
saat Rheino mendengar jawaban mama nya, apa benar Kiera memang sedang dinas tapi apakah sampai harus me-non aktifkan ponsel nya?
Rheino merasa penasaran dan berniat mencari Kiera lagi ke rumah pribadi Kiera.
Intan yang baru keluar dari kamar melihat sosok Rheino, ia merasa sumringah dan langsung berniat menghampiri Rheino namun pria jangkung nan tampan itu sudah keburu keluar dari pintu utama menuju pekarangan depan.
saat Intan bergegas menyusul ke depan, Rheino sudah di dalam mobil dan sudah keburu melesat keluar dari kawasan Kediaman Jofan.
Intan hanya menatap dengan kecewa, apalagi ia sudah berhari-hari merindukan Rheino karena pria itu terlalu sangat sibuk dengan pekerjaan nya.
mama Rheino melihat nya, tapi ia hanya cuek. ia tak mau melibat kan diri pada urusan para anak-anak muda ini, toh Rheino sudah dewasa dan tahu kemana harus menambatkan hati sesuai keinginan nya..
'Rheino..Rheino..giliran Kiera ada kamu bersikap semau nya, giliran Kiera pergi kamu malah kelabakan gini' batin mama Rheino seraya geleng-geleng kepala.
Rheino mengendarai mobil nya hingga sampai di rumah pribadi Kiera, tapi rumah lantai dua bergaya modern minimalist itu masih terlihat benar-benar sepi, lalu pagar dan garasi nya juga tampak terkunci dari luar.
sebenar nya kemana Kiera ini pergi?
setelah termangu cukup lama di dalam mobil, Rheino coba menghubungi nomor kontak Kiera lagi namun hasil nya masih sama, nihil. tak ada jawaban, nomor Kiera tidak aktif sama sekali.
Rheino kemudian segera bergegas mengendarai mobil nya menuju ke kediaman Zumarnis.
sesampai di sana ternyata memang benar, Nora si puteri kecil mereka memang sedang ada di sana, tapi tetap saja Kiera tidak ada di sana.
Rheino juga tidak bertemu mama Kiera karena kata si mbak Nyonya besar mereka sedang pergi sejak beberapa jam lalu, Nyonya besar pergi ke acara pameran bersama teman-teman nya.
"Kiera tidak datang kesini, mbak?" tanya Rheino
"oh, kalau Non Kiera terakhir kali kemari sekitar dua tiga hari yang lalu, Tuan Rhei..." cerita si mbak sembari tetap fokus mengawasi Nora. bocah kecil itu terlihat senang dan ceria melihat ada papa ganteng nya datang.
sekitar tiga hari yang lalu berarti itu sama persis saat Kiera keluar dari kediaman Jofan saat itu dan sejak hari itu pula lah Rheino tak dapat menemukan Kiera hingga hari ini.
__ADS_1
"tiga hari yang lalu ya?" gumam Rheino
"iya Tuan Rhei, non Kiera datang menitip kan Nora, kata nya ada kerjaan jadi dia bakal agak lama gak pulang yah untuk beberapa hari ke depan lah seperti nya" kata Si mbak bercerita seperti apa yang ia dengar dari Kiera beberapa hari yang lalu.
Rheino masih sanksi apa iya Kiera pergi karena pekerjaan? kenapa hati nya tak yakin akan hal itu.
Rheino akhir nya inisiatif pergi ke tempat Kerja Kiera agar lebih jelas nya..
"pap pah mau k' ma-na" tanya Nora terbata.
"papa ada urusan, nanti papa kemari lagi dan akan nemenin Nora" janji Rheino
"pa.pah bobo' di cini ya nati temenin Nola" pinta Nora dengan raut yang menggemaskan
"iya pasti papa temenin.." senyum Rheino seraya mengusap sayang pucuk kepala puteri kecil nya yang imut dan lucu itu.
