Ambil Bekasku, Mbak!

Ambil Bekasku, Mbak!
Penangkapan


__ADS_3

Krakk!


"Aarrkkhh...!" Pria itu membuka mulut nya lebar-lebar, menjerit keras kala tangan yang menjadi kebanggaan nya dipelintir keras oleh sosok tak berhati di depannya, mungkin tulang nya sudah patah.


"Apa yang kalian lakukan?! Aku tidak memiliki urusan apapun dengan kalian!" Teriaknya, tubuhnya masih berusaha meronta-ronta meski dia tahu pemberontakan nya tak akan membuahkan apa-apa.


"Kau memang tidak memiliki urusan dengan kami, tapi kau memiliki urusan dengan bos kami," Katanya sambil menyeringai lebar.


Pria berbadan kekar itu menyilangkan kedua tangan nya yang baru saja mematahkan tangan milik pria didepan nya yang sedang terikat tak berdaya hingga memperlihatkan otot-ototnya yang menonjol.


"Katakan, siapa yang menyuruh kalian!"


"Hehehe ... rupanya kau masih tetap berisik. Aku kira dengan memberi mu sedikit hadiah pada tangan jelek mu, kau akan diam. Ternyata kau masih belum puas dengan hadiah ku,"


krek, krek,

__ADS_1


Pria itu meregangkan otot-ototnya, membuat Teguh menegang. Baru saja tangan nya dipatahkan, tak mungkin dia menginginkan lagi.


"Sebenarnya siapa yang menyuruh kalian? sebelumnya aku tidak pernah memiliki musuh, aku yakin kau pasti salah menangkap orang." Tutur nya dengan nada rendah. Sungguh, Teguh sangat ketakutan melihat wajah seram orang didepannya.


"Lepaskan aku! Kenapa aku dibawa kesini? Apa kalian tak tahu siapa aku?!"


Jelas Teguh sayup-sayup mendengar suara istrinya berteriak keras yang semakin lama semakin jelas.


Brakk.


"Aaahh..!" Tubuh Santi terhuyung ke lantai saat dua orang yang menyeretnya tiba-tiba mendorong tubuhnya sangat keras.


"Mas Teguh?" Begitu pula dengan Santi. Dia juga tak kalah terkejutnya melihat suaminya yang ternyata sudah lebih dulu berada di ruangan ini.


Dalam sepersekian detik, keduanya saling tatap dengan ekspresi wajah berbeda-beda.

__ADS_1


"Kenapa kau juga berada di sini?" Tanya Santi tak habis pikir. Padahal dia kira, dirinya diculik hanya untuk dijadikan sandera kemudian suami nya yang akan menebus dengan sejumlah uang, nyatanya perkiraan nya salah. Tentu itu semakin membuat Santi penasaran.


"Sebenarnya apa tujuan kalian menyekap kami?!" Teguh kembali berbicara keras seraya menatap tajam orang didepan nya.


"Apa kau sangat penasaran siapa bos kami?" Pria berbadan kekar yang sejak tadi di depan Teguh sedikit mencondongkan tubuh hingga kepalanya sejajar dengan wajah Teguh yang saat ini dalam keadaan duduk dan seluruh tubuh nya terikat.


"Ya, kami ingin bertemu dengan bos kalian! Berani-beraninya dia menyekap kami!" Sahut Santi penuh amarah dengan tubuh nya yang masih terduduk di lantai. Dia kesulitan berdiri bila tak dibantu karena kedua kaki nya sudah diikat.


"Sabar, Pak Teguh Bimantara dan Ibu Santi Cazorla, kami masih ingin bermain-main dengan kalian. Tidak asyik rasanya jika buru-buru kesini untuk mengambil nyawa kalian." Sahut orang yang baru saja datang, dengan tangan nya yang sibuk memainkan pistol di tangan nya. Sudut bibir nya tertarik keatas membentuk seringai kecil di sana.


"K-kamu?!" Jelas Santi shock melihat sosok yang baru saja datang, tubuh nya bergetar hebat hingga membuat perkataan nya terbata-bata saat melihat senjata api yang dibawa pria itu.


Begitu pula dengan Teguh, jantung nya berpacu hebat melihat sosok pria yang sangat dia kenali. "K-kenapa kau membawa kami ke sini?!"


...🌺🌺🌺...

__ADS_1


Teman-teman, mohon doanya agar tubuhku kembali fit ya.., Aku tadi udah janji mau up banyak tapi ternyata tubuhku blm memungkinkan buat nulis banyak-banyak.😩


Makasih banyak atas pengertian dan doanya.πŸ™


__ADS_2