
akhir nya dengan penuh ragu Kiera pergi juga mengantar sarapan kepada Nora dan Rheino
"sayang...ini sarapan kamu" kata Kiera kepada Nora sang puteri
"waah pati enak ya mamah" kata Nora menatap sarapan bubur spesial yang di buat kan oleh Tania, dengan logat nya Nora yang khas dan belum begitu lancar berbicara
"iya dong..ini kan Onti Tania yang bikin, spesial khusus buat Nora sayang" kata Kiera pada puteri nya..
"yeee cayang onti" Nora bersorak
"Rhei..ini sarapan.." Kiera menawarkan ayam krispi yang di berikan oleh Tania tadi
"oke.." potong Rheino singkat tanpa menoleh, ia tetap sibuk dengan rambut Nora dan hairdryer di tangan nya.
"sarapan dulu..biar gue yang terusin keringin rambut Nora" kata Kiera lagi berusaha berkomunikasi baik dengan Rheino.
"gak usah" jawab Rheino cuek
"ga ucah mamah, biar papah aja" Nora menyela
"ya udah mama suapin kamu bubur ya" kata Kiera kemudian, terus mencoba berdamai dengan keadaan karena rasa nya ia kesal sekali dengan cara Rheino bersikap.
sebegitu marah nya kah dengan perceraian? tidak mungkin kan? Rhieno sendiri yang menawarkan perceraian kala itu,lantas mengapa dia malah sensi begini setelah kembali ke tanah air?
"oce mamah.." Nora merasa sangat senang karena hari ini bisa di suapi sang mama dan di keringin rambut nya oleh sang papa.
tadi malam ia merasa agak sedih juga tidak bisa tidur bersama mama sekaligus papa nya...
"mamah cemalam kenapa gak tidul sama Nola sama papa" tanya Nora dengan mulut di penuhi bubur.
"kata papa, mama cibuk ya? malam ini gak cibuk lagi kan, bobo cama Nola dan papa ya" cecar Nora lagi..
Kiera salah tingkah juga mendengar perkataan Kiera yang tiba-tiba, ia tak tahu harus jawab apa. sementara Rheino hanya di mode cuek saja.
__ADS_1
"Gak bisa sayang..mama masih ada kerjaan. Nora gak apa-apa kok kalo mau bobok bareng papah lagi" kata Kiera terpaksa bohong pada puteri nya. secara...mana boleh mereka tidur berdua, mereka sama sekali tak ada hubungan spesial seperti dulu. jika di ingat lagi, entah mengapa mesti bercerai. menyesal? yah sudah pasti. apalagi ada Nora di antara mereka. puteri cantik yang sangat menggemas kan ini.
Rheino melepas kan Hairdryer dari tangan nya, kelihatan nya sudah selesai mengeringkan rambut Nora
"sini biar gue yang suapin..." kata Rheino seraya meminta mangkuk bubur dari tangan Kiera
"gak apa..." kata Kiera dan belum selesai berkata Rheino sudah memotong nya
"udah loe silahkan kalo mau ada yang di kerjain" kata Rheino, ini jelas seperti pengusiran. Rheino jelas-jelas menunjukkan kalau ia terganggu dengan kehadiran Kiera di dekat nya.
"tapi sarapan..." kata Kiera lagi
"udah gue bisa sarapan nanti, tinggalin aja" kata Rheino cepat seolah menyuruh Kiera cepat pergi dari sekitar nya
Kiera menggigit bibir nya ,menatap sarapan nya ayam krispi yang masih berada satu tempat dengan Rheino, jika Rheino menyuruh nya pergi arti nya sarapan nya di tinggalin sama Rheino semua dong. Kiera pasrah lalu pergi dari sana..
"mama kesana dulu ya" kata Kiera pada Nora berharap puteri nya menahan
"dahh mama" ternyata Nora juga ikut menyuruh pergi, sebetul nya Nora tak tau menahu, saat ini ia hanya berusaha pengertian pada sang mama yang kata papa nya itu sedang sibuk membantu Oma untuk persiapan acara.
