
"Rasya, kamu kenapa?!" Saka terkejut bukan main kala melihat wajah istri nya di depan layar terlihat sangat pucat dengan mata sembab. Bahkan hidung nya sangat memerah, membuat Saka sudah bisa menebak kalau istri nya baru menangis.
"S-saka, es krim." Sahutnya diiringi sebuah tangisan, bahkan satu kepalan tangan nya digunakan untuk menutupi mata persis seperti anak kecil yang sedang menangis. Hal itu membuat rasa panik Saka seketika berubah lega. Entah apa yang membuat keinginan Rasya berubah, jika tadinya dia menginginkan ketiak Saka, kini berubah menginginkan sesuatu yang menurut nya sangat nikmat.
Saka menghembuskan nafas nya dalam, semenjak kehamilan, istri nya memang berubah menjadi selebai ini. Sedikit-sedikit menangis, bahkan tak jarang menggebuk-gebuk tubuh Saka saat pria itu tak langsung mengiyakan kemauan nya.
"Kamu mau Es krim?" Tanya nya penuh kelembutan. Mau bagaimanapun sikap istri nya sekarang, Saka tetap mencintai. Dia tahu, apapun keanehan yang terjadi pada istri nya, semua itu hanya karena hormon kehamilan dan bukan sepenuhnya sifat istri nya, Saka sangat memaklumi.
__ADS_1
"Ya, aku mau es krim punya mu."
Seketika pandangan Saka membola, menatap tak percaya wajah istri nya di depan layar.
"M-maksud mu?" Otak Saka masih loading mencerna perkataan ambigu sang istri nya. Meski begitu, jiwa kemessuman nya langsung bekerja cepat membayangkan sesuatu yang diinginkan sang istri.
"A-aku mau jilatin punya mu seperti es krim biar tidak mual." Jelasnya lagi. Terlihat sekali wajah Rasya sudah berubah merah. Seperti nya wanita itu masih memiliki rasa malu meskipun akhir-akhir ini urat malu nya sudah putus.
__ADS_1
Dikerjain beberapa kali oleh calon anak nya sendiri, tentu membuat nya sangat kesal. Dalam hati dia sudah berjanji, suatu saat ketika calon putranya sudah remaja dan tumbuh besar, Saka akan membuat putra nya gagal bercinta seperti dia kali ini. Bahkan dia berniat ingin mengganggu malam pertama putra nya ketika sudah menikah.
Pria itu terlihat cengo mendengar kemauan sang istri, hanya menampilkan wajah bengong dengan mulut terbuka tanpa bisa berkata-kata, membuat Rasya kesal.
"Ck, ya sudahlah! Kalau tidak mau biar aku jilatin punya pak satpam di depan" kata nya bersungut-sungut.
Bola mata Saka semakin melebar dengan urat-urat nya yang sudah menegang. "Jangan pernah bermimpi bisa melakukan nya dengan pria lain! Karena sebelum kau bisa melakukan nya, pria itu sudah lebih dulu masuk ke liang lahat!" Ancam nya penuh amarah. Wajah Saka bahkan langsung terlihat memerah karena amarah.
__ADS_1
Baru saja dibuat melayang, dalam sekedipan mata langsung dihempaskan ke jurang terdalam. Tanpa mengucap kata perpisahan, Saka langsung mematikan sambungan panggilan video dan bangkit dari kursi kebesaran nya.
Tanpa membereskan barang-barangnya yang masih berserakan, Saka berjalan tegas keluar ruang kerja dengan langkah lebar dan terkesan terburu-buru. Nafas nya terdengar memburu, dia tak memperhatikan anggota tubuh nya yang hanya memakai kemeja sudah digulung sepanjang siku dilengkapi dasi miring tanpa memakai jas. Ditambah kaki nya yang hanya dibaluti kaus kaki tanpa mengenakan sepatu karena sebelum nya Saka memang sedang melepaskan sepatunya. Dia tak sadar dengan semua yang ada pada diri nya karena fokus nya hanyalah pada Rasya, dia ingin segera sampai di rumah untuk menghukum mulut lemes istri nya.