
"Cari tahu dengan rinci semua tentang Bambang. Jangan lewatkan sedikitpun, Buatlah celah untuk membuat nya menderita!" Tuan Scarlett menyandarkan punggungnya di kursi kebesaran. Tubuh nya sangat lelah setelah seharian ini terus memutar otak untuk menyelidiki satu orang yang sudah membuat Putri kesayangan nya menangis.
"Baik, Bos." Pria berpakaian serba hitam lengkap dengan penutup wajah nya yang juga berwarna hitam itu mengangguk lalu membungkukkan badan.
Setelah mendapat isyarat dari Tuan nya untuk pergi, barulah pria itu pergi dari ruangan melalui pintu rahasia.
Menjadi orang nomor satu di negeri, menyebabkan Tuan Scarlett tidak bisa bergerak bebas akibat selalu dikelilingi banyak pengawal di manapun berada. Dia harus pintar-pintar memanfaatkan setitik celah untuk bisa memuluskan kehidupan pribadi nya, seperti saat ini, dia menyewa seorang kepercayaan yang sudah dijamin kinerja nya tanpa diketahui para pengawal-pengawal nya.
"Setelah ini baru kau akan merasakan apa yang telah kau perbuat, Bambang. Aku tidak akan membiarkan siapapun yang sudah berani mempermainkan perasaan putri ku." Gumam nya dengan seringai licik dibibir nya.
Tuan Scarlett memang bisa menjadi teman yang paling baik, tetapi juga bisa menjadi lawan yang paling buruk hingga tak mungkin membiarkan musuh-musuhnya lolos begitu saja. Pria tegas ini bukan hanya terkenal cerdas dan pemberani, tetapi juga sangat kejam dalam mematik lawan-lawannya.
__ADS_1
Terbukti, beberapa bulan lalu, dia berhasil mengambil alih kembali pulau kecil di ujung Utara yang baru-baru ini dikuasai negara tetangga. Dengan tega, Tuan Scarlett meminta para militer untuk memberantas siapapun yang masih berani mengakui kalau pulau itu bukan lah bagian dari wilayah negaranya. Dan tindakan itu berhasil menjadi tranding topik di seluruh dunia, sekarang dunia menjadi segan kepada negara karena keberanian pemimpin yang tidak hanya setengah-setengah.
.
.
.
Wanita itu sudah muntah-muntah sejak beberapa jam lalu semenjak ditinggal suami nya berangkat kerja. Memang Rasya selalu mengalami mual setelah beberapa saat tak mencium aroma ketiak Saka. Terdengar aneh dan menjengkelkan, bahkan terasa menjijikkan, tetapi memang begitu kenyataannya. Dia tak bisa menampik kalau segala yang ada di diri Saka itu sangat lah mengagumkan. Bahkan wangi ketiaknya saja menjadi obat mual.
Hal itu membuat Rasya berpersepsi bahwa ketiak CEO sangat lah berharga, atau mungkin lebih tepatnya, segalanya yang ada pada diri pria tampan akan menjadi menyenangkan, termasuk bau ketiak yang belum mandi selama seharian penuh.
__ADS_1
"Huek ... huek ... huek ..," Wajah Rasya pucat pasi. Semua makanan yang telah di maraton masuk ke mulut kini kembali dikeluarkan. "Hiks ... aku tidak tahan lagi, aku harus bertemu Saka." Gumamnya. Tubuh nya sempoyongan berusaha keluar dari kamar mandi menuju kamar untuk mengambil ponsel.
Sebenernya Rasya sudah berniat tak ingin mengabari sang suami karena tak ingin kembali mengganggu pekerjaan nya yang sudah membengkak.
Beberapa hari ini pria itu disibukkan dengan melayani nya, oleh karena itu, Rasya tak ingin terus-terusan membuat suaminya kesusahan dengan terus melayani nya sampai meninggalkan pekerjaan.
Tetapi, ternyata memang calon anak nya sangat tidak bisa jika harus berpisah dari sang daddy. Dia meraih ponsel dan mencari nomor sang suami untuk meminta nya pulang.
"Halo, Saka hiks ...," Sapa nya setelah panggilan terhubung.
"Rasya, kamu kenapa?!" Saka terkejut bukan main kala melihat wajah istri nya di depan layar terlihat sangat pucat dengan mata sembab. Bahkan hidung nya sangat memerah, membuat Saka sudah bisa menebak kalau istri nya baru menangis.
__ADS_1