
"Dimana aku?" Rasya terkesiap, baru saja membuka mata dia mendapati dirinya berada di tempat asing. Kamar, ya, dia sadar saat ini berada dalam kamar. Namun sangat gelap, minim pencahayaan karena seluruh gorden di tutup.
Kaki nya tergerak untuk bangkit dari sana dan membuka gorden serta jendela.
Srek... srek..
Seluruh gorden berhasil dibuka, namun sayang sekali seluruh jendela sudah dikunci mati yang artinya Rasya tak bisa membuka nya.
"Dimana ini?" Rasya kembali bertanya pada dirinya sendiri. Ruangan ini sangat mewah namun tampak terlihat asing. Dia mencoba mengingat-ingat kepingan ingatan sebelum tak sadarkan diri.
Saat itu, Rasya baru keluar dari kamar mandi dan ingin meraih ponsel nya di nakas rumah sakit untuk menghubungi Saka. Namun tiba-tiba ada seseorang yang membekap mulut nya dari arah belakang, dalam sekejap, semua nya tampak memburam, lalu berlanjut menjadi gelap, kepala nya terasah berputar-putar, dan tak bisa mengingat lagi.
__ADS_1
Rasya memperhatikan diri nya yang sudah berganti pakaian, tidak lagi memakai pakaian rumah sakit, membuat rasa penasaran nya semakin meronta-ronta. Ada rasa was-was yang membuat nya takut, dia takut seseorang telah mengambil keuntungan dari ketidaksadaran nya.
Pikiran nya bekerja cepat, memikirkan kemungkinan orang yang berniat menculik nya. Namun itu tidak menjadi fokus utama, karena yang lebih penting dia harus secepatnya bisa pergi dari sini.
"Saka, dimana kamu? Tolong aku," Gumamnya dengan suara bergetar. Dia sungguh takut, ada seseorang yang berniat jahat.
Terlebih sempat tak sadarkan diri, dia membuka pakaian atasan nya lalu memeriksa. Tidak ada tanda-tanda dia sudah dilecehkan. Hatinya sedikit lega, namun bukan berarti mengurangi kewaspadaan nya. Dia beralih berjalan kearah pintu. Mencoba membuka handle tapi tak bisa. Artinya, seseorang sengaja mengurung nya di ruangan ini.
Kekhawatiran semakin melanda, dia panik, sangat panik. Berjalan mondar mandir memutari ruangan, mencoba berpikir cara kabur dari sini.
Sedang dalam kepanikan tingkat tinggi, tiba-tiba terdengar suara orang membuka kunci pintu, yang artinya ada seseorang ingin masuk ke sini. Seketika jantung Rasya berpacu hebat, tubuh nya semakin bergetar. Dia sudah membayangkan seorang pria berbadan besar membawa rantai atau mungkin cambuk yang ingin menemui.
__ADS_1
"Selamat pagi, nona. Syukurlah Anda sudah sadar, tuan menyuruh saya mengantarkan makanan ini." Seorang wanita setengah baya berpakaian seperti seragam pelayan mengantarkan troli berisi makanan ke ruangan.
Hah, Rasya sedikit bisa bernafas. Tadinya dia sudah berpikir yang tidak-tidak, ternyata hanya seorang pelayan yang datang.
"Siapa tuan mu?" Rasya memberanikan diri bertanya. Suara nya terdengar tegas meskipun sebenarnya merasa takut.
"Tuan Wijaya, Nona. Memangnya siapa lagi?" Wanita itu balik bertanya.
Deg.
Rasya memaku di tempat, ternyata memang benar, kakek Saka sangat tidak menyukai nya hingga berniat menculik nya.
__ADS_1
"Beliau menyampaikan kalau ada yang ingin Anda butuhkan bisa memanggil saya. Beliau juga sudah memberi tahu bahwa Anda sudah dianggap sebagai cucu angkat nya meskipun baru ditemukan kemarin. Tidak perlu takut, Tuan Wijaya sangat baik. Sudah bertahun-tahun saya menjadi pelayan di sini. Beliau selalu kesepian setelah bercerai dengan nyonya Luna dan tuan muda Saka memutuskan pergi dari mansion, mungkin dengan kedatangan Anda kemari bisa mengobati kesunyian nya."