Ambil Bekasku, Mbak!

Ambil Bekasku, Mbak!
Sebagian Masa Lalu yang Terkuak


__ADS_3

"P-pak Sagara?" Gumam Teguh terbata-bata. Dia sangat terkejut melihat pria tua yang merupakan orang tua dari wanita yang dulunya sangat dicintai ada di sini.


"Ya, Teguh. Ini aku, Sagara. Ayah dari Aprilia, wanita yang kau beri harapan lalu setelah setelah hisap madunya lalu kau campakkan dia dengan sangat kejam!" ucapnya berapi-api. Masih melekat diingatan betapa terpuruk nya April saat mengetahui orang yang dicintainya ternyata menikah dengan wanita lain dalam keadaan dirinya sedang mengandung anaknya.


Tak ada manusia yang lebih kejam di dunia ini selain Teguh menurut Sagara.


"T-tidak, itu tidak benar, pak. Aku tidak pernah berniat meninggalkan April, dia sendiri yang selingkuh dariku," Sanggahnya. Memang kenyataan yang dilihatnya, April berselingkuh dengan pria lain.


Karena sakit hati, teguh meminum alkohol di suatu bar hingga pagi dirinya berada di ranjang bersama Santi. Wanita itu sedang menangis tersedu-sedu karena kehilangan keperawanan akibat ulah Teguh. Dan 1 bulan kemudian, Santi meminta pertanggung jawaban atas perbuatan Teguh hingga mengandung benihnya.


"Dasar bedebah! Ternyata selama ini kau masih termakan oleh tipuan nya?!" Sagara sudah berada diambang batas kesabaran. Selama ini dia memang hanya melihat keluarga Teguh dari kejauhan karena ada sosok malaikat kecil yang memang harus dijaga, namun nyatanya dia tak memiliki kekuasaan serta kekuatan apapun karena dirinya belum cukup mampu melawan Santi.


Sagara hanyalah pria miskin yang berjuang untuk terus hidup agar bisa menyelamatkan cucunya dari istana neraka ayah kandungnya sendiri yang bahkan tak tahu kalau dia adalah putri kandungnya.


"Apa maksud mu, pak?" Teguh semakin bingung kala Sagara mengacungkan jari telunjuk nya ke arah Santi dengan tatapan membunuh. Bahkan wajahnya sudah pucat pasi melihat sorot mata Sagara.


"Asal kau tahu, Teguh! Anak yang selalu kau siksa, anak yang selalu kau hina dan kau manfaatkan." Sagara menghentikan sejenak perkataanya kala air mata itu mengucur begitu saja. "Arasya Bimantara adalah anak kandung mu dengan Aprillia!"


Duarr!


Bagai tersambar petir di siang bolong, seakan-akan waktu berhenti berjalan, seluruh persendian Teguh terasa kaku hingga dia tak bisa bergerak, bahkan sekedar bernafas pun seakan tak bisa.


"A-arasya?" Gumamnya dengan air mata yang telah mengalir ke pipi. "ti-tidak ini tidak mungkin," Gumamnya lagi. Dia berusaha menampik bahwa putri yang selama ini dia siksa dengan sangat kejam bukanlah putri kandung nya.

__ADS_1


"Tidak mungkin, dia bukan anak kandung ku. A-aku mendapatkan nya dari Santi yang menemukan bayi itu di tong sampah." Elaknya yang memang itulah yang dia ketahui selama ini. Arasya adalah bayi yang ditemukan Santi saat dirinya bekerja di luar kota, dan saat pulang sudah ada bayi perempuan yang tidak diketahui identitasnya.


Saat itu Teguh sangat tidak setuju Santi berkeinginan merawat bayi yang baru saja ditemukan, namun karena bujukan Santi yang mengatakan mereka bisa memanfaatkan anak ini kelak ketika dewasa, membuat Teguh mengiyakan begitu saja.


"Dan kau percaya?!" Bentaknya. "kau percaya begitu saja dengan semua perkataan wanita iblis ini?! Wanita yang telah membunuh April dengan sangat kejam demi ambisi nya untuk mendapatkan mu?!"


"T-tidak, Teguh! Semua yang dikatakan kakek ini bohong! Aku tidak tahu siapa April, mana mungkin aku membunuhnya!"


