Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 31


__ADS_3

selama mereka berada di tempat fittingan dan melakukan fitting baju pengantin tidak ada pembicaraan antara kedua nya, toh memang tak ada sesuatu pun yang harus mereka bahas. dua orang ibarat nya patung,boneka, alat yang memang hanya meng-iyakan mau nya orang tua.


tapi Kiera malah merasa tidak suka merasakan ketidak pedulian Rheino, seakan bagi Kiera bahwa seorang Rheino tidak pantas harus bersikap tenang dan tak peduli seperti diri Kiera, Rheino tidak pantas!


"hh, memang nya gue mau berkomunikasi? siapa yang sudi" gumam Kiera yang hanya bisa di dengar nya sendiri, intonasi nya yang sinis itu ia tujukan pada sosok jangkung dan kerempeng Rheino yang berada di sana tak jauh beberapa meter dari nya.


hingga sampai selesai pun kedua nya tidak berkomunikasi satu sama lain.


Rheino sebetul nya bukan mau sok tidak bicara, namun ia merasa toh apa yang harus di bicarakan dengan Kiera. dan lagi gadis bernama Kiera ini juga tidak menyukai nya, dalam hal ini ia cukup tau diri...dan diam adalah lebih baik.


saat mobil Rheino mengantar Kiera kembali ke kediaman Zumarnis hari sudah sangat sore dan mulai gelap, Kiera bergegas turun dari mobil dan masuk ke pintu utama kediaman Zumarnis tanpa menoleh apalagi berkata A B dan C dan sebagai nya pada Rheino. tidak penting !


mobil milik keluarga Jofan yang membawa Rheino segera bergerak meninggalkan kediaman Zumarnis, dapat di lihat Rheino menghembus nafas nya kasar.


sebetul nya Rheino pun sama ia merasa tidak leluasa jika berada di dekat Kiera. itu persis seperti apa yang Kiera rasakan...


saat Kiera masuk, ia tidak melihat mama dan papa nya di depan, hanya ada kelebatan si mbak yang masuk lewat pintu samping kerana sedang akan menyiap kan makan malam di dapur.


Kiera menaiki anak tangga, ia menyadari ada getaran di ponsel dan itu pesan dari kakak sepupu nya..


Kiera membaca pesan singkat dan jelas itu, lalu ia seperti menghela nafas sedikit kecewa..ternyata kakak sepupu nya bilang kalau rencana Kiera harus tertunda beberapa hari karena sang kakak sepupu akan tidak ada di tempat. kaka sepupu nya mendadak dinas di luar untuk beberapa hari karena harus menggantikan salah satu teman nya yang sedang cuti hamil tua. kakak sepupu dengan beberapa teman dokter nya berganti mengisi bagian kosong dokter yang cuti tersebut secara bergiliran. jadi saat ini kebetulan di awal adalah giliran sang kakak sepupu.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Besok hari nya...

__ADS_1


hari ini seharus nya Kiera berada di perjalanan ke kota Tiffan namun karena batal jadi nya ia tak punya rencana dan hanya duduk manis tepi kolam renang. rasa nya bosan...


Kiera berfikir untuk menghubungi Tania, namun sahabat nya pasti sudah punya rencana nya sendiri untuk mengisi liburan kali ini. apalagi beberapa hari lalu Tania juga sudah tau kalau Kiera liburan kali ini adalah pergi ke kota Tiffan dan sudah bersiap-siap sejak kemarin-kemarin.


namun seperti nya mereka punya ikatan hati yang kuat ya, tiba-tiba saja Tania menelepon nya...


πŸ“ž


"hai Kei, gimana perjalanan loe...udah sampai?" tanya Tania saat telepon di angkat


"gue masih di rumah..." jawab Kiera malas-malasan


"lho, lho bukan kah harus nya loe berangkat ke kota Tiffan ya? kata nya mau liburan ke tempat kak wirda kakak sepupu loe itu?" tanya Tania heran seraya menyebut kan nama kakak sepupu Kiera yang di maksud, kebetulan sebagai sohib kental Kiera, Tania tentu mengenal kakak sepupu Kiera yang bernama Dokter Wirda tersebut.