Rheino segera bergegas ke kantor Zumarnis group dan sesampai di sana ia mencari asisten Kiera tapi asisten tersebut sedang tidak di tempat karena harus mengurus pekerjaan yang di tinggal kan Kiera pada nya.
"setahu saya Atasan kami bu Kiera tidak sedang dinas kerja, dia memberikan alih kepada asisten pribadi nya untuk mengurus perusahaan beberapa hari ke depan, seperti nya bu Kiera sedang mengurus urusan pribadi" kata sang manager
Rheino manggut-manggut mengerti
"kalau boleh tau anda siapa ya?" tanya manager yang bermama Dodi itu
"saya Rheino Raditya Jofan dari Jofan group.." Rheino memperkenalkan diri dengan ramah
"pak Rheino yang itu? dari Jofan group? anda putera tunggal nya Tuan Irwan Jofan ya?" sang manager terkesiap karena setahu nya dulu penampilan putera tunggal Tuan Irwan Jofan tidak seperti ini.
ia adalah manager lama di perusahaan Zumarnis jadi pasti tau kalau orang ini adalah Rheino putera tunggal Keluarga Jofan artinya Rheino ini juga adalah mantan suami atasan nya, bu Kiera.
"wah saya hampir tak mengenali anda, maaf kan saya pak Rheino.." Dodi tersenyum sopan
__ADS_1
"tidak apa-apa.., terimakasih atas informasi nya." ujar Rheino
"oh iya ,apakah Atasan kalian juga memakai nomor ponsel lain selain ponsel pribadi nya?" Rheino penasaran
"kalau seingat saya, bu Kiera kadang kala memang sering memakai ponsel berbeda untuk kerjaan nya" kata Dodi dengan jujur
"apa kamu punya nomor kontak lain nya, saya ada keperluan dan tidak bisa menghubungi nya di nomor yang sama" Rheino begitu antusias mencari tahu, ia yang tak banyak bicara jadi banyak bicara karena demi hal ini.
"nah itu yang saya tidak punya pak, kalau nomor yang itu hanya asisten bu Kiera saja yang punya dan tidak sembarang di berikan pada siapa pun. kami hanya punya nomor ponsel Bu Kiera yang biasa nya saja" lagi-lagi Dodi berkata apa ada nya
"ya sudah tidak apa-apa" walau kecewa Rheino harus tetap tenang.
"maaf pak Rheino saya tidak bisa bantu banyak..." kata Dodi sungkan
"tidak apa-apa.." sahut Rheino
"ayo pak Rheino saya permisi dulu" Dodi undur diri dengan sopan.
Rheino balas mengangguk..
lalu Rheino pun kembali ke mobil nya dengan bingung. ia kembali termangu di depan setang kemudi seraya jari jemari panjang nya terus mengetuk-ngetuk setir kemudi tersebut mengikuti ritme fikiran nya yang sedang berkelana mencari solusi. tiba-tiba Rheino ingat Tania..ya Tania !!! orang yang paling dekat dengan Kiera.
mengapa ia sampai melupakan Tania? tapi...Rheino bahkan tak punya nomor ponsel Tania. ia tak bisa meminta pada mama Kiera karena nanti nya akan jadi pertanyaan yang panjang lebar.
Rheino membuka akun sosial media Kiera, sama saja tidak ada pembaruan update terbaru sama sekali. sama seperti aplikasi hijau nya di kontak Rheino, sepi senyap tak bergerak
Rheino menschroll foto lama Kiera, ia menemukan foto lama Kiera dan Tania sedang berada di depan sebuah butik,seperti baru saja peresmian..mereka terlihat memegang buket bunga.
sekarang ini lebih tepat nya Rheino mencari tahu di mana butik Tania sih ya..
Rheino membaca nama butik tersebut dan ia mulai mencari lokasi nya, ternyata lokasi nya tak jauh dari Zumarnis group ini, pantas saja Kiera sering kali makan siang bersama Tania.., ternyata tempat kerja dua sahabat ini dekat.
__ADS_1