
"Kenapa cemberut terus, sayang? Bukankah aku sudah melayani mu dengan sangat baik? Apa 2 hari di kamar belum membuat mu puas?" Tanya frontal dengan nada sedikit mengejek disertai seringai lebar nya, tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Dan pertanyaan Saka sukses membuat Rasya melotot dan menatap nya dengan horor. Akhirnya Saka tertawa puas melihat istrinya yang sedang ngambek.
Tentu saja Rasya sangat kesal pada suami nya ini yang teramat messum. Karena kemesuman nya ini juga yang membuat nya terkurung di kamar sampai dua hari. Dan ini adalah hari terakhir Saka tinggal di kota dingin ini, karena besok adalah jadwal kepulangan nya ke kota asalnya tapi justru mereka hanya menghabiskan waktu di kamar penginapan.
__ADS_1
Rasya kesal karena selama dua hari belum melakukan destinasi bersama Saka akibat terlalu sibuk bercumbu membuat nya lupa akan waktu. Dan hal itu sangat merusak suasana hati nya yang sebelumnya sangat bahagia karena ekspektasi nya ingin liburan ke alam terbuka bersama Saka namun akhirnya kandas karena sebuah fakta yang belum Rasya ketahui. Nyatanya, meskipun mereka sedang berada di alam terbuka, kesenangan Saka tidak jauh dari olahraga ketangguhan senjata hingga membuat Rasya frustasi dan memilih menuruti kemauan Saka yang ingin terus berada di kamar untuk melaksanakan ibadah nya sebagai seorang pasangan.
Dua hari yang lalu setelah aksi absurd Saka di kebun teh, dan belum reda kekesalan Rasya saat Saka memaksa berhubungan, sorenya dia ulangi lagi. Saat berada di tepi telaga yang kebetulan sedang sepi, Saka kembali menggerayangi tubuh Rasya dari belakang dan hampir saja kelepasan ingin melakukan sekali lagi di tempat terbuka.
Untung saja Rasya berhasil menghentikan kegilaan nya itu yang benar-benar gila. Dan akhirnya, mereka kembali mengulangi di mobil karena memang Saka sudah tak mampu menahannya.
__ADS_1
Orang-orang yang mungkin melihat pasti akan heran, untung saja kaca mobil itu terlihat gelap dari luar hingga tak ada satu orang pun yang mampu menembus penglihatan nya ke dalam mobil. Hanya saja mungkin beberapa orang mengira ada semut yang sedang berbondong-bondong memindahkan mobil namun tak kuat dan akhirnya mobil itu hanya mampu bergoyang di tempat tetapi tak bisa berpindah.
"Kenapa memelototi ku? Apa kamu memang belum puas?" Tanya nya lagi sembari terkekeh-kekeh, membuat Rasya kembali mendengus. "sebagai suami yang baik, aku akan selalu memberi pelayanan terbaik, sayang. Ayo kita lakukan lagi sampai kamu benar-benar puas." Ajaknya seraya mengulurkan tangan.
Rasya tak membiarkan begitu saja, dia menepis keras tangan suaminya dengan mata melotot. Bukan nya marah, Saka justru semakin terbahak melihat emosi yang terpancar dari mata sang istri.
__ADS_1
Ternyata istrinya yang begitu penyabar juga bisa marah. Hah, Saka senang, karena setidaknya ada kekurangan dari diri sang istri. Dia sedikit percaya diri memiliki Rasya, karena setidaknya dia akan berusaha menjadi pelengkap kekurangan sang istri.
Bila Rasya sedang marah, maka Saka akan berusaha sabar supaya pernikahan nya yang baru berjalan beberapa bulan bisa langgeng hingga akhir hayat mereka.