Ambil Bekasku, Mbak!

Ambil Bekasku, Mbak!
Gagal atau Lanjut?


__ADS_3

"Mohon perhatiannya semua," Tuan Bambang berbicara di depan mic setelah naik ke atas podium.


Suara yang tadinya riuh karena semua orang saling berbicara, kini mendadak sunyi. Seluruh perhatian tertuju pada Tuan Bambang yang dengan begitu berwibawa nya berbicara di atas podium. Entah apa yang ingin dikatakan nya, tetapi semua orang menunggu perkataan selanjutnya yang akan dilontarkan Tuan Bambang.


"Di malam yang berbahagia ini, saya, Bambang Setya Wijaya akan menyerahkan seluruh hak waris saya kepada cucu saya satu-satunya." Tangan Tuan Bambang mengarah pada tempat Saka berdiri hingga arah pandangan semua orang tertuju padanya. "Andreas Saka Wijaya." Lanjut nya.


Suara riuh dan tepuk tangan mendominasi ruangan itu. Saat kakek Bambang memberi isyarat agar Saka mendekat, dia pun menuruti.


"Ini lah dia cucu kebanggaan saya, Andreas Saka Wijaya." Begitu bangga nya Tuan Bambang memperkenalkan Saka sebagai cucu nya.


Dua orang notulen dan kuasa hukum pun ikut naik ke podium lalu meletakkan berkas di meja masing-masing. Baik asisten pribadi Saka maupun asisten pribadi Tuan Bambang ikut ke sana.


Setelah semua nya lengkap, baru penandatanganan beberapa berkas sebagai formalitas.


Gemuruh suara tepuk tangan tak henti hentinya sejak tadi. Beberapa petinggi bisnis memberi selamat pada Saka, termasuk Tuan Scarlett.


"Selamat, Andreas. Akhirnya kau resmi menjadi pewaris tahta keluarga Wijaya dan satu-satunya pemilik Wijaya corp.," Tuan Scarlett memberi selamat, merasa bangga karena orang yang sedang dijabat tangan nya sebentar lagi akan sah menjadi menantu nya.


"Terimakasih," Sahut Saka datar. Dia benar-benar sudah muak dengan kepura-puraan ini, terlalu lama meninggalkan Rasya seorang diri membuat nya rindu, padahal jelas-jelas Rasya juga sedang menyaksikan nya pada tempat yang masih disembunyikan.

__ADS_1


tes tes.


Seorang pembawa acara kembali menyuarakan suara nya di mic, membuat seluruh tamu kembali senyap.


Tak membutuhkan waktu lama, pembawa acara membacakan acara selanjutnya, yaitu tukar cincin untuk pertunangan sekaligus pernikahan Saka dan Putri Delima yang akan dilaksanakan di penghujung acara. Dan ini merupakan acara yang ditunggu-tunggu seluruh orang, suara riuh kembali terdengar.


Semakin riuh pula suara di ballroom saat Putri Delima naik ke podium mendekati Saka dengan gaun yang sangat mewah serta riasan profesional, membuat nya benar-benar terlihat seperti seorang putri.


Saka pura-pura tak mengerti, dia menatap kakeknya meminta penjelasan yang langsung dibalas dengan senyuman.


"Sudah seharusnya kau menikah lagi, Saka. Dan kakek sudah mencarikan istri yang tepat. Kau jangan menolak."


"Saka, Ada apa?" Tanya nya heran tiba-tiba Saka yang selalu pendiam dan berwajah dingin tertawa keras.


Saka tak memperdulikan pertanyaan Tuan Scarlett, dia lebih memilih fokus menatap kakeknya.


"Apa kakek sedang bercanda?" Pandangan Saka menghunus tajam kearah kakek nya. " Kau tidak buta dan tidak tuli bukan? tentu kau tahu kalau aku sudah memiliki istri."


Deg.

__ADS_1


"Apa maksud mu?" Bukan Tuan Bambang yang bertanya, melainkan Tuan Scarlett yang masih mendengarkan dengan jelas perkataan itu.


"Ya, Tuan. Sebenernya saya sudah menikah dan istri saya sebentar lagi akan melahirkan. Tapi jika istri Anda rela menjadi madu saya tidak keberatan, laki-laki manapun tidak akan menolak jika diberi izin poligami." Katanya diiringi tawa ringan. Seakan-akan dia benar-benar menginginkan poligami dan mau menikahi Putri Delima.


"Maaf jika saya menyakiti perasaan Anda dan Putri Anda. Saya memang sangat menginginkan Putri Delima sebagai istri saya, dia sangat cantik, tentu tubuh nya juga sangat uuuhhh ... saya jadi tidak sabar ingin segera mencicipi." Saka menjilat bibir bawahnya persis seperti seorang berandalan.


"Kurang ajar!"


Bug.


...✨✨✨...


Btw, karena mungkin satu atau dua bab lagi novel ini tamat. Jadi aku buat novel baru nih..


Cuzz buruan kepoin kuy!


Makasih.😆


__ADS_1


__ADS_2