
Putri Delima yang melihat Saka dihajar habis-habisan oleh istri nya, bukan nya membantu, dia justru cekikikan sendiri di tempat nya. Hal itu membuat tatapan semua orang berpecah belah.
Namun melihat Saka tak berdaya ditendang Rasya hingga terjatuh, hati putri Delima terketuk. Dia berjalan kearah mereka berdua.
"Apakah drama yang kalian mainkan sudah selesai?" Mendengar suara itu membuat Rasya menghentikan hajaran nya. Dia menatap Putri Delima penuh amarah.
"Drama apa maksud mu, hah? Dasar wanita kecentilan! Mau mau saja dikibuli suamiku!" Rasya ingin menghajar balik Putri Delima, namun langsung dicegah oleh Tuan Scarlett. Bagaimana pun, dia tak akan membiarkan putri nya disakiti orang lain.
Putri Delima masih tampak tenang, dia kembali mengendurkan bibir yang sejak tadi terus menahan tawa. "Siapa yang dikibuli siapa? Apakah menurut mu aku, seorang lulusan terbaik mahasiswa psikologi tidak tahu dengan drama yang kalian buat sejak masuk kesini?"
Hening, tak ada yang membuka suara.
Shitt! Saka mengumpat dalam hati mengetahui dirinya sejak tadi sedang dipermainkan oleh wanita yang seharusnya dibohongi.
"Memang nya kenapa kalau kau mahasiswa psikologi?" Tanya Rasya jengkel. Dia masih tak mengerti arah pembicaraan wanita di depan nya, berbeda sekali dengan Saka yang langsung mengetahui maksud wanita itu.
"Andreas Saka Wijaya, apakah kau benar-benar mencintai wanita berotak lemot ini?" Tanya nya diiringi tawa mengejek.
"Jaga bicaramu! Jangan pernah kau menghina istri ku, dia tak ada bandingannya sama sekali dengan mu!" Sela Saka, menatap marah putri Delima yang berani menghina istri nya.
"Ya ya ya, aku tahu kau sangat mencintai nya. Kalau tidak, mana mungkin kau rela membuat drama dengan mengatakan aib mu ke semua orang, berharap agar aku menolak ajakan nikah palsu mu."
__ADS_1
Rasya terbengong-bengong di tempat, mendengar perkataan wanita di depan nya yang seratus persen benar bahwa semua itu memang ide yang sudah direncanakan.
"B-bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Rasya masih saja lemot. Akibat keterkejutan nya sejak tadi, membuat otak nya melambat jutaan kilobyte dalam berproses.
"Heh, kau itu memang bodoh ya?"
"Sudah ku bilang jangan pernah menghina istri ku!" Bentak Saka lagi. Andai tidak dalam situasi yang diliputi rasa penasaran, mungkin Rasya sudah terbang bebas karena merasa tubuh nya ringan seperti kapas setelah mendapat pembelaan dari suaminya. Dan hal itu pula yang membuat Rasya kembali tersadar, kalau Saka memang sangat mencintai nya.
"Jelas aku tahu kalian sedang memainkan drama, karena aku adalah pakar psikologi yang bisa membaca pikiran seseorang melalui gerak-gerik tubuh kalian. Lagian, mana mungkin aku seorang putri terhormat mau menikahi pria beristri, apakah pria itu sudah sering berganti-ganti wanita." Sahut nya sembari tertawa mengejek.
"Ooh ...," Rasya mengangguk sembari membulat kan bibir, tanpa menyadari makna dari ucapan putri Delima. "Apa?!" Bola mata Rasya membelalak lebar setelah menyadari maksud perkataan wanita itu.
Lagi-lagi putri Delima memotong pembicaraan lawan nya, dia memang sudah sangat tidak sabar ingin segera pergi dari sini, namun tentu nya setelah menyelesaikan semua kegaduhan akibat drama ini.
