Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 32


__ADS_3

sejak sore Tania, Kiera dan sepupu-sepupu Kiera sudah sampai di Villa bukit Frona, mereka pun mulai mempersiapkan bahan-bahan di tempat pemanggangan untuk keperluan malam ini.


mereka bukan lah sepupu Tania kesemua nya, yang hadir malam ini hanya lah para sepupu Tania yang memang sama-sama lulus Highschool di tahun ini. hanya mereka berada di highschool yang berbeda saja...


mereka adalah tiga cowok dan empat cewek, lalu dengan Tania adalah lima cewek berarti tambah Kiera mereka sekarang adalah enam cewek dan tiga cowok. artinya di villa ini mereka ber-sembilan...


malam hari nya mereka pun bergembira di pekarangan villa seraya sibuk memanggang makanan, ada ikan,macam-macam seafood,daging dan jagung juga ada. harum makanan yang matang begitu menggugah selera di villa bukit Frona yang pasti nya dingin di malam hari.


sekitar pukul sembilan malam, salah satu sepupu Tania yang bernama Inka mengajak jalan-jalan ke depan.


"Tan, jalan-jalan ke depan yuk, ke bawah" ajak nya


"kenapa rupa nya?" tanya Tania


"eh elo gak tau kalau malam begini di sekitar villa bawah bukit tu indah banget, banyak lampion di sepanjang jalan setapak villa nya" kata Inka


"oh ya?" Tania tak tau karena ia pernah dua tiga kali pergi kesini tapi belum pernah keluar di malam hari, apalagi sampai ke bagian jejeran Villa di bukit sebelah bawah. lagi pula saat itu ia menginap bersama mama dan papa nya jadi nya tak punya teman untuk sekedar jalan-jalan


"Inka bener tu, bagus banget lho, sana jalan-jalan aja ajak Kiera refreshing..cuci mata, di sepanjang jalan setapak menuju setiap villa-villa yang ada di bawah lampion nya banyak banget" terang Fairuz sepupu Tania yang cowok


"ayok Kei..." ajak Tania kemudian pada Kiera


"...boleh deh" Kiera meng-iya kan


"asiiiik" Inka tampak senang

__ADS_1


dan mereka pun segera beranjak keluar dari kawasan Villa yang mereka sewa saat ini. sedangkan sepupu Tania yang lain tetap memilih stay di villa.


Kiera, Tania dan Inka nampak berjalan santai menikmati pemandangan di sepanjang jalan setapak...


"eeh fotoin gue dong" kata Tania pada Inka


"eh giliran ya.." Inka juga tak kalah heboh


Kiera tak ada niatan untuk foto, ia malah kepikiran sama Bastian yang sejak sore di telepon namun ponsel nya seperti di alih kan, terkadang sibuk dan tadi malah tidak aktif.


lalu barusan Kiera mencoba mendial lagi tapi dua kali panggilan Kiera sama sekali tidak di jawab oleh Bastian, memang nya kemana pacar nya itu.


mungkin saja Bastian sibuk bermain dan nongkrong bersama teman nya, atau mereka punya acara sendiri, atau sedang di tempat karaoke hingga tak mendengar panggilan ponsel Kiera, tapi bukan kah ini sudah terlalu lama panggilan ponsel itu terabaikan? sama sekali tidak lah masuk di akal. padahal Kiera pun hanya ingin mengabar kan kalau diri nya batal ke kota Tiffan seperti yang sudah di rencanakan awal nya. namun pesan yang ia kirim pun terlihat di abaikan oleh Bastian. sesibuk itu kah?


"Kei, ayo foto..." ajak Inka membuyarkan lamunan Kiera, tau-tau ia sudah di seret Inka dan gadis itu mepet di bahu Kiera, mau tak mau Kiera pun segera tersenyum dengan spontan karena Tania sudah menjepret ke arah mereka


mereka melanjut kan langkah kembali, tapi mata Kiera tiba-tiba tertuju pada sosok yang familiar sedang berjalan berduaan tak jauh dari sana, terlihat sang pria merangkul bahu si wanita, dan si wanita memeluk pinggang pria dengan mesra...dua sosok itu terlihat berbelok ke sebuah Villa, kelihatan nya dua orang menginap di sana..,dan itu adalah Villa yang dua orang sewa karena seraya merangkul sang pria terlihat mencoba membuka pintu masuk villa dengan kunci di tangan nya.


