
"Cukup, Saka! Kau tidak perlu berkata kasar pada putriku, karena sampai kapanpun aku juga tidak akan sudi menyerahkan putri ku pada laki-laki seperti mu!" Cerca Tuan Scarlett penuh amarah. Bahkan dia kembali menegakkan tubuh nya, tak ingin terlihat lemah dengan duduk di kursi sedangkan yang lain berdiri.
"Tidak, ayah. Keputusan ku sudah bulat, aku akan tetap menerima Saka meski dia seorang pemain. Dan aku juga tidak perduli kalau dia memiliki istri." Sahut nya yakin, hal itu benar-benar membuat hati Saka kelimpungan. Dia benar-benar tak menyangka ada wanita segila ini, bahkan Saka sampai menjelek-jelekkan diri sendiri dihadapan semua orang agar Putri Delima merasa jijik, nyatanya tak membuat wanita itu mundur sedikit pun.
"Apa kau yakin? Kau benar-benar ingin menerima ku menjadi suami mu?" Tanya Saka menatap sinis wanita yang baru saja mengusap air matanya. "aku bahkan tak yakin kau bisa bertahan menjadi istri ku selama 24 jam!" Lanjut Saka.
__ADS_1
"Kau tahu?" Saka masih menatap kearah putri Delima yang juga sedang menunggu perkataan Saka selanjutnya. "aku sangat lah pelit, meskipun aku memiliki banyak harta, tapi tak memiliki satu pelayan pun di rumah karena aku lebih memilih istri ku yang melayani semua kebutuhan ku." Jelasnya, membuat Putri Delima tahu arah pembicaraan Saka.
"Tidak apa-apa, Saka. Aku bisa mengurus semua pekerjaan rumah, karena saat aku di rumah aku selalu membantu para pelayan." Kini giliran Saka yang mati kutu, dia tak tahu lagi langkah selanjutnya untuk membuat Putri Delima mengurungkan niatnya.
Semua orang yang melihat tindakan Saka mulai tahu kalau istri nya sedang mengandung.
__ADS_1
Tak ada orang yang tak heran dengan kelakuan Saka, ternyata CEO yang selalu diidam-idamkan semua wanita memiliki sisi yang sangat buruk, yaitu dengan mempermainkan seorang wanita. Bahkan saat istri nya sedang mengandung, Saka berniat ingin menikah kembali. Hal itu membuat para tamu undangan yang tadinya hanya menyaksikan mulai ikut bersuara.
"Saya tidak menyangka kau sangat brengsek, Tuan Andreas. Saya kira, pria berpendidikan tinggi seperti Anda tak akan mungkin menyakiti hati wanita apalagi sampai menyakiti nya, tapi apa yang Anda perlihatkan di depan kami?! Bahkan tak malu membongkar seluruh kedok busuk Anda di depan para tamu undangan!" Seorang pria berumur sekitar 40an tahun bersuara. Saka tahu, pria yang baru saja bicara adalah salah satu rekan bisnis nya. Saka menjadi salah satu investor besar di perusahaan kecil nya.
"Ya, benar sekali, Tuan Hendrik. Saya juga tidak menyangka, Tuan Andreas yang terlihat pendiam ini seorang pemain, bahkan tak memikirkan nasib istri nya sedang hamil. Saya tidak takut bila nanti Anda memutuskan kerja sama, Tuan Andreas. Saya hanya berkata apa yang ada di hati mewakili perasaan seluruh wanita." Sahutnya lantang, diikuti banyak orang yang mengiyakan perkataan nya itu. "dan kau putri Delima, kau adalah wanita terhormat dan juga terdidik. Tidak sepatutnya kau bersikeras untuk melanjutkan pernikahan ini. Padahal jelas-jelas Tuan Andreas sudah memiliki istri yang sebentar lagi akan memberinya keturunan."
__ADS_1