
Tatapan laparnya semakin kentara kala bola mata nya tak bisa berkedip apalagi beralih pandang dari dua benda kenyall itu.
Hap.
Tubuh Rasya semakin tak karuan kala dua tangan besar Saka bertengger di sana. Ini lah yang sejak kemarin digadang-gadangkan Saka. Menjadi bayi besar adalah nikmat terindah menurut nya. Setelah tangan ya puas memainkan benda berbentuk squishy, Saka mulai membuka penutup nya secara perlahan-lahan hingga udara dingin itu mampu menusuk kulit nya yang tak tertutup apapun, bercampur dengan hawa panas yang tercipta dari dalam tubuh mereka. Panas dan dingin bercampur menjadi satu, menciptakan perasaan serta suasana yang tak bisa tergambar hanya dengan sebuah kata.
"S-saka," Panggil Rasya lemah. Meskipun tubuh nya tak menolak, namun ingatan nya tentang mereka yang masih di tempat terbuka, bahkan tubuh nya hanya beralaskan selembar kain sebagai penghalang antara tubuh dan tanah supaya tak bersentuhan langsung membuat hatinya menolak untuk melanjutkan kegilaan ini.
"Saka, kita lanjutkan di penginapan ya," Pinta Rasya penuh harap. Dia benar-benar takut kepergok seseorang saat memproduksi anak.
__ADS_1
"Tidak, sayang. Nanggung, di sini saja." Sahutnya cuek tanpa menatap wajah sang istri. Dia justru lebih fokus dengan mainan nya, yaitu meminum asi dari sumber nya dengan penuh kelembutan di tiap sedotan nya.
"S-saka, sudah." Rasya membelalakkan mata kala suaminya nekat membuka pakaian bawah nya. Bahkan pria itu semakin melancarkan aksinya dengan bermain di area-area yang semakin mengundang birrahinya.
Tangan nya terus-terusan bekerja, dan kini gantian mulai membuka pakaian bawah nya dan mengeluarkan isinya, membuat Rasya semakin tak bisa berkata-kata.
"Tidak, sayang. Aku sudah mengeluarkan senjata. Sangat tidak enak bila harus memasukkan kembali sebelum digunakan untuk bertempur." Sahutnya dengan seringai lebar. Pria itu semakin bergairah, melihat betapa takut nya sang istri yang seperti sedang di perkosaa. Dan hal ini benar-benar membuat nya semakin bertambah gairah.
Melakukan hubungan dengan wanita yang tidak menginginkan itu semakin nikmat bila mampu mendapatkan kenikmatan itu. Dan Saka benar-benar ingin memaksa sang istri melakukan di sini.
__ADS_1
"Saka, mphh..," Belum selesai bicara, bibir nya sudah lebih dulu disumpal dengan bibir Saka yang semakin menebal. Pria itu benar-benar mampu menggelitik seluruh rongga mulut nya hingga semakin menambah keinginan dua insan itu untuk melanjutkan saat ini juga.
Saka melakukan semua yang sudah menjadi naluri nya, hingga proses penyatuan pun terjadi. Rasya tak mampu mengelak lagi. Pesona Saka benar-benar mampu membuat nya kehilangan akal, bahkan meski di tempat terbuka namun Rasya juga sangat menikmati. Justru kegiatan kali ini semakin mengesankan ketika bukan hanya ketangguhan mereka yang di uji, namun juga adrenalin mereka.
Hingga saat hampir mencapai kepuasan dan Saka sedang bersiap-siap menanamkan seluruh bibit unggul nya ke tempat keramat itu, tiba-tiba Rasya merasakan sesuatu mengganggu konsentrasi nya.
"Aaaaa...!" Rasya menjerit keras saat melihat ternyata lengan kirinya di hinggapi ulat besar panjang berbulu panjang. Tubuh nya langsung berjangkit berusaha bangkit dari posisi nya, hingga tubuh Saka yang tadinya sedang bergerak naik turun mengungkung nya tiba-tiba terjatuh ke tanah.
Shitt! Umpat nya dalam hati. Baru saja ingin menceburkan benih-benih unggul nya kolam, niat baiknya tiba-tiba dihentikan dengan pengganggu tak jelas.
__ADS_1