
Rasya terus mendusel-dusel ke ketiak Saka. Entah mengapa wangi ketiak suaminya yang belum mandi sedari bangun tidur membuat nya benar-benar kecanduan hingga tak ingin membagi pada orang lain.
Saka hanya pasrah seraya menghela nafas kasar dengan segala tingkah aneh istri nya. Bagaimana tidak menyebut nya aneh? Bila yang membuat ide untuk tinggal sementara di kota Wonosobo adalah Rasya sendiri, lalu saat akan ditinggalkan mendadak meminta ikut kembali ke kota.
Tentu saja Saka hampir tak kuasa dengan sikap sang istri, tapi dia tak bisa melakukan apa-apa kecuali menuruti karena tak ingin semakin membuat istri nya menangis. Ya, Rasya memang berubah menjadi se-cengeng itu.
Apapun yang tidak menjadi kemauan nya, maka dia akan segera menangis berjam-jam hingga membuat Saka kewalahan dan akhirnya menuruti kemauan nya.
Dibanding harus menghadapi Rasya yang menangis dan berguling-guling di tanah, lebih baik menuruti saja.
"Saka, mau dicium." Cicit Rasya dengan pipih memerah menahan malu. Padahal saat ini mereka berada di mobil sedang dalam perjalanan pulang ke kota nya yang tentunya ada sang supir yang sedang mengemudi. Tapi Rasya tiba-tiba meminta sesuatu yang tak pernah dia minta sebelum nya.
__ADS_1
Kali ini Saka benar-benar tak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Jelas Saka sangat menyukai permintaan istri nya kali ini.
"Tentu, Sayang. Bahkan melakukan lebih pun akan ku lakukan." Saka bersiap mencium bibir sang istri dengan memajukan bibirnya ke depan bibir Rasya, namun tiba-tiba tangan Rasya menjadi penghalang.
Cup.
"Ada apa?" Tanya Saka heran serta sedikit kesal karena tak jadi mendapat yang menjadi kesukaan nya, tetapi justru mencium tangan yang menghalangi.
"Aku meminta mu untuk mencium ku tapi bukan di sini." Tunjuk nya pada bibir sendiri, membuat Saka sedikit heran. "tapi aku meminta mu untuk mencium ketiak ku seperti aku mencium ketiak mu," Sahutnya bersungut-sungut.
Oh astaga ... Saka tak bisa berkata-kata lagi. Dalam hati, hanya bisa merapal kan seluruh doa yang dia bisa agar selamat dari bencana yang satu ini dan tidak pingsan lagi.
__ADS_1
Sungguh, dia lebih memilih dikejar-kejar anjing hingga pantatnya digigit dibanding harus mencium ketiak istri nya yang jelas-jelas tadi pagi mereka berdua belum ada yang sempat mandi.
"Ayo, Saka. Hirup dalam-dalam ketiak ku!" Dengan enteng nya Rasya menampakkan ketiaknya yang memang langsung terlihat karena gaun yang dipakai tidak memiliki lengan.
Hah, Saka memberanikan diri untuk mencium nya. Dia hirup dalam-dalam aroma itu dan meresapi nya. Ternyata tidak seburuk yang dia kira, bahkan Saka mulai merasa nyaman berada di ketiak istri nya.
"Bagaimana, Saka? Apa enak?" Tanya Rasya sembari terkekeh.
Saka tak menjawab, dia terus menghirup aroma nikmat ini yang terasa menenangkan. Hati dan pikiran yang tadinya berkecamuk tak jelas menjadi lega. Oh inikah yang dinamakan anugerah?
"Ternyata ketiak mu yang belum dibersihkan sangat harum," Puji nya tanpa mau menjauh dari ketiak.
__ADS_1
Hingga beberapa saat, Saka dan Rasya masih betah di posisi mereka.
Sang supir yang melihat dari kaca spion hanya merasa heran dengan tingkah sepasang pasutri ini. Mereka sangat aneh, sebelum nya belum ada orang yang senang mencium bau ketiak, tapi keduanya yang sama-sama gila justru kecanduan.