Ambil Bekasku, Mbak!

Ambil Bekasku, Mbak!
Pembalasan


__ADS_3

"Diam!! Aku tidak menyuruh mu bicara!!" Bentak Saka pada wanita yang masih dalam keadaan tak memakai apapun.


Saka memang sudah membuat target pada beberapa orang yang dicurigai menyembunyikan Rasya. Dan orang yang pertama kali dicurigai adalah Rania. Wanita itu ditemukan sedang melakukan perbuatan tak senonoh dengan tiga pria yang diketahui adalah seorang pembunuh bayaran kelas sedang.


Saka sudah mencari beberapa informasi, dan ternyata Rania memang baru saja merencanakan ingin membunuh Rasya. Itu artinya, Rasya tidak diculik Rania.


"Aku tidak akan berhenti bicara sebelum kau melepaskan ku dari sini!" Teriak Rania. Tangan nya meronta-ronta namun tetap tak mampu membuka simpul ikatan tali ini.


Tubuhnya hanya ditutupi selembar kain untuk menutupi bagian-bagian sensitifnya, karena setelah ini Saka benar-benar ingin memberikan hukuman yang sesungguhnya bagi para pelaku kejahatan sang istri selama ini. Termasuk Dimas, meskipun dia juga termasuk korban keserakahan keluarga Bimantara serta ambisius Rania, namun dia juga ikut andil dalam semua penderitaan Rasya selama ini.


"Bos, sepertinya memang wanita ini dan suaminya tidak tahu menahu soal nyonya." Seorang pria suruhan Saka datang membawa beberapa barang bukti.


Di sana ada beberapa berkas laporan kegiatan Dimas selama satu bulan terakhir. Pria itu hanya mendatangi tempat-tempat tertentu seperti hotel dan penginapan lain bersama seorang wanita yang diketahui rekan kerja di perusahaan nya.

__ADS_1


Bukan hanya beberapa berkas, pria itu juga membawa sebuah alat pemutar rekaman yang menyimpan seluruh cctv jalanan serta rumah sakit tempat Rasya di rawat.


Saka memang sudah menyuruh anak buahnya untuk memeriksa cctv rumah sakit serta jalanan menuju rumah sakit.


Dia tak akan meloloskan bila sedikit saja menemukan suatu kejanggalan.


Saka memperhatikan satu persatu rekaman cctv dengan pandangan intens. Tiba-tiba pandangan nya menggelap kala teringat sesuatu saat melihat tampilan di layar itu.


"Pause!" Perintah Saka. Seketika rekaman video itu berhenti berputar. Sang pengawal ikut memperhatikan gambar di sana. Dia tak menemukan sesuatu yang aneh, tapi kenapa bos nya menyuruh nya untuk menghentikan rekaman itu?


Rekaman video itu kembali berputar menampilkan berbagai rekaman lalu lintas selama beberapa hari, serta rekaman cctv di pelataran rumah sakit selama beberapa hari.


"Shiitt!" Saka mengumpat kala kecurigaan nya benar. Ternyata memang kakeknya kembali mendatangi Rasya sendiri secara diam-diam.

__ADS_1


"Aku tidak akan mengampuni mu bila ternyata kecurigaan ku benar, kakek." Gumam Saka seraya mengepalkan tangan nya kuat. Gigi-gigi nya bergemulutuk rapat.


Sudah cukup semua perlakuan kakek nya yang selalu semaunya sendiri. Kini saatnya Saka bertindak, biarlah seluruh dunia menganggap nya durhaka. Tapi untuk masalah Rasya, dia tak akan diam saja bila kakek nya sampai menyakiti sang istri.


"Tenang, Rasya. Sebentar lagi aku akan menyelamatkan mu. Maaf, aku tidak menjagamu dengan baik." Gumamnya lagi lalu bangkit dari sana. Diikuti beberapa pengawal setia yang memang selalu mengikuti kemana saja Saka pergi.


Sedangkan di tempat itu, hanya tersisa beberapa orang pria yang memang ditugaskan untuk menjaga Rania. Bukan menjaga, lebih tepatnya sudah dipersilahkan untuk mencicipi tubuh wanita ini.


Beberapa dari mereka tertawa menyeringai mendekati Rania lalu membuka kain penutup itu. Seorang pria telah menyetel video untuk merekam kegiatan yang akan mereka lakukan.


"Mau apa kalian?!" Rania mulai ketakutan. Melihat tatapan para pria itu membuat nya berusaha beringsut mundur tetapi tidak bisa.


"Ayolah, Sayang. Tidak usah malu-malu. Lebih baik kau layani kami dengan baik."

__ADS_1


Hahaha...


Sepuluh orang itu tertawa bersamaan sembari melucuti pakaian nya masing-masing.


__ADS_2