Ambil Bekasku, Mbak!

Ambil Bekasku, Mbak!
Egois?


__ADS_3

"T-tapi saya mencintai Saka," Sahutnya lirih dengan suara pilu. Sungguh, demi apapun Rasya tak akan rela meninggalkan Saka. Meskipun kakek Saka tetap bersikukuh menyuruh nya pergi, namun bila bukan sendiri yang menyuruh nya, Rasya tak akan mau.


"Saya, tahu. Maka dari itu, demi kebaikan Saka tentu kamu rela mengorbankan rasa cinta mu untuk nya, bukan?" Pancing Tuan Bambang yang membuat Rasya terkesiap.


"Rasya, Saka adalah penerus perusahaan Wijaya Corp. Dia CEO besar di negeri ini. Bagaimana jadinya bila orang-orang tahu kalau istrinya adalah anak dari narapidana? Tentu akan menjadi bahan pembicaraan semua orang bahkan akan sangat mempengaruhi bisnis nya. Apa kamu masih ingin egois mempertahankan hubungan mu meskipun mengorbankan masa depan Saka?"

__ADS_1


Rasya mendongak, dia terkesiap mendapati perkataan Tuan Bambang yang mengatakan dia egois. Lalu bagaimana dengan dirinya yang memaksa untuk menjauhi Saka? Apa itu namanya kalau bukan egois. Tapi semua itu hanya menjadi perang batin dalam hati Rasya, karena saat ini dia masih belum mendapatkan perkataan yang tepat untuk disampaikan.


"Apa kau tak kasihan bila suatu waktu perusahaan yang dikelola Saka mengalami collapse hanya karena dia bersanding dengan wanita yang tidak sepadan?" Lagi-lagi Tuan Bambang menatap nya dengan tatapan merendahkan. "maaf, bukan bermaksud merendahkan mu, tapi segalanya bisa menjadi senjata lawan untuk menjatuhkan perusahaan yang telah kami bangun puluhan tahun. Tentu kamu lebih mengetahui bagaimana sengit nya pertarungan di dunia bisnis."


Memang benar, kehidupan di dunia bisnis tidak sesederhana itu. Sudah menjadi rahasia umum bila diantara pebisnis satu dengan pebisnis lain saling menjatuhkan. Karena kebangkrutan satu pebisnis akan menjadi keuntungan besar bagi pebisnis lain. Dan semua yang dikatakan Tuan Bambang memang masuk akal, segalanya bisa menjadi alat untuk menjatuhkan Saka. Terlebih ayah Rasya adalah seorang narapidana, sudah dipastikan nama baiknya akan ikut tercoreng bila Saka disangkutpautkan dengan kasus yang selama ini ayahnya lakukan.

__ADS_1


"Kami akan menghadapi semuanya bersama-sama. Anda tidak perlu khawatir, saya sangat yakin Saka pasti bisa menyelesaikan nya dengan baik bila memang status saya yang sebagai anak seorang narapidana menjadi kendala." Sahut Rasya tanpa ragu sembari memberikan seulas senyum meski hatinya tak munafik bila dia membenci pria tua dihadapan nya.


Rasya tetap ingin mempertahankan hubungan nya dengan Saka, sudah kepalang mencintai, tak ingin melepaskan lagi.


"Apa kau yakin?" Tuan Bambang tersenyum meremehkan. "ingat, nak. Kau itu tak memiliki kekuatan apapun selain mengandalkan Saka. Kau hanya akan membuat nya semakin terbebani. Jangan egois, kau juga harus memikirkan kebahagiaan nya."

__ADS_1


Mendengar perkataan itu sontak membuat Rasya mendengus. "Apa tidak kebalik? Seharusnya saya yang mengatakan pada Anda untuk jangan egois. Saya sangat percaya, kebahagiaan Saka adalah saya, bukan karena seluruh harta Anda." Sahut Rasya tegas tanpa keraguan sedikitpun. Hal itu semakin memunculkan emosi Tuan Bambang.


"Lancang! Dasar tidak tahu diri! Berani nya kau menantang saya!" Tangan Tuan Bambang sudah diangkat dan bersiap untuk menampar Rasya sehingga wanita itu memejamkan mata bersiap menerima tamparan. Namun tiba-tiba tangan nya melayang ke udara. Meski dia kejam, tapi Tuan Bambang tidak senang bermain fisik terlebih pada seorang wanita.


__ADS_2