Ambil Bekasku, Mbak!

Ambil Bekasku, Mbak!
Terjatuh


__ADS_3

...Aku telah melewati banyak mata....


...Tapi, mengapa aku hanya tersesat diantara dua mata mu?...


...~Andreas Saka Wijaya~...


...🌺🌺🌺...


Momen yang ditunggu-tunggu Saka dari tiga bulan lalu akhirnya tiba, dia tak akan melewatkan malam ini dengan sia-sia. Sudah jauh-jauh hari menunggu waktu berbuka puasa, dan akan mempergunakan nya dengan sangat baik.


Suasana hati Saka terasa begitu bahagia dan sudah tak sabar menunggu istri nya keluar dari kamar mandi, namun berbeda dengan Rasya, sejak tadi wanita itu berdiam di kamar mandi untuk menyiapkan mental seraya menenangkan hati dan pikiran nya yang tak karuan.


Bahkan sejak tadi jantung nya sudah berpacu lebih cepat dari biasanya. Bayang-bayang malam pertama tentu terus tergambar di benak nya, antara takut tak bisa memberikan sang suami kepuasan, juga malu yang teramat.


Meski begitu, dalam hati yang teramat dalam, sesungguhnya wanita itu sedang merasakan kebahagiaan yang tak terkira sama hal nya seperti Saka, hingga menghasilkan perasaan yang campur aduk, antara bahagia, grogi, takut, dan malu, muncul disaat yang bersamaan.


Lagi-lagi Saka melirik jam di pergelangan tangan, sudah hampir satu jam istri nya belum keluar, membuat nya sedikit khawatir takut terjadi sesuatu padanya. Saka berinisiatif beranjak dari pembaringan dan berjalan mendekati pintu kamar mandi.


Tok ... tok ... tok ...,


"Rasya..! Kamu sedang apa?" Saka sedikit berteriak, takut istri nya tak mendengar.


Satu detik, dua detik.., tak ada sahutan. Dia hanya mendengar gemericik air kran di kamar mandi.


"Rasya..!" Sekali lagi, Saka mengulang memanggil sang istri.


Hampir 1 menit menunggu sahutan sang istri, namun lagi-lagi tak ada jawaban.


Hati Saka mulai tak karuan. Bila tadi dia masih berpikir kalau istri nya sedang mempersiapkan diri, kini mulai berpikiran yang tidak-tidak.

__ADS_1


"Rasya, kalau dalam hitungan ke tiga kau tak kunjung bersuara, jangan salahkan aku mendobrak pintu nya," Gertak Saka. Dia yakin, jika istri nya mendengarkan, tentu akan takut akan ancaman nya. Mengingat apartemen yang sedang dipakai nya adalah milik perusahaan, jelas Rasya tak ingin merusak nya.


"Satu, dua, Tiga!"


Saka masih mengamati pintu, ternyata pintu itu belum kunjung dibuka.


Jantung nya mulai bergemuruh, tanpa aba-aba, dia segera mendobrak pintu dengan keras.


Brakk.


Brukk.


"Aauhh..!"


"Ssshh..,"


"Rasya, apa yang kamu lakukan?" Saka terperanjat melihat istri nya tertindih di bawah nya dalam keadaan tidak memakai apapun.


Sebenarnya tadi Rasya sudah ingin keluar, hanya saja Saka lebih dulu mendobrak pintu yang jelas-jelas tak dikunci, akibat dorongan keras itu membuat tubuhnya menabrak tubuh Rasya yang berada tak jauh dari pintu.


Posisi tubuh Rasya masih terlentang di lantai karena Saka yang tetap mempertahankan posisinya menindih tubuh Rasya. "Hei, Kenapa kau lama sekali?" Saka menatap intens wajah yang sudah berubah merona. Jelas-jelas dia tahu istri nya sedang malu, tapi dasarnya Saka yang suka jahil, justru semakin senang melihat wajah istrinya memerah.


"A-aku lupa membawa baju," Cicitnya dengan tatapan masih menatap ke arah lain.


"Astaga, Rasya. Kenapa kau tak memanggil ku?" Saka sedikit frustasi mendengar jawaban istri nya. Pantas saja tadi Saka melihat Rasya belum memakai baju, tubuhnya hanya terlilit handuk yang bahkan sudah teronggok ke lantai saat tubuhnya menimpa Rasya.