"Diam, kau!" Bentak Teguh. Meskipun tadinya dia belum percaya dengan perkataan Sagara, tapi melihat ketakutan Santi membuatnya curiga bahwa apa yang dikatakan Sagar itu benar.


Hahaha..., Sagara tertawa menyeringai melihat Santi yang teramat pandai bermain drama.


Beberapa anak buah Sagara membekap mulut Santi dengan erat serta membelit tubuhnya di sebuah kayu tiang hingga tak bisa berkutik sedikitpun.


Setelah itu Sagara menceritakan kejadian demi kejadian yang dialami April, mulai dirinya saat dijebak di sebuah kamar bersama pria tak diketahui hingga Teguh memutuskan nya, lalu dirinya dinyatakan hamil. Dan saat ingin mengatakan nya pada Teguh, dia justru mendapatkan kenyataan pahit, ternyata Teguh baru saja melangsungkan pernikahan dengan Santi.


Karena tak yakin bisa membesarkan bayi yang dilahirkan, dia mendatangi rumah Teguh. Berharap pria itu mau membesarkan putri mereka. Naasnya, yang ditemui bukanlah Teguh, melainkan Santi.


Kala itu keadaan April sedang berjuang menahan sakit yang dideritanya, dan tanpa memikirkan dirinya, dia tetap mendatangi rumah Teguh.


Saat Santi mengambil paksa putri nya, April tetap berusaha melawan karena dia tahu wanita yang ada di depannya ini bukanlah wanita baik, namun sayangnya dalam sekali dorongan tubuh lemah April terjerembab ke teras keramik dengan keras. Dan disaat itu pula, April menghembuskan nafas terakhir.


Santi yang panik langsung menyuruh orang membawa jasad April ke jalanan sepi, hingga beberapa hari kemudian jasad nya baru ditemukan.

__ADS_1


Orang tua April tak memiliki biaya untuk sekedar melakukan otopsi, jasad yang hampir membusuk itu hanya bisa dikebumikan selayaknya jasad lain.


Hingga beberapa tahun kemudian, salah satu sahabat April yang tinggal saat di pengasingan datang menemui Sagara dan menceritakan semuanya. Namun apalah daya, dia hanya manusia rendahan. Sagara pernah datang ke rumah Teguh, tapi hanya mendapat usiran dari Santi. Bahkan setelah Santi tahu masih ada keluarga April yang mengetahui tentang identitas Rasya, dia semakin waspada dan selalu mengawasi gerak-gerik nya.


Hingga saat ini lah Sagara nekat menculik mereka yang dibantu orang-orang suruhan Saka karena sudah sangat muak dengan kelakuan Santi yang lagi-lagi menyakiti cucunya. Bahkan kali ini hampir membunuh nyawanya.


Dan andai Saka tidak meminta Sagara untuk mendonorkan darah pada Rasya, mungkin saat ini pun dia tak mengetahui bagaimana kabar cucunya.


"Aprilia, Rasya..," Gumam Teguh seraya menangis tersedu-sedu. Tangisan yang sudah tak berguna apapun.


Bahkan singa, hewan paling buas sekalipun akan selalu melindungi anak-anaknya. Tapi apa yang Teguh lakukan? Dia justru yang menjadi sumber kesedihan sang putri.


"Menyesal lah, Teguh. Tapi semua penyesalan mu tak berguna sedikitpun!"


"Le-lepaskan aku. Aku ingin bertemu dengan Arasya." Sahutnya disela-sela tangis.


Mendengar itu Sagara tersenyum sinis, dia tak akan mungkin melepas pria busuk ini. Karena Sagara sudah berniat ingin membalas semua sayatan luka di hati Arasya dengan sayatan di kulit nya.


...🌺🌺🌺...


Masih belum dijelaskan semuanya, tentang tes DNA Rasya yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi juga belum terbongkar kenapa hasilnya 99% anak kandung Teguh & Santi yang akan di jelaskan di part selanjutnya.


Beberapa mungkin tak terima, anak baik terlahir dari ayah jahat. Namun itulah faktanya, tidak semua yang buruk itu melahirkan yang jahat, begitu pun sebaliknya.

__ADS_1


Meskipun pahit, tapi Rasya harus mengakui bahwa Teguh adalah ayah kandungnya 😭 Tak akan ada dirinya bila tak ada Teguh.


Kasihan Rasya.😭


__ADS_2