"iya, di tunda dulu. kak Wirda lagi ada tugas dadakan soal nya" jawab Kiera apa ada nya


sesaat suasana diam


"jadi loe gak ada rencana apa gitu?" tanya Tania kemudian


"ya gak ada lah" jawab Kiera, karena memang ia tak punya rencana lain apa pun gara-gara rencana nya gagal secara tiba-tiba seperti ini. Kiera bahkan belum sempat memikirkan apa yang akan ia lakukan selain rebahan di rumah karena sahabat nya Tania pun sudah punya rencana sendiri. ya lebih tepat nya mereka tak bersama karena punya rencana masing-masing minggu ini


"gimana kalo lo ikut gue aja" tawar Tania


"maksud loe ikut sama acara saudara-saudara sepupu loe yang kalian rencanakan itu?" tanya Kiera memastikan, karena ia pernah mendengar Tania berencana liburan dengan para saudara-saudara sepupu Tania di villa perbukitan frona yang berada luar kota.

__ADS_1


tempat itu sangat nyaman, dan belum lama ini peresmian nya di lakukan.., sekitar satu tahun berjalan. orang-orang memang akhir-akhir ini sering pergi kesana untuk sekedar menginap keluarga, atau acara teman-teman, kadang kala untuk berbulan madu dan lain sebagai nya. kita tinggal chek in dan perpaket nya sudah dapat villa dengan dua kamar dan fasilitas lengkap lain nya, juga halaman yang luas untuk acara panggang memanggang makanan. tentu lah harga yang di bandrol per-paket juga lumayan tinggi.


"iya ke villa bukit Frona yang gue bilang, mau enggak?" Ajak Tania lagi dengan antusias


"gimana ya?" Kiera nampak berfikir, sebetul nya ia memang tak punya acara tapi Kiera juga tak ingin mengganggu moment kekeluargaan Tania dengan para sepupu nya itu..


"ayok..., mau kan?" cecar Tania lagi


"tapi, Tan...gak enak gue sama para sepupu loe. gue ngerusak suasana lah, secara gue orang luar" kata Kiera dengan alasan yang masuk akal


"ya ampun Kiera, loe kayak belum kenal sepupu gue deh..." Tania tak habis fikir, karena selama ini Kiera dan para saudara sepupu Tania itu cukup dekat dan berhubungan baik, saking sohib nya Kiera dan Tania ini. seperti hal nya Tania yang juga mengenal dengan baik dan berhubungan baik dengan para sepupu Kiera.


"iya tapi kan ini acara kalian" kata Kiera lagi


"enggak gitu juga Kei, yang ada mereka pasti senang loe hadir. kemarin aja mereka nanyain loe kenapa gak di ajak sama kita aja, ya gue bilangin lah kalo loe lagi galau dan pengen liburan sendiri ke kota Tiffan" cerita Tania jujur karena para sepupu nya itu memang pernah meminta Tania untuk mengajak Kiera ikut serta


"hm, gimana ya?" Kiera mulai menimbang-nimbang lagi bagaimana harus nya


"gak ada gimana-gimana an, pokok nya deal loe ikut kita, pukul empat sore kita jemput loe ke rumah pokok nya loe siap-siap ya..." Tania gak mau Kiera beralasan lagi


"oke kan?" lanjut Tania lagi


"ya deh oke...oke" sahut Kiera akhir nya..


"siph...see you" kata Tania di akhir telepon

__ADS_1


Kiera belum sempat menjawab, sudah ada bunyi Bip yang artinya sambungan telepon telah di matikan oleh Tania. yang artinya keputusan sudah di sepakati dan tidak bisa di ganggu gugat lagi...


__ADS_2