumlah fantastis.
__ADS_1
Bagi nya, kehilangan uang banyak tidak apa-apa bila itu untuk nama baik keluarga, karena memang tujuan hidup ny adalah bisa mencapai pangkat serta jabatan tertinggi di negara ini.
Sebenernya tuan Bambang pernah magang menjadi calon presiden, namun seperti nya dewi fortuna belum berpihak pada nya, dia mengalami kekalahan dengan jumlah voting selisih sedikit dengan lawan. Namun tidak apa-apa, seperti nya memang kakek Saka belum layak menjadi presiden.