
"terimakasih loe mau datang..." kata Bastian pilu saat melihat Kiera sudah ada duduk di depan nya dengan raut yang nampak sangat khawatir.
Bastian tak menyangka kalau Lukman meminta nomor Kiera tadi benar-benar mengabar kan keadaan nya pada Kiera dan Kiera malah benar-benar datang. dasar si rese itu betul-betul berguna juga batin Bastian mengingat kelakuan Lukman teman nya yang paling rese di antara teman yang lain nya itu.
Kiera datang...ini seperti mimpi setelah apa yang sudah menimpa hubungan mereka saat ini.
"loe gak apa-apa..?" tanya Kiera dengan mimik sedih,kuatir,takut dan semacam nya
"enggak gak apa-apa..." jawab Bastian dengan senyuman haru, senang Kiera masih memperhatikan nya seperti saat ini
"enggak apa-apa gimana? ini celana,jaket sampai robek gini..." Kiera menunjuk jaket dan celana Bastian yang berada di sana tergantung di kursi rumah sakit, saat ini Bastian hanya mengenakan lekbong dan boxer selutut..memperlihat kan luka di siku dan kaki juga sedikit di telapak tangan nya.
Bastian hanya tersenyum...
"maafin gue..." lirih Kiera karena ia merasa Bastian begini gara-gara diri nya juga
"gue yang harus nya minta maaf, kalau saja gue gak sama Inna waktu malam itu loe gak bakalan mungkin marah dan salah faham gini sama gue.." kata Bastian sendu
"maksud nya...?" Kiera tak mengerti, salah faham yang gimana ini? bukan kah nyata-nyata Bastian dan Inna memang bermain belakang dari diri nya selama ini?
"salah faham?" Kiera mengulang kembali perkataan Bastian barusan, menekan kan meminta sebuah penjelasan agar ia mengerti
"iya...loe udah salah faham sama gue dan Inna" kata Bastian serius
__ADS_1
"gue gak ngerti" Kiera makin penasaran
"jadi malam itu sebetul nya gue cuma nganterin Inna ke villa tempat dia menginap aja, gue cuma nolongin dia..." kata Bastian, ia mulai berbohong demi tak ingin kehilangan Kiera. hanya dengan begini ia bisa membuat Kiera kembali ke sisi nya...
"dengan kalian berpelukan mesra begitu..?" tekan Kiera
"dia lagi mabuk Kei...maka nya gue papah die biar gak jatoh, terus karena dia mabuk maka nya ngomong nya dia itu ngawur" kata Bastian lagi, cerita yang di buat nya terdengar masuk akal dan dapat di percaya...
"waktu dia bilang kalau dia jadian sama gue sama dengan waktu gue jadian sama elo, gila aja...nge-halu dia!! mana mungkin lah.loe tau kan kalo Inna tu ter-obsesi banget sama gue, dia ngayal jadian sama gue tiga tahun, dia lagi mabok itu kei" Bastian menjelaskan dengan meyakin kan..
"jadi.." Kiera mulai termakan lagi omongan Bastian
"iya loe udah salah faham sama gue..." kata Bastian sedih..
Kiera mulai merasa bersalah, tapi apa ia harus mempercayai Bastian?
"kalo loe gak percaya, besok gue suruh Inna temuin kita biar dia ceritain semua kejadian yang sesungguh nya..." kata Bastian mantap seakan membuktikan kalau ia memang betul-betul jujur dengan sangat meyakin kan...
Kiera diam sejenak.., lalu ia mengangguk samar meng-iyakan, lagi pula ia juga ingin tahu apa sebetul nya yang terjadi malam itu antara Bastian dan Inna, ia sangat lah penasaran.
"kalo besok loe tahu cerita sebenar nya loe mau kan maafin gue...?" tanya Bastian dengan lirih
Kiera menghela nafas dan lagi-lagi mengangguk samar..
__ADS_1
"pikirin keadaan loe juga..." kata Kiera seraya menatap luka di tangan dan kaki Bastian
"gue gak apa-apa, besok pasti udah baikan, gue cowok...gak semudah itu gue keok sama yang beginian..." kata Bastian seraya menunjuk luka-luka nya.
dalam hati Kiera mulai galau, jika betul antara diri nya dan Bastian hanya lah sebuah kesalahpahaman maka keputusan nya untuk mempercepat pernikahan dengan Rheino adalah kesalahan terbesar...!!!
apalagi undangan sudah tersebar, jika ia mundur ini betul-betul mencoreng nama baik keluarga nya di tambah lagi bukan kah Kiera sendiri yang menginginkan tanggal pernikahan ini di percepat???
namun Kiera masih bisa tenang, karena perkataan Bastian pada nya barusan, Bastian akan tetap menunggu sampai ia berpisah dari Rheino. jadi tugas Kiera hanya satu yaitu walau ia menikah tak akan pernah ada percintaan. Kiera akan terus menjaga kesucian nya dari Rheino...sampai mereka bercerai !!!
keesokan hari nya Bastian betul-betul menepati janji nya, ia mengajak Kiera bertemu di Rozedion park. juga membawa Inna serta agar menceritakan kejadian yang sesungguh nya. yaaah lebih tepat nya Inna di suruh mengikuti skenario yang di berikan Bastian..karena tau sendiri jika Inna tidak menurut maka Bastian akan memutuskan hubungan dengan Inna.
Bastian benar-benar memanfaatkan ke-bucinan seorang Inna kepada diri nya.
Inna duduk berseberangan bangku taman dengan Bastian dan Kiera, ia hanya bisa meremas jari-jemari nya nya sendiri melihat Bastian yang nyata-nyata lebih memperhatikan dan menyayangi Kiera. bahkan duduk pun Kiera dan Bastian berdekatan dan dia di depan mereka..seolah posisi ini betul-betul menunjukkan bahwa diri nya adalah orang ketiga di hubungan Bastian dan Kiera. ia tak mau,ia tak sudi, ia merasa ini tak adil, karena bagi Inna Kiera lah orang ketiga di hubungan ia dan Bastian. sekalipun Kiera adalah pacar resmi Bastian tapi justru diri nya lah yang selalu memberikan segala nya untuk Bastian, setiap saat bahkan dengan rela mengorban kan perasaan demi kebahagiaan Bastian, seperti saat ini contoh nya. Bastian menyuruh nya berbohong agar Bastian bisa kembali pada Kiera. ia baru saja di kasari di jam-bak oleh Bastian dan mau di pu-kul jika tadi nya tidak mau bekerja sama, karena bagi Bastian retak nya hubungan Bastian dan Kiera adalah gara-gara diri nya. Bastian seakan tak ingin di salah kan...Bastian hanya menyalahkan diri nya seorang di saat Bastian juga selama ini menikmati perselingkuhan mereka...
tapi kata-kata angkuh Bastian selalu menyadarkan Inna...
"memang nya gue yang minta buat loe jadi yang kedua,,, loe sendiri yang meminta dengan sukarela kan agar menjadi kan loe yang kedua.., ya loe jangan nuntut macem-macem lah...masih untung gue mau jadi in loe yang kedua...!! jadi jika sampai rusak nya hubungan gue sama Kiera gara-gara mengetahui hubungan kita maka itu murni tanggung jawab loe !!! gue gak bisa hidup tanpa Kiera, gue cinta mati sama dia, Faham!!!"
Inna memejam kan mata sesaat mengingat perkataan Bastian...
__ADS_1
"ayo ngomong tunggu apa lagi..!!" tegas Bastian membuat Inna tersadar dari lamunan...