
"Hahahaha ... aaaaa ... Saka, lepas hahaha ... Hentikan..!" Rasya berguling-guling di atas tanah kala Saka tak berhenti menjahilinya dengan menggelitik seluruh tubuh nya.
Saat ini mereka sedang berada di kebun teh, menikmati suasana pegunungan yang teramat menyejukkan, menghirup udara sejuk ini seakan mampu menghilangkan seluruh beban dunia yang yang dipikulnya selama ini.
"Tidak, sayang. Kali ini aku benar-benar tak akan melepaskan mu," Saka masih terus menggelitik perut Rasya hingga wanita itu seperti kehilangan nafas akibat terlalu lama tertawa.
"Hahahaha ... Sayang, hentikan!" Rasya mencoba menghindar namun tetap tak bisa, yang ada justru tubuh Rasya ditimpa tubuh besar Saka yang akhir-akhir ini semakin timbangan nya bertambah berat.
"Tentu aku tak akan melepaskan mu. Justru sekarang aku ingin menagih jatah ku selama tiga hari ini, karena sudah membuat ku melewati 3 hari tanpa mu." Sahutnya dengan menatap intens manik mata bening Rasya yang juga sedang menatap nya.
__ADS_1
Pandangan Saka terus memindai bentuk wajah istri nya. Tangan nya dia gunakan untuk membingkai wajah itu, lalu menatap nya lamat-lamat agar terus mengingat wajah istri nya, agar saat nanti berpisah dan merasa rindu dia bisa mengingat wajah itu.
"Saka! Kenapa kau sangat messum?" Bola mata Rasya melotot sembari mengepalkan tangan dan menonjok keras tangan kekar pria itu saat merasakan sesuatu terasa menusuk perut bagian bawah nya.
Hah, baru saja mengatakan seperti itu, lagi-lagi Saka on fire. Seperti nya memang semua pria memiliki naffsu yang tinggi.
Rasya jadi membayangkan yang tidak-tidak, bagaimana jadinya bila tiba-tiba Saka menginginkan kepuasan namun tak ada dia disampingnya? Apakah Saka akan mencari wanita lain?
"Karena ada kau didekat ku, sayang." Jawab Saka dengan suara sudah berubah serak. Dia sudah merasakan aura-aura tak beres. Dan dapat dipastikan, sebentar lagi dia akan melakukan pertempuran panas yang mungkin membutuhkan banyak tenaga. Terlebih suami nya menagih jatah nya selama tiga hari, dan ingin menebus di hari ini juga.
__ADS_1
Mungkin besok dia sudah tak mungkin bisa berjalan mengingat betapa perkasanya Saka. Pria itu bahkan kuat semalaman suntuk mengeluarkan keringat nya demi meraih puncak kenikmatan yang seperti nya begitu membuat nya bahagia serta sebagai suplemen bagi tubuh nya yang perkasa.
"T-tapi, kita masih di ruangan terbuka. Nanti terlihat orang lain." Cegah Rasya seraya menjahan nafasnya agar tak mengeluarkan suara aneh saat bibir Saka sudah mulai menyusuri leher dan tulang selangka nya yang terbuka.
Rasya tampak memejamkan mata sembari menggigit bibir bawahnya kala lidah Saka juga ikut bermain di sana. Ingin sekali rasanya dia mengumbar suara nya, namun ingat masih di ruangan terbuka yang tentu nya akan sangat berbahaya bila di dengar oleh pasangan muda yang belum memiliki ikatan suci.
"Saka, jangan disini." Tangan nya mencekal pergelangan tangan Saka yang hampir membuka tali di kerah bajunya. Dia benar-benar takut Saka akan kebablasan melakukan di tempat ini.
"Tidak apa-apa, sayang. Tidak akan ada orang yang melihat nya." Sahut nya dengan tangan nya kembali bekerja. Membuat dua benda menantang di dalamnya sedikit demi sedikit mulai terlihat.
__ADS_1
Tatapan laparnya semakin kentara kala bola mata nya tak bisa berkedip apalagi beralih pandang dari dua benda kenyall itu.