Ambil Bekasku, Mbak!

Ambil Bekasku, Mbak!
Bambang Setya Wijaya


__ADS_3

"Sial! Anak itu semakin hari semakin tidak memiliki sopan santun!" Tuan Bambang membuang ponsel nya ke sudut sofa. Pria yang sudah berumur lanjut itu tengah mengatur nafasnya yang nampak memburu. Sudah seusianya masih saja dibuat darting dengan kelakuan cucu satu-satunya.


Tangan nya setia bertumpu pada tongkat legend nya yang sudah bertahun-tahun menemani dengan kuat serta tatapan menjurus tertuju pada lantai dengan pandangan lurus serta tajam. Dahinya sedikit mengkerut memikirkan cara agar bisa bertemu dengan cucunya saat ini.


Meski telah memutar otak, namun sepertinya tak ada cara lain kecuali menemui cucunya ke rumah sakit. Dari mata-mata nya mengatakan kalau Saka berada di sana.


"Siapkan mobil, kita ke rumah sakit tempat wanita itu dirawat!" Perintah Tuan Bambang tegas.


Orang yang mendapatkan perintah langsung menganggukkan kepala dan berlalu dari sana. Dia faham betul wanita yang dimaksud tuan besar nya. Setelah beberapa hari ini dibuat bolak-balik memastikan keadaan penerus keluarga Wijaya yang berada di rumah sakit.


Tak ingin membuang-buang waktu, Tuan Wijaya segera bangkit dari sofa dan


bergerak keluar sendiri meski langkah nya tak lagi tegas seperti saat dirinya muda.


.

__ADS_1


.


.


Rumah Sakit Medica.


Tak membutuhkan waktu setengah jam, mobil mewah yang ditumpangi Tuan besar Wijaya telah sampai di pelataran Rumah Sakit. Tanpa menyia-nyiakan waktu, pria paruh baya itu memasuki lift diiringi para pengawal nya.


Dan lantai yang dituju mereka adalah lantai yang sama dengan letak ruangan Rasya.


Sayup-sayup mereka mendengarkan suara-suara merdu dari dalam sana. Membuat para pengawal jomblo menelan ludahnya susah payah layaknya menelan bongkahan batu besar tanpa dikunyah.


Sedangkan kakek tua itu mengumpat kesal mendapati kelakuan cucu nya yang sangat doyan menyemburkan air keramat nya dimana-mana tanpa mengenal tempat.


Salah seorang pengawal membantu menutup pintu yang tak tertutup sempurna setelah mendapatkan isyarat dari Tuan Bambang Setya Wijaya, sehingga mereka sedikit bernafaskan lega karena setidaknya suara-suara merdu itu tak lagi terdengar begitu keras di telinga mereka, meski sebenarnya tetap masih terdengar.

__ADS_1


Beberapa pria bahkan sudah on fire mendengar suara kenikmatan yang sepertinya benar-benar sangat nikmat. Mengamati celana masing-masing yang sudah mengembung membuat Tuan Bambang kembali mengumpat karena ternyata yang doyan enak-enak bukan hanya sang cucu, melainkan semua pengawal juga memang senang melakukan yang enak-enak.


"Kalian berjaga di sekitar sini saja. Aku akan masuk sendiri." Perintah Tuan Bambang setelah beberapa saat tak lagi mendengar suara merdu cucunya. Itu artinya kegiatan enak-enak nya sudah selesai.


Mereka kompak mengangguk. Berhubung banyaknya pengawal yang menemani Tuan besar, salah seorang pengawal memanfaatkan kesempatan. Dia menyelinap pergi ke toilet untuk menuntaskan sesuatu yang sudah sangat mengganjal dan membuat nya sangat tidak nyaman.


Saat sedang tergesa-gesa pergi ke toilet secara diam-diam, tak sengaja tubuhnya menabrak seorang wanita muda berpakaian perawat. Sontak pria itu menangkap pinggul wanita itu agar tak terhempas ke lantai.


Grep.


Keduanya saling terdiam dengan mata saling berpandangan intens, persis seperti drama-drama di FTV. Wanita itu nampak terkejut, jantung nya berdetak tak karuan menatap pahatan wajah sempurna didepannya. Terlebih kala merasakan perutnya sedikit mengganjal karena tertusuk benda keras disana, sontak wajah wanita itu memerah membayangkan pria itu sedang on fire hanya dengan menyentuh tubuhnya.


Dengan pedenya dalam hati wanita itu meyakini kalau pria itu on fire karena memeluk tubuh moleknya. Dengan seringai nakal, tangan wanita itu mengelus lengan kokoh pria itu hingga membuat sang pengawal tersadar dari lamunannya.


Brukk.

__ADS_1


"Aaah..!" Wanita itu menjerit keras saat pria yang baru saja menolongnya itu dengan tega melepaskan tubuhnya sebelum dirinya benar-benar siap bangkit dari posisinya. Dan dengan sadisnya pria itu meninggalkan begitu saja perawat yang sedang kesakitan kala bokong nya mencium lantai dengan begitu takzim.


__ADS_2