
Sembilan puluh hari sembilan puluh malam telah terlewati oleh sepasang suami-isteri yang belum berani melakukan hubungan karena takut larangan dari Tuhan. Dan hari ini adalah rencana mereka untuk kembali melaksanakan ijab qobul.
Ternyata, ada saja rintangan untuk menyempurnakan keimanan mereka. Teguh Bimantara yang berstatus sebagai ayah kandung dari Arasya Bimantara, tak mau menjadi wali nikah sebelum memenuhi syarat yang mereka berikan. Dan syarat yang diajukan adalah, Rasya harus membelikan mobil keluaran terbaru mengingat mobil lama nya sedang rusak karena kecelakaan dua hari lalu yang mengakibatkan bagian depan nya rusak karena menabrak trotoar.
"Tapi, pa. Aku tidak memiliki uang sebanyak itu. Gaji ku satu tahun saja tidak cukup untuk membeli mobil yang papa inginkan." Rasya sangat frustasi dan hampir saja menangis mendengar keinginan orang tuanya. Tega-teganya dia terus-terusan diperlakukan seperti ini. Memohon agar mau menjadi wali nikah adalah permintaan terakhir nya karena setelah ini Rasya benar-benar tak ingin berhubungan dengan keluarga bayangan nya, akan tetapi mereka memanfaatkan kelemahan Rasya.
"Ya, itu terserah kamu. Kalau kamu memang ingin papa menjadi wali nikah mu, maka penuhi syarat yang papa minta. Kalau tidak mau, ya, cari wali nikah yang lain. Tapi asal kamu tahu, Rasya. Wali nikah tidak akan sah digantikan siapapun bila ayah kandung nya masih hidup dan sehat." Gertak Teguh.
Teguh memang tidak tahu perihal agama, bahkan tentang permintaan Rasya yang meminta nya menjadi wali nikah pun sebenarnya tak memahami. Namun, melihat bagaimana Rasya memohon kemarin, mendorong nya untuk mencari tahu tentang wali nikah pada seorang ustadz.
Dan setelah dijelaskan panjang lebar yang intinya wali nikah tidak bisa digantikan siapa pun ketika ayah kandung nya masih hidup serta mampu secara jasmani rohani, membuat Teguh diam-diam memanfaatkan keadaan itu. Dia sangat bangga karena diakui sebagai orang tua kandung Rasya, tidak sia-sia pula dia membesarkan Rasya karena ternyata ada manfaatnya.
"Pa, untuk terakhir kali saja, Rasya minta bantuan, papa. Tolong jangan persulit Rasya."
Permohonan Rasya terdengar begitu pilu, bagaimana tidak? Permintaan nya itu diiringi sebuah tangis hingga membuat hati Saka yang sejak tadi hanya menyimak merasa teriris. Dia benar-benar tak tega melihat istri nya memohon seperti ini pada orang tuanya sendiri.
"Saya akan belikan mobil yang Anda inginkan. Tapi sebelum nya, mari ikut ke masjid depan kompleks," Saka menatap dingin Teguh. Tak ada rasa hormat, tak ada pula rasa takzim terhadap orang tua di depan nya karena menurut nya sangat tidak pantas menghormati orang seperti Teguh meskipun dia adalah orang tua Rasya.
Bicara mengenai orang tua Rasya, Saka sudah menyelidiki nya. Dan sebuah kejutan besar tentang masa lalu orang tua Rasya dan Rania, juga rahasia mereka.
"Kamu yakin bisa membelikan mobil?" Teguh menatap remeh Saka. Dia sangat tak yakin menantunya yang pengangguran ini bisa membelikan mobil keluaran terbaru.
"Jangan mimpi, Saka! Memang nya kamu kerja apa sampai bisa membelikan mobil semahal itu? Bahkan makan saja masih numpang Rasya, tapi sok-sokan belagu mau membelikan mobil. MIMPI!" Teguh mengatakan nya dengan penuh penekanan serta tatapan menghina.
Sontak, hinaan itu terasa melekat di rekaman memori Saka. Dia tak akan pernah melupakan orang-orang yang berbuat buruk pada nya di masa susah, juga tak akan melupakan orang-orang yang berbuat baik di masa susah.
