
Satu bulan berlalu, setelah semua tindakan kotor yang dilakukan Teguh selama ini, kini dia menuai ganjaran nya. Dia dijebloskan ke dalam jeruji besi oleh Weni. Wanita itu tak terima melihat semua laporan keuangan nya yang ternyata sudah banyak dikorupsi oleh Teguh.
Berbagai saluran telivisi menayangkan beberapa kasus Teguh selama ini, dan tentu sangat berdampak buruk terhadap Rasya.
Wanita yang sudah 4 minggu betah memejamkan mata, akhirnya bosan juga. Rasya sudah tersadar dari kritisnya sejak 5 hari yang lalu, namun masih harus menunggu 2 hari lagi untuk bisa pulang.
Dan sekarang sedang menikmati sebuah saluran televisi yang membahas tentang satu orang cukup terkenal di dunia bisnis yang terkena berbagai skandal. Mulai dari skandal pernikahan nya dengan sang istri, laporan korupsi, serta menjadi simpanan pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Dan dari semua kasus itu membuat nya menjadi tranding nomor satu di laman pencarian.
Rasya menatap nanar berita yang disiarkan oleh seorang reporter di sana, lagi lagi kehidupan nya kembali ikut terseret dengan semua kelakuan ayah kandungnya.
Sebagai anak, tentu dia malu dengan semua kenyataan itu.
Klek.
Pintu ruang rawat terbuka, menampilkan Saka yang baru saja datang lengkap dengan pakaian kerjanya. Ya, pria itu sudah menunjukkan identitas aslinya.
Flashback on.
"Rasya, apa kau tak ingin melihat siapa orang yang ada di depan mu saat ini?" Saka yang sudah sangat frustasi melihat istrinya tetap betah dalam tidur panjangnya, akhirnya melakukan cara lain.
Dia berpenampilan menjadi Andreas dihadapan Rasya. Menggunakan lensa mata warna coklat, lengkap dengan jambang serta bulu-bulu wajah yang tampak sangat mengerikan jika dipandang.
Kemudian dengan isengnya bibir pria itu menyusuri seluruh wajah sang istri hingga rambut-rambut yang memenuhi wajah itu terasa menggelitik di wajah Rasya.
Di alam bawah sadarnya, Rasya merasa kalau bosnya, Andreas, sedang bertindak messum dengan nya. Otomatis dia berusaha melawan, sekuat tenaga dia mengumpulkan seluruh nyawa agar bisa menyingkirkan Andreas dari tubuhnya.
__ADS_1
Dan berhasil! Rasya mendorong dengan sekuat tenaga tubuh Andres hingga pria itu terjungkal ke lantai.
"Apa yang bapak lakukan?!" Bentak nya. Baru saja membuka mata, Rasya langsung bisa menatap tajam Andreas lengkap dengan suara bentakan nya yang sangat lantang.
Hal itu membuat Andreas alias Saka double shock. Pertama dia shock tiba-tiba tubuhnya terjungkal ke lantai, shock kedua karena dibentak, dan shock ketiga karena menyadari ternyata istrinya sudah terbangun dari koma.
"S-sayang, akhirnya kamu sadar juga." Saka tak memperdulikan rasa nyeri di bokong nya. Dia bangkit dengan tergesa-gesa dan menghampiri sang istri yang masih menatap nya dengan tajam.
"Lancang! Jaga bicara Anda!" Sahutnya lantang seraya mengacungkan jari telunjuk, memberi isyarat agar Andreas tak mendekati.
Saka yang kebetulan mendadak amnesia kalau saat ini sedang berpenampilan menjadi Andreas hanya kebingungan mendapatkan penolakan dari sang istri.
"Sayang, apa kamu mengalami amnesia?" Tanya nya khawatir. Padahal dokter telah mengatakan luka di kepala Rasya tak menimbulkan gegar otak, tapi kenapa mendadak istrinya bersikap seperti ini?
