Ambil Bekasku, Mbak!

Ambil Bekasku, Mbak!
Penangkapan


__ADS_3

Seluruh stasiun televisi dibuat ramai dan naik rating nya, sejagad dunia gempar dengan berita yang baru saja tersebar. Tak ada yang tahu dengan berita yang baru saja di siarkan dari seluruh saluran televisi tanah air, bahkan kini berikut berita nya sudah menyebar luas hingga ke luar negeri.


Ara Jajaran pejabat tinggi negara serta para pengusaha dibuat terkejut dengan berita ini. Dia tak pernah menyangka, keluarga Wijaya yang sejak dulu dipandang menjadi salah satu keluarga Cemara yang bahagia serta penuh kasih sayang ternyata memiliki sejarah kelam. Dimana Tuan Wijaya sendiri menjadi penyebab putra dan menantu nya meninggal dunia. Akibat keserakahan Tuan Wijaya, membuat nya nekat membunuh sang menantu yang berakhir putra kandung nya juga ikut terbunuh.


Semua orang tak menyangka, bila ambisi Tuan Wijaya sangat lah mengerikan. Demi ketenaran serta kekuasaan, Tuan Wijaya rela melakukan apa saja meski itu menyakiti orang-orang sekitar nya.


Dari berita yang beru saja terekspos, membuat semua orang melek bahwa kekayaan serta kekuasaan bukan lah tolak ukur kebahagiaan. Masyarakat sangat yakin bahwa sebenarnya keluarga Wijaya tidak lah sebahagia seperti yang biasa mereka tampilkan di hadapan media. Terlebih saat berita itu juga mengabarkan bahwa sebenarnya Andreas Saka Wijaya alias cucu kandung dari Tuan Bambang Setya Wijaya, anak dari pasangan yang menjadi korban pembunuhan Tuan Bambang telah mengetahui semuanya. Namun bertahun-tahun Saka lebih memilih diam karena tak ingin keluarga nya semakin kacau.


Semua orang sangat yakin, dalam lubuk hati Saka, tak mungkin memaafkan begitu saja perbuatan sang kakek. Tapi pria itu seakan menuli, demi kedamaian hidup, Saka mencoba berdamai dengan hidup nya dan enggan mengungkit kematian kedua orang tua nya.


Benar, kebungkaman Saka memang semata-mata untuk menyelamatkan kakeknya. Sebenci apapun Saka terhadap kakek nya, dia tetap lah kakek kandung nya yang selalu mencurahkan seluruh kasih sayang meski sering salah dalam memberikan kasih sayang itu.

__ADS_1


Hancur hati Saka, itu sudah pasti. Saat pertama kali dia mengetahui bahwa penyebab ayah ibunya meninggal adalah kakeknya sendiri, dia bahkan berniat ingin memenjarakan nya. Namun saat melihat betapa kesepian nya hidup kakek nya selama ini, itu sudah cukup membantu hati Saka tersentuh. Dia bukan nya tidak tahu, bahwa kakek nya masih memiliki hati yang tentu menginginkan kebahagiaan bersama keluarga. Sayang nya, pria tua bangka itu hanya bisa menatap sosok wanita yang sangat dicintai melalui foto, atau mungkin bila sudah sangat merindukan, dia lebih memilih mengawasi dari jarak jauh karena mantan istri nya sangat tidak ingin bertemu dengan Tuan Bambang.


Bukan hanya itu, Tuan Bambang juga sering menangis menatap foto putra nya. Rupanya pria itu begitu menyesal telah mencelakai menantu nya hingga berakhir putra kandung nya ikut terbunuh.


Kala itu, saat amarah Saka begitu menggebu-gebu dan berniat ingin melabrak kakeknya, tak sengaja Saka melihat kakeknya sedang menangis tergugu menatap foto ayah nya. Tuan Bambang berkata bahwa dia sangat menyesal, andai waktu bisa diulang maka Tuan Bambang lebih memilih putra nya hidup bersama menantu yang sangat tidak direstui asal putra satu-satunya hidup kembali. Sialnya, semua itu hanya lah perandaian yang tak mungkin bisa menjadi kenyataan.


Mendengar semua ungkapan sesal kakek nya, amarah Saka sedikit surut. Meski begitu, bukan berarti dia tak membenci sang kakek.


Dan mulai saat itu, Saka lebih memilih hidup di luar negeri untuk menghindari hasrat nya yang ingin membunuh sang kakek.


Sebenernya Saka masih sangat enggan hidup bersama pria tua itu, akan tetapi dia juga lemah dengan ancaman kakeknya. Tak bisa dipungkiri bahwa dia membutuhkan harta sang kakek. Itu lah sebabnya Saka masih menuruti keinginan pria itu.

__ADS_1


"Selamat siang, Tuan Bambang. Kami dari pihak kepolisian ditugaskan untuk menangkap Anda atas tindak pembunuhan menantu & putra kandung anda sendiri 20 yang lalu."


Tuan Bambang terkesiap ditempat nya. Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba dirinya didatangi polisi, tentu saja membuat nya sangat terkejut.


Kasus yang selama ini sudah dia tutup rapat-rapat akhirnya terbongkar juga. Bila sudah seperti ini, dia tak tahu lagi harus melakukan apa.


"A-apa maksud Anda? Siapa yang membunuh putra ku?" Tuan Bambang berusaha mengelak. Usahanya yang sudah dia lakukan bertahun-tahun tak boleh gagal. Ambisi nya untuk membuat keluarga nya terlihat bersinar selama ini tak boleh sia-sia. Dia bahkan sudah melakukan apapun demi nama baik keluarga, tak mungkin dia sendiri yang harus menodai dengan adanya berita pembunuhan ini tersebar.


"Sebaiknya Anda jelaskan di kantor polisi." Salah seorang polisi mendekat dan memborgol tangan nya.


"Apa yang kalian lakukan?! Saya sedang sakit, kalian tidak bisa seenaknya menangkap saya!" Sahut Tuan Bambang penuh amarah, berusaha memberontak agar polisi itu tak sampai menangkap nya.

__ADS_1


"Kami sudah berkonsultasi dengan dokter yang menangani Anda. Jadi Anda tidak perlu khawatir."


Kalah telak, Tuan Bambang tak bisa mengelak lagi. Padahal dia ingin menjadikan kesehatan sebagai alasan, sayangnya rekan medis tak bisa membohongi. Memang sebenarnya dokter sudah mengizinkan nya pulang setelah cairan infus yang terpasang habis. Sayang nya bukan rumah tempat nya kembali, melainkan jeruji besi yang belum pernah dia huni.


__ADS_2