"Baiklah, kalau memang tidak percaya. Anda bisa memberikan nomor rekening saja, biar saya transfer," Saka mengotak-atik ponsel nya membuat Rasya menghentikan kegiatan sang suami. Dia tak ingin Saka terus-terusan berjuang untuk nya.
"Saka, jangan! Kamu tidak perlu membuang-buang uang mu, aku masih memiliki sedikit tabungan, sepertinya akan cukup untuk uang muka kredit mobil," Kata nya lirih. Rasya menundukkan kepala, memikirkan setelah ini pasti dia akan hidup sehemat mungkin karena gajinya akan terpotong untuk membayar cicilan.
"Tidak apa-apa, aku masih memiliki simpanan. Akan ku gunakan untuk membeli mobil, anggap saja ini sebagai ungkapan rasa cinta ku yang teramat besar. Meski uang ini tidak ada satu persen dari rasa ku pada mu, tapi izinkan aku untuk memberikan nya."
__ADS_1
"Cih, rupanya ada drama sepasang kekasih miskin yang sok belagu menunjukkan keromantisan." Rania yang baru saja keluar kamar langsung mendekati papa nya saat melihat ada Rasya di sana. Dia tak ingin papa nya berbuat baik pada dua orang itu, dan ternyata justru mendengar papa nya ingin meminta mobil baru. Jelas Rania bersorak dalam hati, membuat adiknya sengsara merupakan suatu kebahagiaan tersendiri sejak dulu.
"Sudahlah, jangan kebanyakan drama. Kalau kalian memang ingin aku nikahkan, maka segera lah bawa mobilnya kemari. Tapi jika memang tidak bisa, aku tidak akan pernah menikahkan mu, Rasya." Teguh beranjak dari sofa dan hampir melangkahkan kakinya dari sana.
"Beri saya waktu sepuluh menit, mobilnya sedang dalam perjalanan," Saka menampilkan ekspresi datar nya, membuat Teguh yang sebenarnya ingin tidak mempercayai perkataan menantu nya, seketika mengurungkan niat.
"Kau yakin? Kau tidak sedang menipu ku, kan?" Tanya Teguh penuh selidik.
"Ck, jadi papa percaya begitu saja dengan perkataan di gembel ini? Pa, mana mungkin pengangguran ini bisa membelikan mobil. Papa kan tahu sendiri, makan saja menumpang pada Rasya." Rania menyilangkan kedua tangan itu menatap Rasya dan Saka dengan tatapan mengejek.
Sebisa mungkin Saka tetap bisa mengendalikan amarahnya, karena sekarang belum saat yang tepat untuk membalas semua perbuatan keji mereka.
"Diam, Rania! Jangan ikut campur," Teguh yang melihat diam nya Saka dengan aura membunuh, membuat nya tak tenang.
Dia tahu aura itu. Sebagai seorang pebisnis, dia sangat paham bila aura yang ditunjukkan Saka kali ini bukan lah orang biasa, melainkan aura para pebisnis hebat yang memiliki banyak kekuasaan. Dan orang biasa tak mungkin menunjukkan aura seperti itu.
Apakah mungkin.., dan kemungkinan yang ada dipikirannya hanya tertelan dalam hati, apa yang baru saja dipikirkan nya itu sangat lah tidak mungkin. Mengingat dia sudah sangat faham dengan Saka selama beberapa bulan menjadi menantu nya saat tinggal se rumah.
Tepat sesuai janji Saka, setelah 9 menit berlalu, dua buah mobil terparkir di depan rumah itu.
"Mobil nya sudah datang, jadi papa jangan menunda waktu lagi. Mari ikut saya ke masjid."
Mau tak mau Saka menyeret mertuanya ke masjid, jika tidak maka orang tua itu akan mengulur waktu lebih lama lagi, dan tentu saja dia tak enak dengan penghulu yang sedang menunggu nya di sana. Bukan penghulu dari KUA, melainkan seorang kiyai masjid yang akan menikahkan nya mengingat mereka sudah terdaftar secara negara dan tinggal mengulangi secara agama.
"Ayo, pa."
