
Lusa hari saat Rheino pulang dari luar kota guna mengurus pekerjaan nya dengan memakan waktu yang cukup lama itu, akhir nya Rheino bisa kembali lagi ke kota asal setelah menyelesaikan nya pekerjaan nya dengan sangat baik.
Rheino tadi malam sudah mengirim pesan pada Kiera untuk datang besok siang ke kantor nya guna mengambil oleh-oleh untuk Nora.
itu adalah boneka Melody, karakter kesukaan nya Nora. ada banyak stiker Melody juga dan beberapa setel pakaian dan piyama tidur yang bergambar karakter Melody pula.
Saat siang hari Kiera segera menuju kantor Rheino untuk mengambil hadiah Nora tersebut. ternyata Rheino sudah menunggu di depan.mereka seperti nya tidak membahas perihal Intan kemarin lalu, lebih tepat nya Rheino takut di marahi Kiera. sangat lucu bukan?
"kamu sudah makan?" tanya Rheino dengan suara lembut nya yang khas, melirik wajah cantik Kiera. wajah yang ia sukai sejak dulu.
"belum, aku baru akan pergi dengan Tania" senyum Kiera singkat.
"oh hati-hati" kata Rheino seraya tersenyum samar
"iya, thanks" Kiera segera berbalik pergi
Rheino hanya dengan menatap siluet mantan istri nya dari belakang saja sudah sangat tertarik.
Kiera yang sudah selesai mengambil oleh-oleh, ia pun segera melenggang akan keluar dari kawasan gedung kantor Jofan group. baru beberapa langkah, ia berpas-pasan dengan Jericko, teman kerja Rheino yang selama ini berada di luar kota. hari ini Jericko datang kemari untuk mengurus sesuatu sekalian makan siang bersama Rheino.. Jericko terus menatap nya sampai Kiera sudah jauh, Jericko sampai terpesona hingga memutar leher nya ke belakang..
lalu Jericko pun segera menghampiri Rheino setelah Kiera masuk mobil dan meninggalkan kawasan Jofan group tersebut.
"gila, siapa tu bro cakep banget sumpah, naksir gue" kata Jericko tanpa alang-alang
"temen loe ya? atau saudara loe?" tanya Jericko penasaran
"...bukan, loe mau ngapain naksir-naksir dia" sahut Rheino seraya menatap Jericko dengan alis yang tertaut.
"ya ,gimana lagi...gue kan masih single gak ada salah nya dong gue naksir" jawab Jericko si cowok ganteng satu ini dengan jujur
"gak boleh" jawab Rheino cepat
"kok gak boleh?" Jericko heran
"ya gak boleh pokok nya.." kata Rheino lagi
Jericko melihat Rheino heran, apa mungkin cewek tadi itu gebetan Rheino setahu nya teman duda nya satu ini sama sekali tak punya gebetan apalagi pacar, tiba-tiba ia tersentak
"tunggu...jangan bilang dia..mantan istri loe ya?" setelah Jericko tersadar dengan paper bag yang di bawa Kiera tadi, itu adalah paper bag bertanda toko tempat Rheino membeli oleh-oleh untuk puteri nya kemarin dan jericko yang menemani juga.
__ADS_1
Rheino hanya menaikkan alis tanda mengiyakan.
"wah...gila loe, jadi itu bener mantan istri loe? waaah saraf loe, ngapain bini se-cakep itu loe lepasin sih? wah wah...gila memang loe bro" Jericko geleng-geleng kepala
Rheino hanya tersenyum samar
"itu urusan gue" jawab nya datar dan singkat
"loe gak ada niatan kembali gitu?" tanya Jericko penasaran
"gak ada" jawab Rheino cepat
senyum Jericko langsung mengembang...
"..ya udah oke, buat gue aja ya?" kata Jericko dengan mantap
"gak boleh" jawab Rheino lebih mantap
"lho kenapa? kan itu cuma mantan istri loe, buat gue aja..lah. loe bantuin gue deketin dia, okhey" Jericko tetap ber-negosiasi
"gak.." jawab Rheino singkat, ia menggeleng samar.
