Ambil Bekasku, Mbak!

Ambil Bekasku, Mbak!
Pesona Rasya


__ADS_3

"Terimakasih, pak." Rasya turun dari motor dengan tergesa-gesa dan langsung berlari untuk masuk.


Namun sebelum bisa masuk, tangan nya ditarik kasar oleh seseorang.


"Bisa-bisanya jam segini baru masuk! Dasar tidak disiplin!"


Jelas saja Rasya tersentak saat tangan nya di cekal kuat bersamaan dengan suara keras yang jelas-jelas ditujukan kepadanya. Dia tahu siapa pemilik suara itu. Meski hati nya sangat enggan berdebat, tapi akhirnya tetap berhenti dan menatap kearah orang yang baru saja bersuara.


"Memang nya kenapa kalau aku datang terlambat? Toh bukan kamu yang menjadi bos ku." Rasya sangat sedikit tidak senang dengan Rania yang sok mengatur nya seperti bos. Bukan itu juga, yang sebenernya tergesa-gesa untuk masuk ke kantor, mau tak mau harus membuang-buang waktu karena tangan nya masih dicekal dengan kuat.


"Berani nya kamu berkata seperti itu!" Bentak nya semakin marah. "aku ingatkan baik-baik, Rasya! Kalau kau meninggalkan kesan buruk di sini, maka nama ku dan mas Dimas juga akan terseret karena kau keluarga ku! Jadi ku ingatkan sekali lagi! Jangan pernah berbuat yang tidak baik karena akan mencemarkan nama baik keluarga!"


Tentu saja Rasya mendengus kesal waktunya habis untuk mendengar kata unfaedah kakak nya.


"Sudahlah, mbak. Sekarang aku sedang buru-buru, kalau mbak Rania mau menceramahi ku, tunggu sampai jam istirahat kerja." Sahut nya seraya melepaskan cekalan tangan, namun justru semakin merapat. "Bukan kah mbak Rania seharusnya juga sedang waktunya bekerja?" Tanya nya seraya menaikan satu alis.


Rania semakin marah, "Kau..!" Perkataan nya terhenti saat menyadari Rasya berhasil melarikan diri.


Jari telunjuk nya yang diacungkan ke depan wajah Rasya, tentu saja dimanfaatkan Rasya, karena sebelumnya tangan Rania masih mencekal lengannya, dan setelah melepaskan tanpa sengaja, Rasya langsung berjalan menjauh. Jelas saja itu membuat Rania semakin meradang. Dia marah besar! Namun Rasya tetap mengabaikan begitu saja, lagian sejak kapan kemarahan Rania menjadi urusan nya?


"Rasya! Awas kau!" Teriak nya setelah Rasya berhasil menjauh.


"Arrghh..! Siall! Dia semakin berani pada ku!" Gumamnya seraya merapatkan kepalan tangan nya. Dengan amarah yang masih menggebu-gebu, dia tetap meneruskan jalannya ke tempat yang ingin dituju.

__ADS_1


.


.


.


"Selamat pagi, pak. Maaf saya datang terlambat." Kata Rasya setelah membuka kasar pintu ruangan meeting. Semua orang yang sudah berada di sana menatap kearah Rasya dengan tatapan berbeda-beda. Tentu saja Rasya tak berani memindai wajah mereka satu persatu karena merasa canggung dengan kedatangan nya yang terlambat dan membuat mereka menunggu.


"Akhirnya kau sudah datang, Rasya. Kami sudah menunggu mu."


Bukan suara Andreas yang masuk ke indra pendengaran Rasya, namun laki-laki yang menjadi asisten Andreas lah yang berkata. Tentu Rasya mengalihkan tatapan nya ke sana, Rasya dapat melihat jika kursi yang seharusnya ditempati Andreas masih kosong, namun disebelah nya sudah ada Keanu yang sepertinya sedang memandu jalannya rapat pagi ini.


Rapat kali ini memang dadakan semalam Andreas baru mengabari di grup, mereka yang terlibat di proyek pembangunan salah satu mall itu lah yang mengikuti rapat berhubung siang ini akan mengunjungi proyek.


"Maaf, pak. Saya ada masalah yang menyebabkan terlambat datang." Katanya se-dki berbisik, kebetulan tempat duduk Rasya dan Keanu berhadap-hadapan, jelas Keanu tahu saat wanita itu berkata pada nya meski menggunakan intonasi rendah.


