
Tentu Rasya sangat tidak percaya dengan perkataan maid itu. Sudah tahu bahwa Tuan Bambang memang membencinya, dan semua perkataan itu hanya lah bualan untuk menutupi kedok aslinya yang bisa berbuat kejam.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi, nona."
Rasya hanya mengangguk menanggapi nya, namun saat maid itu baru membalikkan badan, Rasya sudah memanggil.
"Tunggu," Panggil Rasya menghentikan langkah nya.
"Ya, nona. Apa Anda membutuhkan sesuatu?" Tanya nya.
"Tolong panggilkan Tuan Bam-maksud ku kakek Bambang."
Maid itu pun mengangguk tersenyum. "Baik, nona." Sahutnya. "ada lagi yang Anda butuhkan?" Tanya nya lagi untuk memastikan.
__ADS_1
"Eum, kalau boleh tahu. Kenapa Tuan-eh kakek Bambang mengunci ku di sini?"
Mendengar pertanyaan Rasya lantas maid itu tersenyum.
"Bukan dikunci, nona. Tuan Bambang hanya tidak ingin Anda tiba-tiba pergi, jadi dia memilih mengunci sementara waktu sampai Anda sadar." Sahut nya santai. Hal itu semakin membuat Rasya mengerutkan dahi. Apakah maid ini terlalu polos? Batin Rasya.
"Baik, kamu bisa keluar. Jangan lupa minta kakek datang kemari." Perintah Rasya. Rasanya sangat tidak nyaman memanggil Tuan Bambang dengan sebutan kakek, tetapi dia lebih memilih mengikuti permainan kakek Saka. Entah apa yang ingin direncanakan nya kali ini.
Klek.
"Apa sebenernya mau mu?" Tanya Rasya to the poin.
"Mau ku sangat mudah, tinggal jauhi Saka saja maka urusan kita beres. Tapi jika kau masih bersikukuh untuk mempertahankan Saka, maka jangan salahkan aku bila melakukan hal-hal yang tak terduga pada mu juga dengan Saka." Sahut nya tegas. Membuat Rasya berpikir, sepertinya kakek Saka ini bukanlah orang yang hanya mengumbar perkataan. Dia cenderung teguh dengan pendirian nya..
__ADS_1
"Kalau kau benar-benar ingin menjauhi Saka, tanda tangani surat ini. Saya akan mengirim kamu ke tempat jauh bersama kakek mu. Tapi,_" Tuan Bambang menjeda kalimat nya. "jika kau memang tak ingin berpisah dari Saka, itu artinya kau telah merelakan kakek mu untuk selamanya."
Deg.
"Apa maksud Anda?!" Refleks Rasya menaikkan intonasi suara nya. Terlalu terkejut membuat nya tak sadar bila telah berkata keras.
"Tentu kau bukan wanita bodoh, kau tahu apa maksud saya. Saya cukup berkuasa di negeri ini, apapun yang ingin saya lakukan tentu bukan hal yang sulit." Seringai tipis menghiasi bibir Tuan Bambang. Tangan Rasya mengepal erat melihat bagaimana Tuan Bambang begitu mengejek nya.
Baiklah, jika memang sebegitu besar ambisi Tuan Bambang ingin memisahkan nya dengan Saka, mungkin memang sebaiknya Rasya mengalah. Mengalah yang Rasya maksud bukan berarti mengaku kalah, dia hanya ingin melihat bagaimana reaksi Saka bila memang tahu dia pergi dari sisi nya.
Rasya sangat percaya dengan besar nya cinta Saka. Dan dia akan membuktikan pada semua orang, bahwa tak ada siapapun yang mampu memisahkan mereka. Biarlah dunia menyaksikan amarah Saka ketika dirinya dipisahkan oleh nya.
"Jika memang menurut Anda yang terbaik adalah saya harus berpisah dengan Saka, saya tidak akan melawan lagi. Saya akan pergi sendiri dan tidak membutuhkan bantuan maupun uang Anda. Tidak perlu khawatir, saya benar-benar akan pergi dari kehidupan Saka dan tidak akan pernah kembali kecuali Anda yang meminta."
__ADS_1
Mendengar perkataan itu, sontak Tuan Bambang tersenyum menyeringai. "Baiklah, saya pegang ucapan mu. Jangan pernah melanggar apa yang pernah kamu katakan atau kamu akan tahu akibat nya."