"kenapa sih? loe takut gue gak bahagiain dia? gue juga kaya kali..bisa kok bahagiain mantan istri loe itu" kekeh Jericko
Rheino tetap menggeleng dengan angkuh,
"gue tetep deketin dia, gak perlu izin sama loe kok. loe juga bukan siapa-siapa nya" tantang Jericko dengan gestur santai
Rheino hanya melirik Jericko dengan horor, hingga Jericko tergelak..
tiba-tiba dari sebuah taxi turun seorang gadis cantik, Intan..ia sengaja datang bermaksud hati untuk mengajak Rheino makan siang berdua-an.
terlihat Intan melambai dengan semangat saat melihat Rheino sudah berdiri di depan.
"nah kalau yang itu gimana?" tanya Rheino
"maksud loe?" Jericko memandang gadis yang di tunjuk Rheino dari jarak beberapa meter itu
"itu temen gue nama nya Intan, cantik, pintar, berasal dari luar negara..dan dia masih single juga. kalo loe mau silahkan kejar dia saja, dan gue akan siap sedia bantu loe, gimana?" Rheino menawar kan Intan
__ADS_1
Jericko memperhatikan, dan sosok Intan semakin dekat..hingga ia bisa jelas melihat sosok cantik itu.
"gue gak tertarik, dia bukan tipe gue" bisik Jericko jujur. Rheino melirik Jericko dengan kesal
"gue mau yang kayak mantan istri loe" bisik Jericko lagi dengan keukeuh
"Kiera gak boleh di dekati siapa pun, meskipun itu elo" gumam Rheino pada jericko
'Kiera itu punya gue' bathin Rheino
"oh..jadi nama mantan istri loe Kiera?" Jericko balas bergumam di samping Rheino seraya menyeringai..
"diamlah.." Rheino berguman seraya menggertakkan gigi nya karena sosok Intan sudah sampai di depan mereka.
"kak Rhei.." sapa Intan
"ya..Intan" balas Rheino
"kak, aku mau ajak kakak makan siang, ada waktu?" kata Intan dengan menunjukkan ekspersi memelas dengan wajah cantik kalem andalan nya.
"kenapa kamu gak ngabarin dulu Intan, hari ini aku sudah ada janji ini sama teman kerja ku dari luar kota, kenalin..Jericko" kata Rheino seraya memperkenal kan dua orang
kedua nya langsung berjabat tangan sekilas
"Jericko.." senyum Jericko
"Intan" balas Intan
"gak apa-apa bro, santai aja. ajak sekalian Intan, Kasian dia udah dateng" kata Jericko
"bener gak apa-apa?" kata Rheino karena tadi nya ia takut Jericko terganggu karena mereka sekalian akan membahas pekerjaan juga.
"ya...gak apa-apa lah" jawab Jericko santuy
"oke, gimana Intan?" Rheino beralih ke Intan.
sebetul nya Intan kecewa, ia sudah datang dan tampil cantik tapi malah Rheino memilih makan siang dengan teman kerja nya.
yah, dari pada tidak sama sekali akhir nya Intan mengangguk dan ikut saja makan siang bersama Rheino dan Jericko.
__ADS_1
selama di negara Rheino, Intan selalu bepergian dengan taksi padahal Rheino dan keluarga nya sudah menawarkan Intan untuk pergi dengan sopir saja, karena di kediaman Jofan hal itu sudah terfalisitasi untuk penghuni nya, apalagi Intan adalah tamu di sana yang datang dari jauh, istilah nya tamu istimewa di mana ia adalah anak Mr.Franky kenalan baik Rheino di luar negara.
namun tawaran fasilitas itu selalu di tolak Intan, bagaimana pun ia ingin terlihat baik dan mandiri di depan keluarga Rheino agar yah...dia memiliki nilai plus di mata keluarga Rheino.