"Tunggu dulu, aku ingin memeriksa mobil nya." Pria itu sudah tak sabaran melihat mobil keluaran terbaru sudah terparkir di depan rumah nya. Tetapi, tentu saja Saka tak akan mengizinkan nya menyentuh mobil itu sebelum menikahkan mereka.
"Sudah lah, kalau memang papa tidak bersedia, berarti cukup menggunakan wali hakim, dan secara agama juga diperbolehkan karena papa dianggap tidak mampu."
Sontak saja Teguh membelalakkan matanya, dia tak ingin mobil yang sudah ada di depan mata melayang begitu saja.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menikahkan kalian. Tapi sebelum nya, berikan kunci dan surat-surat nya."
Saka menghela nafas nya berat. Dalam hati dia mengucapkan kata sabar. Sabar, orang sabar pasti kesal. seraya mengusap dada.
"Ini kuncinya, untuk surat-surat nya akan saya berikan setelah menikahkan kami,"
Dan perkataan itu langsung di setujui, mereka segera pergi ke masjid yang berada di depan kompleks tak jauh dari rumah nya.
Tak membutuhkan waktu lama, mereka memasuki masjid. Setelah Saka mengambil air wudhu, seorang kiyai mengucapkan ijab yabg langsung dibawa dengan lugas oleh Saka. Dua orang yang bertugas menjadi saksi segera mengucapkan kata sah setelah penghulu bertanya.
Akhirnya, mereka telah menjadi sepasang suami istri yang sah secara agama dan negara. Tanpa terasa, air mata Rasya mengalir. Dia terharu karena untuk kedua kalinya dia menikah dengan pria yang berbeda, Rasya berharap ini adalah pernikahan nya yang terakhir, selalu diliputi kebahagiaan serta tak ada badai yang mengguncang kesetiaan pasangan.
"Kalian sudah papa nikahkan, jadi mana surat-surat nya?" Tangan Teguh menengadah seperti anak kecil yang minta uang jajan. Membuat hati Rasya bergemuruh, tetapi tetap dia tahan karena tak pantas bila bertengkar di depan masjid.
Saka menatap orang yang bertugas membawakan mobil, sontak pria itu tahu maksud Saka.
"Ini BPKB dan STNK nya, semua nama sudah tertulis atas nama Teguh Bimantara." Seorang pria menyodorkan surat-surat yang diinginkan mertuanya. Bukan hanya BPKB dan STNK yang ada di surat itu, bukti nota pembelian pun masih ada di sana membuat kedua mata Teguh membola saat melihat nominal mobil yang dia inginkan.
Aneh. Dan kali ini, dia tak akan meremehkan Saka. Teguh mulai curiga bahwa apa yang di tampilkan Saka saat ini bukanlah yang asli. Bila memang dia hanya seorang pengangguran, tak akan mungkin bisa membeli mobil semahal ini.
Atau mungkin dia seorang komplotan gangster? Dan jika memang itu lah kenyataan nya, maka nyawanya sedang terancam karena telah membuat nya marah. Berpikiran seperti itu membuat bulu kuduk teguh meremang. Dia takut bila memang nyawanya sedang menjadi incaran.
"Urusan kita sudah selesai, pak Teguh. Terimakasih atas semua perlakuan bapak terhadap Rasya selama ini. Semoga suatu hari Anda tidak akan menyesal dengan semua perlakuan kalian pada Rasya."
Saka yakin, suatu saat mereka akan menyesal atas perlakuan selama ini terhadap Rasya. Sebuah rahasia besar yang belum terungkap selama 22 tahun bila Saka tak mencari tahu dan kini terungkap.
"Dasar! Orang tua bodoh!" Batin Saka seraya menggandeng tangan istrinya untuk pergi dari tempat itu.
Rasya pun tak mengatakan apa-apa melihat suami nya yang sedang diliputi kebencian terhadap Teguh. Padahal, ingin sekali dia bertanya tentang asal uang untuk membeli mobil, tapi Rasya pikir, kali ini bukan saat nya untuk bertanya. Dia harus bisa meredam pancaran kemarahan sang suami, baru bertanya semua hal yang mengganjal.
...πΊπΊπΊ...
__ADS_1
Mampir ke novel temen ku juga, ya.ππ