"Jadi, aku sengaja berpura-pura menerima lamaran Saka untuk melihat reaksi kalian. Terutama kamu, wanita. Siapa namanya aku lupa." Tunjuk Putri Delima pada Rasya seolah tak peduli melupakan nama Rasya. "kamu itu wanita, bisa-bisanya mengizinkan suami mu menikah lagi. Meskipun itu hanya acting, tapi acting yang kalian perankan bukanlah lelucon! Bagaimana jika memang ada wanita yang memang berambisi memiliki suami mu? Apa kau benar-benar rela berbagi?" Tanya nya pada Rasya. Dikatai seperti itu membuat hati Rasya nyeri dan entah kenapa rasanya ingin sekali menangis. Karena malu dilihat banyak orang, Rasya lebih memilih menundukkan kepala seraya meremat ujung gaun nya dan mengeluarkan air mata sebanyak mungkin hingga ingus-ingus nya ikut keluar.
"Sayang," Saka yang tak tega melihat nya langsung memeluk sang istri.
"Istri ku tidak salah, aku yang menyuruh dia untuk melakukan peran. Dan ini semua akibat rencana kakek ku," Tunjuk Saka pada kakek nya.
Ingin sekali Saka membongkar seluruh aib tua bangka itu dihadapan semua orang, tetapi melihat wajah keriput itu membuat nya tak tega. Meskipun dia terlalu kejam pada keluarga nya, tapi Saka tak ingin membalas, karena bagaimana pun dia tetap kakek kandung nya.
__ADS_1
Akan jadi seperti apa dunia ini, bila percekcokan antara keluarga selalu dibalas dengan dendam. Mungkin manusia sudah punah sejak zaman awal bila pembunuh harus dibalas dengan membunuh.
Pria paruh baya itu tak mengatakan apa-apa lagi, melihat tatapan semua orang yang seakan sedang mencemooh nya pun sudah membuat nya sangat malu hingga dadanya terasa sesak.
"Saka, kakek hanya ingin yang terbaik untuk mu, tapi kenapa justru kau menghukum kakek dengan mempermalukan di depan semua orang?" Gumam Tuan Bambang. Dia memegangi dadanya yang sangat sesak hingga sulit bernafas. Lama-kelamaan dia merasa tak kuat lagi, hingga tumbang ke lantai.
Semua orang yang melihat langsung berlari mengerubungi kakek Bambang, termasuk Saka dan Rasya. Mereka datang paling awal karena posisi mereka yang terdekat diantara orang lain.
"Kakek, apa yang terjadi dengan mu?" Saka memangku kepala kakeknya, dia sangat khawatir melihat kakek nya seperti sedang sekarat. Bahkan ditanya seperti itu, kakek Bambang sama sekali tak bisa menjawab. Mulut nya hanya gelagapan seperti orang hampir tenggelam.
"Kakek, kenapa jadi seperti ini?" Gumamnya, dia sangat sedih karena sedari dulu dia belum pernah menunjukkan kebaktian nya pada sang kakek. "Robert! Cepat siapkan mobil!" Tanya menunggu waktu lagi, Saka langsung mengangkat tubuh kakeknya yang memang sudah sangat ringkih ke mobil. Dia berlari secepat mungkin agar kakek nya masih mendapat pertolongan, dan Rasya pun ikut berlari di belakang nya.
...✨✨✨...
Selama pagi, manteman.🤗🥰
Makasih banyak masih membaca cerita ku sampai disini. Aku bersyukur banget karena banyak yang sayang sama aku, terbukti dengan komen-komen kalian yg selalu nyenengin meski sebenarnya part yang ku buat nggak terlalu dapat feel-nya.🤭🤭Makasih banyak ya...
Teruntuk para pembaca yang sebenernya udah bosen baca cerita ku, tidak apa kalau mau meninggalkan bacaan ku hehe. Maaf ya, belum bisa memberikan cerita seperti yang kalian harapkan.
Itu aja sih, terimakasih semua.🤗🥰
__ADS_1