"Seharusnya kau tinggal bilang aku untuk membawakan baju mu, aku sampai menunggu mu berjam-jam, Rasya."Padahal baru menunggu satu jam lebih sedikit, tapi yang namanya menunggu mau lama atau sebentar, tetap saja rasanya sangat lama. Apalagi yang ditunggu adalah berbuka puasa.


"M-maaf," Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa," Saja mulai merendahkan intonasinya.


Satu detik, dua detik, tiga detik, keheningan mulai melanda.


Baik Saka maupun Rasya tak ada yang membuka suara, namun tatapan mereka terus beradu. Hingga Saka memajukan wajah untuk menempelkan bibirnya dan akhirnya kedua bibir itu saling beradu dalam keadaan tubuh polos Rasya masih terlentang di lantai kamar mandi dan Saka berada di atas.


Awalnya Rasya terkejut sekaligus malu, namun lama-kelamaan dia mulai terbuai dengan ciuman lembut suaminya,dia berusaha membalas untuk mengimbangi ciuman Saka yang mulai tak terkontrol. Dan di detik berikutnya dia merasakan ada sesuatu yang terasa menusuk diperutnya. Seketika bola matanya melebar menyadari benda itu, namun Rasya tak bisa berbuat apa-apa karena tubuhnya dikunci dan mulut nya di sumpal oleh bibir tebal Saka.


Lama dalam posisi seperti itu, kini Saka mulai merasa tak nyaman karena suhu tubuhnya semakin memanas dan ingin segera menuntaskan sesuatu yang ingin keluar. Dan tanpa aba-aba, Saka menggendong tubuh istri nya menuju kamar dengan kedua bibir yang masih menyatu.


Bahkan tangan Saka mulai menjelajah kemana-mana, menyentuh sesuatu yang sudah dia dambakan sejak berbulan-bulan lalu hingga menyebabkan gelanyar aneh pada tubuh Rasya dan tak kuat untuk tidak mendesahkan nama sang suami namun harus tertahan dengan ciuman memabukkan Saka.


Tubuh nya menggeliat kesana kemari mencari posisi nyaman saat menikmati semua perlakuan Saka.


Dan ini lah awal kesempurnaan rumah tangga mereka, dimana semua kewajiban dan hak dari Saka maupun Rasya terpenuhi.


Penyatuan dua insan itu mulai dilakukan, Saka benar-benar memperlakukan Rasya layaknya seorang ratu. Penuh kelembutan, terus menyuarakan kata cinta di sepanjang keringat itu keluar dari pori-pori. Rasya tak bisa menjabarkan betapa indahnya malam ini, sensasi nikmat yang teramat serta perasaan bahagia bercampur menjadi satu hingga berulang kali mencapai puncak kenikmatan surgawi, namun sepertinya Saka belum ingin berhenti sebelum tubuh nya benar-benar tumbang kehabisan energi.


"Rasya, I love you..," Entah sudah ke berapa kalinya dia mengucapkan kata itu. Rasya tak bisa menjawab karena saking fokusnya meresapi setiap gerakan Saka.


"Terimakasih, Tuhan. Sebelumnya aku bukan pria baik, tapi engkau begitu baik terhadap ku sehingga menghadiahkan ku wanita yang sempurna dan mampu menyempurnakan iman ku. Aku sangat sangat bahagia karena akhirnya aku bisa tersesat diantara dua mata indahnya, hingga aku tak menginginkan mata indah yang lain karena aku sudah terlanjur candu," Batin Saka menatap wajah Rasya yang dibanjiri peluh dengan mata terpejam dan bibirnya yang sedikit terbuka terus menyuarakan nama nya.


...🌺🌺🌺...


Panas nggak?πŸ™ˆ


Sebenarnya aku pengen jabarin yang panas banget, tapi takut kalian ngos-ngosan bacanya, kek naik tanjakan.🀭


Makasih banyak buat temen-temen yang masih setia baca Novelku.

__ADS_1


Sebenarnya aku mau adain GA, tapi nunggu popnya naik dulu ya, baru 50k masih dibawah banget hehehe.


See you next chapter.πŸ‘‹πŸ˜


__ADS_2