"Sudah tidak apa-apa, pak Andreas sudah mengatakan nya kalau hari ini kau izin masuk telat." Sahutnya yang juga memelankan suaranya.


Hah?


Tentu saja hal itu membuat Rasya terkejut, dia bahkan sampai terbengong-bengong menatap wajah Keanu. Kapan dia memberi tahu Andreas kalau akan datang terlambat? Sungguh mengherankan! Dan keheranan ini benar-benar menjadi sebuah pertanyaan besar bagi Rasya. Apakah bos nya ini sedang memata-matai nya?


"Kenapa bapak bisa tahu?" Setelah dipikir-pikir, Rasya lebih memilih bertanya untuk mengobati penasaran dibenaknya kali ini. Dia menunjukkan tanda keterkejutan itu di hadapan banyak orang.

__ADS_1


Bukan nya menjawab, sesaat Keanu justru terlihat gelagapan, namun itu hanya sebentar. Pria datar itu memang sangat pintar menyembunyikan ekspresi nya, dalam sekejap dia bahkan kembali menunjukkan mimik muka datar tanpa ekspresi seperti biasanya.


"Tidak, maksud saya bukan kamu yang izin datang telat. Tapi pak Andreas yang datang terlambat dan menyuruh saya memandu rapat, tapi karena tidak fokus saya malah ingat nya kau juga sudah izin." Sahutnya yang sungguh sebenarnya tak masuk akal sama sekali. Untunglah Rasya bukan wanita yang tak selalu mempercayai perkataan orang, Rasya justru bernafas lega setelah mendengar perkataan Keanu karena menganggap apa yang dikatakannya memang benar. Itu artinya dugaannya bahwa Andreas memata-matai nya tidaklah benar.


"Oh, seperti itu rupa nya." Sahut Rasya seraya menerbitkan senyum.


Sebuah senyuman yang mampu membuat seorang pria yang sejak tadi menatap Rasya dengan penuh kekaguman serta cinta itu semakin menimbulkan gejolak rasa. Pria itu terus menatap wajah Rasya yang terlihat semakin bertambah cantik berkali-kali lipat dari sebelumnya. Wajahnya bersinar tanpa ada satu pun bekas jerawat, tubuh nya terbungkus dengan pakaian mahal membuat nya semakin terlihat berkelas dan tentu saja menggoda iman nya. Tiba-tiba saja, sebuah rasa muncul kembali yang membuat nya merasa sangat menyesal dengan keputusan nya.


Di relung hatinya, dia juga merasa kesal serta cemburu melihat Rasya yang terlihat sangat cantik. Seharusnya kecantikan itu hanya untuk dirinya, namun kini sudah berbeda, dia tak memiliki hak apapun untuk dirinya.


Rambut itu semakin indah kala jepit rambut yang bertengger menghiasi kepala nya. Kemudian tumbuh rasa kesal saat Rasya sejak tadi tak sekalipun menatap kearah nya. Terlebih ketika Keanu dan Rasya saling berpandangan dan seperti membicarakan sesuatu yang terlihat dekat, membuat hatinya benar-benar terbakar api cemburu.


"Ternyata kau masih menempati hati ku, Rasya." Gumam pria itu dalam hati setelah menyadari dirinya sedang cemburu.


"Sudahlah, lagian aku yakin Rasya masih sangat mencintai ku. Aku akan membuat mu kembali kepada ku, Rasya." Pria itu menampilkan seringai tipis diwajahnya dengan tatapan yang masih tertuju pada Rasya, hingga tak menyadari wanita yang tadi berada di samping Dimas terlihat sangat kesal karena sang suami justru tak mengalihkan tatapan nya dari mantan istri nya. Tentu saja Rania sangat tahu arti tatapan itu sebuah tatapan yang seharusnya hanya diberikan seseorang yang sedang jatuh cinta.


"Maaf, Saya terlambat." Suara bariton itu berhasil membuyarkan pemikiran semua orang.


...🌺🌺🌺...


Maaf banget teman-teman, untuk hari ini dan kemarin aku slow update. Untuk kedepannya mungkin bisa up lebih rajin lagi.


Btw aku minta tolong like& komen sebanyak-banyaknya ya... Supaya novel ini semakin naik untuk memotivasi ku agar tambah semangat update.

__ADS_1


Semua komen kalian selalu ku baca dan membuat ku semangat update, Terimakasih banyak ya.😍


__ADS_2