Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 50


__ADS_3

πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š


dua minggu berlalu semenjak kejadian malam itu. Kiera lebih banyak diam dan tak nafsu makan, bahkan Rheino sering memergoki Kiera sedang menangis sendiri.


Rheino mengingat saat malam pertama diri nya dan Kiera saat itu, ia dengan sangat jelas mendengar Kiera menyebut nama Bastian dalam separuh kesadaran nya.


Lalu Rheino mulai berkesimpulan kalau Kiera merasa tersiksa hidup dengan nya, ia dapat menebak kalau Kiera masih sangat mencintai Bastian.


padahal sebetul nya Kiera yang selalu termenung adalah karena ia merasa sedih karena di bohongi sekian lama. memberikan waktu tiga tahun dengan sia-sia, mencintai dengan begitu dalam dan tulus seorang yang pria yang pembohong. luka nya Kiera tak akan semudah itu sembuh...


ia sama sekali tidak tersiksa hidup dengan Rheino, sudah ia tekan kan sejak awal saat Rheino merawat nya sakit kala itu, Kiera merasa hidup bersama Rheino tidak lah seburuk yang ia kira.


malam itu ia menyerahkan segala nya pada Rheino karena memang dorongan dari dalam hati nya, meskipun dalam keadaan mabuk, ia sangat sadar sepenuh nya kalau ia melakukan malam pertama bersama dengan Rheino suami nya. hanya saja untuk saat ini ia belum bisa memaksakan diri untuk mencintai Rheino semudah itu, hati tak akan semudah itu di ubah, meskipun jujur diri nya juga sangat membutuhkan Rheino di dalam hidup nya.


dua orang suami istri ini sangat jarang berkomunikasi dan akhir nya menjadikan mereka hanya bisa menebak dan menebak fikiran masing-masing. hanya bisa berprasangka dengan asumsi diri masing-masing. menimbulkan kesalahfahaman yang tak pernah akan ada habis nya.


hari-hari selanjut nya Rheino merasa kurang konsentrasi dalam mata pelajaran di kelas. gara-gara terus mengingat permasalahan nya dengan Kiera, di tambah lagi ia juga harus kiat belajar di bidang perbisnisan perusahaan papa nya. yang bagaimana pun juga ia sebagai putera tunggal keluarga Jofan maka perbisnisan papa nya, perusahaan papa nya tersebut diri nya lah yang harus meneruskan nya dalam beberapa tahun ke depan.


🌹🌹🌹🌹🌹


bagaimana pun dalam beberapa waktu ini Rheino semakin tidak tega melihat Kiera yang terpuruk dan lebih banyak melamun. bagaimana pun juga bukan kah Kiera harus ber- konsentrasi dalam study nya. Rheino tidak tega melihat Kiera semakin hari hidup dalam tekanan yang dalam. asumsi Rheino bahwa tekanan itu adalah karena diri nya. Kiera merasa tersiksa hidup bersama nya.

__ADS_1


Rheino entah bagaimana bisa berfikir begitu jauh, ia malah ingin merencanakan perceraian dengan Kiera! Rheino ingin melepas Kiera agar wanita yang di cintai nya ini bisa bernafas bebas tanpa tekanan dalam hidup nya.


karena bagi Rheino sekuat apa pun Rheino berusaha, cinta nya saja tidak akan bisa membuat Kiera bahagia, jika Kiera masih terjebak dalam pernikahan yang tak pernah Kiera ingin kan ini.


Rheino bukan ingin menceraikan sepihak, ia akan bertukar fikiran dulu dengan Kiera, ia akan menanyakan dulu pendapat Kiera, jika Kiera tidak setuju maka Rheino juga akan dengan sekuat tenaga mempertahan kan pernikahan ini sampai ia mati. namun jika Kiera setuju dengan usulan perceraian ini maka walau dengan berat hati diri nya pun akan dengan rela melepaskan Kiera untuk meraih kebahagiaan sendiri.


melihat Kiera yang seperti ini, Rheino menyesal mengapa dulu ia tidak bisa mati-matian menolak pernikahan dalam perjodohan keluarga ini. ternyata cinta sepihak saja tak akan berhasil untuk sebuah pernikahan yang terdiri dari dua pihak.., dua orang.



πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š


sosok itu sangat muram seperti hari-hari sebelum nya. Rheino sakit sekali melihat nya, karena ia merasa diri nya juga merupakan salah satu faktor penyebab Kiera menjadi kehilangan arah seperti ini. mungkin Kiera merasa terpenjara dengan ikatan pernikahan ini dari hari ke hari


tanpa di duga dengan tekad yang sudah bulat Rheino menghampiri Kiera lalu dengan perlahan dan juga dengan hati-hati ia mengusulkan perceraian dengan Kiera.


cukup lama Kiera terdiam, tak tau harus menjawab apa? ia menatap Rheino. mungkin akan egois jika ia menahan Rheino dalam rumah tangga tanpa cinta walau sudah beberapa bulan berlalu. mungkin mereka memang tidak di takdir kan bersama karena cinta tak juga muncul setelah nya.


Kiera menatap wajah kurus Rheino. sosok suami nya itu terlihat banyak fikiran. apakah Rheino tersiksa hidup dengan nya? batin Kiera... apakah Rheino tersiksa karena gue gak pernah bisa berikan dia cinta yang seharus nya..? lirih Kiera di dalam hati nya, sedih dan pilu.


Kiera mulai merasa bersalah, ia merasa Rheino tak bahagia hidup bersama nya...Rheino adalah pria baik, sudah seharus nya ia mendapat kan wanita baik dan tulus pada nya..., Rheino tak seharus nya bersama wanita egois kayak gue..! kiera membathin perih.

__ADS_1


Kiera sadar ia egois dalam hal ini, ia belum bisa memberikan Rheino cinta tapi ia malah terus menginginkan kasih sayang dari sosok Rheino. bukan kah ini terlalu jahat dan tak adil untuk Rheino?


setelah berfikir lama, Kiera menarik nafas nya dalam-dalam, sebelum dengan berat hati mengatakan...


"oke, gue setuju...kita bercerai saja" kata Kiera malam itu...


"oke.." Rheino pun mengangguk, memaklumi dan menyetujui keputusan mereka bersama.


saat kata-kata perceraian jatuh dari mereka berdua...langit seakan mendengar dan tiba-tiba hujan turun gerimis...seolah-olah langit sedang menangisi keputusan dua orang yang sedang terjebak dalam kesalahfahaman satu sama lain nya ini...


mereka pun memutuskan untuk mengumumkan kepada kedua belah pihak keluarga beberapa hari setelah nya. karena mereka berdua akan mengurus gugatan nya dahulu. yah mungkin walau pun ini berat untuk kedua orangtua mereka namun mereka harus tegas untuk keputusan yang telah di buat


mereka yang menjalani biduk rumah tangga. jika mereka sudah menyerah...maka ini selesai.


"maaf udah nyiksa loe selama ini" kata Rheino sebelum mereka masuk ke kamar masing-masing..


Kiera masih belum mengerti arah pembicaraan Rheino tapi pria itu sudah berbalik dan masuk ke kamar dan menutup pintu, meninggalkan Kiera sendiri yang berdiri mematung masih bingung dengan maksud dari perkataan Rheino.


menyiksa gue? Kiera mencerna kata-kata Rheino tapi ia tak mengerti arah bicara Rheino. mengapa Rheino menganggap dia nyiksa gue? bukan kah malah gue yang nyiksa hidup nya dia?? Kiera makin merasa bingung dan terus-terusan bertanya dalam hati nya. namun ia masih saja tetap tak bisa menemukan jawaban nya...


apa ia harus bertanya lagi pada Rheino? ah sudah lah lagi pula antara mereka berdua sudah setuju untuk bercerai...yang artinya untuk ke depan nya antara mereka berdua pun sama sekali tak ada topik yang perlu di bahas lagi.

__ADS_1


__ADS_2