"Jangan memanggil saya dengan sebutan sayang, pak Andreas! Terdengar sangat menjijikkan!" Rasya semakin lantang mengucapkan nya.
"Oke, oke. Aku akan berhenti mendekati mu . Tapi lihatlah ini."
Sreek, sreek, sreek.
Saka melepas satu persatu rambut yang dipakai untuk menutupi pinggiran wajahnya.
Melihat tindakan Andreas, Rasya menutup mulut. Dia belum curiga sama sekali bila dibalik wajah Andreas merupakan bentuk asli wajah Saka. Tapi dia cukup terkejut karena ternyata semua jambang yang melekat itu palsu.
"Tataplah wajah ku, Rasya. Apa sekarang kau mengenal ku?"
__ADS_1
Deg.
Tubuh Rasya dibuat menegang melihat orang didepannya sudah berubah menjadi Saka dengan warna bola mata berbeda. Belum berhenti keterkejutan nya, kini ditambah terkejut kala Andreas membuka lensa di mata. Hingga tampang lah wajah Saka yang sempurna. "S-saka," Gumam Rasya tergagap. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali berusaha menepis penglihatan nya yang tampak tak wajar.
"Ya, Rasya. Aku Saka suamimu. Lebih tepatnya Andreas Saka Wijaya,"
Rasya membekap mulutnya, air matanya meleleh menyadari kenyataan ini. Berbagai perasaan bercampur menjadi satu, membuat nya tak bisa berkata-kata selain membekap mulut.
"Rasya, Andreas yang selama ini kau kenal sebagai CEO perusahaan Wijaya Corp. Adalah laki-laki yang sama menjadi suami mu," Jelas Saka mulai mendekati sang istri. Dia meraih tangan yang sedang membekap mulut itu lalu mengusap lelehan bening di wajahnya.
"Rasya, maafkan aku karena tidak jujur dari awal. Tapi aku bersumpah, apapun yang ku lakukan tidak ada niatan sama sekali untuk membohongi mu. Perasaanku tetap sama, aku selalu mencintaimu bahkan sebelum kau menjadi istriku."
Dan pernyataan terakhir Saka sontak semakin membuat Rasya terkejut. Mencintai nya sebelum menjadi istri nya? Yang artinya Saka mencintai nya saat dia masih menjadi istri Dimas.
"A-apa? A-apa lagi yang kau sembunyikan dariku?" Tanya nya dengan nada lemah. Bahkan air matanya masih terus berjatuhan.
"S-sudah itu saja." ucap Saka takut. "tapi, Rasya, sungguh aku tak bermaksud menyembunyikan semua ini dari mu, a-aku melakukan nya karena sedang menjalani hukuman dari kakek. Jangan benci aku, Rasya. Aku mencintaimu dengan tulus, dan benar-benar tak ad-"
"Ssstt..," Rasya menghentikan mulut beo Saka yang tak berhenti mengoceh dengan menempelkan jari telunjuknya dibibir. "kenapa kau berubah menjadi cerewet?" Tanya nya sedikit menarik sudut bibirnya. Rasya merasa lucu dengan wajah Saka yang terlihat panik.
"A-apa kau tak marah?" Saka menatap kedua bola mata Rasya dengan intens, berharap mendapatkan jawaban atas pertanyaan nya di sana.
"Untuk apa aku marah? Seharusnya aku bangga karena ternyata suamiku yang terkenal pengangguran ini adalah seorang CEO perusahaan terbesar di negeri."
"Benarkah?" Saka menatap nya dengan pandangan berbinar-binar. Dia segera menghambur ke pelukan nya kala melihat anggukan kepala dari Rasya.
__ADS_1
"Terimakasih, sayang. terimakasih..., aku sangat bahagia karena akhirnya semua misi ku berhasil dan kau juga telah mengetahui,"
Dan setelah kejadian itu, keduanya semakin mesra. Tak ada lagi hal-hal yang disembunyikan Saka baik besar maupun kecil.