Kiera melangkah mendekati nya di ikuti Tania dan Inka yang keheranan dengan sikap spontan Kiera tersebut...


setelah dekat...


"Bastian...?!!" seru Kiera memanggil sosok itu dengan setengah tak percaya, Kiera seperti mimpi melihat Bastian merangkul mesra seorang gadis, apalagi sampai mau masuk ke villa berduaan.


awal nya Kiera tak mau berburuk sangka mengingat Bastian punya dua saudara perempuan, tapi setelah melihat siapa yang ada dalam pelukan Bastian sontak Kiera pun melotot makin tak percaya !!! Inna??!!

__ADS_1


Tania pun terkejut melihat adegan di depan nya, baik Bastian mau pun Inna sama kaget nya, tak menyangka dengan kehadiran Kiera di sini karena setahu nya Kiera berada di kota Tiffan. sedangkan Inka hanya bengong tak mengerti dengan adegan ini, di sini ia tak tahu menahu apa yang terjadi pada Kiera dan Tania yang terlihat super kaget dan marah itu...


Bastian dan Inna buru-buru melepas kan rangkulan mesra masing-masing, dua-dua nya terlihat gugup.


"kalian???" Kiera bingung sekaligus marah


"Kei, ini gak seperti apa yang elo fikir sayang...gue bisa jelasin semua nya..." kata Bastian buru-buru


"tapi loe bukan nya di kota Tiffan?" tanya Bastian tak mengerti


"kenapa? loe kaget???" tanya Kiera marah


"gue udah kirim pesan ke elo, nelpon elo dari sore hingga malam ini buat ngabarin kalo gue cancel ke kota Tiffan tapi loe mengabaikan pesan dan panggilan gue, ternyata loe sibuk sama dia???" kata Kiera berang seraya menunjuk Inna


Inna tidak berekspresi, ia sebetul nya malah lebih suka kalau Kiera tahu. tapi tidak dengan Bastian. selama ini Inna selalu ingin hubungan gelap nya dan Bastian terpublish sama hal nya seperti hubungan Bastian dan kiera yang di ketahui semua orang. namun Bastian selalu melarang nya dan mengancam akan mengakhiri hubungan dengan Inna jika Inna berani membocorkan hubungan tersembunyi mereka ini.


Inka mulai mengerti, ternyata Kiera ini mergokin pacar nya selingkuh. Tania sejak tadi hanya memelototi Bastian dan Inna secara bergantian, ia pun tak tau mesti ngomong apa saking kesal nya. sakit hati nya sahabat nya di beginikan sama pacar, apalagi selingkuhan sang pacar adalah musuh dari Kiera sendiri, pasti sakit sekali. Tania dapat merasakan apa yang Kiera rasakan, jika saja ia ingin sudah dari tadi ia ingin mencakar Inna dan Bastian. hanya saja Tania sadar ini adalah urusan pribadi Kiera, ia tentu tak boleh kelewat ikut campur meskipun ia sahabat terdekat nya.


"jelasin sama gue...udah berapa lama kalian berhubungan..???" tanya Kiera dengan intonasi yang sangat menekan, mata nya sudah mulai merah dan berkaca-kaca, sakit sekali hati nya saat ini...


"kei..." panggil Bastian lembut, ia serba salah mau jawab apa


"jawab gue..." Kiera menekan kan lagi


"sayang..." Bastian menyentuh bahu Kiera tapi dengan cepat di tepis Kiera..

__ADS_1


"jangan sentuh gue !!!" bentak Kiera


"jelasin sama gue, sejak kapan kalian berdua punya hubungan di belakang gue !!! jelasin !!!!" pekik Kiera penuh emosi...


__ADS_2