"ada liat Tania gak mbak?" Kiera celingukan karena tidak melihat sosok Tania di mana pun
"oh non Tania ikut Nyonya keluar sebentar tadi Non" jawab si mbak, yang tadi melihat Tania ke parkiran bersama sang Nyonya, mama nya Kiera.
mungkin mama sama Tania ada yang mau di beli, batin Kiera.
perut nya mulai perih karena tadi hanya makan spotong kecil roti isi. harus nya ia sarapan ayam krispi yang di berikan Tania namun semua nya tertinggal pada Rheino tadi.
mbak sudah bikin sup juga seharus nya, tapi tiba-tiba Kiera tak selera makan karena mengingat Sikap Rheino pada nya. kalau di fikirkan secara cengeng maka Kiera rasa nya ingin menangis saja.
Ia sudah sangat lama memendam kerinduan pada mantan suami nya itu, bahkan berniat mencari nya, menyusul nya namun siapa sangka setelah kembali sikap sang mantan suami pada diri nya justru sedingin dan sejutek ini.
kenapa Rheino harus bersikap begini pada nya di saat diri nya sangat mencintai pria ini. apakah ini karma untuk gue? batin Kiera, setelah apa yang gue lakukan sama Rheino di masa lalu? jadi begini rasa nya di jutekin oleh orang yang kita cintai?
__ADS_1
tidak munafik setelah sepeninggalan Rheino, Kiera bukan nya tak pernah merindukan malam panas mereka kala itu, ia begitu ketagihan dengan permainan kasar yang di lakukan oleh sang suami ketika itu. terdengar gila memang tapi itu lah yang Kiera rasa..!!! tapi yah apa daya sekarang sang suami itu sudah menjadi mantan...dan sulit sekali untuk di gapai.
sementara itu Rheino yang baru selesai menyuapi Nora, melihat ke kotak ayam krispi
"papah, Nola juga mau ayam.." kata Nora yang tampak semangat makan karena di suapi sang papa, sosok yang sangat di rindukan nya itu.
"ya udah papa suapin...kita makan sama-sama ya" kata Rheino, saat ia melihat empat potong ayam di dalam kotak baru ia sadar kalau itu juga termasuk sarapan Kiera.
mantan istri nya itu ternyata berniat sarapan sama-sama tapi ia malah mengusir nya.
Rheino melihat ke sekeliling ia tak melihat Kiera hanya ada beberapa mbak yang sibuk beres-beres.
di dalam relung hati nya, ia merasa khawatir juga kalau Kiera belum sarapan. nanti jatuh sakit, ia sangat ingat kalau Kiera sakit pasti sangat cengeng. dulu saja Kiera menangis sendirian di kamar apartemen.
salah satu mbak lewat
"mbak, mama nya Nora udah sarapan belum ya?" tanya Rheino
"iya Tuan...mbak gak tau tapi tadi di meja makan sudah kita siapin sama sup buat sarapan" kata si mbak yang sedari tadi sibuk pel-pel samping dan sekarang mau nyimpan peralatan nya ke belakang.
"oh..ya udah makasih mbak" jawab Rheino lega
"permisi Tuan.." mbak langsung undur diri.
ya bisa jadi Kiera sudah sarapan kalo gitu, batin Rheino. ia tak khawatir lagi, mungkin ayam krispi ini hanya ia bawa memang sedikit lebihan untuk makan iseng-iseng bukan untuk sarapan.
Padahal Kiera sama sekali tidak sarapan lagi kecuali roti isi yang kecil tadi. saat ini Kiera sudah berada di dalam kamar nya, masuk ke kamar mandi membuka seluruh pakaian tanpa tersisa lalu berendam di dalam bath up seraya termangu dalam sesal nya...
Rheino Raditya Jofan
__ADS_1
Quenna Kiera Zumarnis