Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 97


__ADS_3

saat Rheino belum sempat menjawab apa yang Kiera katakan, tiba-tiba sosok Intan yang lemah sudah berdiri tak jauh dari mereka sedang di papah oleh seorang pelayan.


ternyata Intan tadi menanyakan keberadaan Rheino pada pelayan dan sang pelayan menjawab dengan jujur kalau Rheino sedang bersama Kiera di ruang depan. alhasil, Intan langsung panik..ia tahu betul bagaimana interaksi dua orang itu. Intan tak bisa memberikan Rheino untuk Kiera apapun alasan nya. sejak awal Intan sudah mengklaim pada diri nya sendiri kalau Rheino adalah milik nya.


Intan yang takut dan kuatir kalau Rheino dan Kiera dekat-dekat lagi, ia pun segera meminta pelayan untuk mengantar nya ke depan, sebetul nya ia juga agak pusing dan mengantuk karena efek obat resep dari dokter yang beberapa saat tadi sudah ia minum. tapi ia tetap keukeuh menyusul Kiera dan Rheino di ruang depan


"Intan kamu kenapa keluar?" tanya Rheino


"nona Intan kata nya sumpek di kamar jadi mau cari angin.." jawab pelayan mengulang apa alasan Intan pada nya saat ingin minta di antar keluar tadi.


Rheino bangkit mendekati Intan...


"Intan kamu harus istirahat biar cepat pulih" nasehat Rheino pelan


Intan terlihat bermanja-manja dengan Rheino, Kiera memutar bola mata nya dengan malas melihat adegan yang terkesan di buat-buat itu.


Intan memegang tangan Rheino agar pria itu memapah nya...


"kak aku cuma mau cari minuman hangat" kata Intan beralasan


"kan kamu bisa minta pelayan yang buatkan" saran Rheino lagi


"gak kak, aku gak mau terlalu manja di rumah kakak, aku harus tau diri" Intan bertingkah dengan sok bijak.


"ya udah sekarang kamu mau duduk di mana?" tawar Rheino


"di sana aja kak" Intan menunjuk Sofa di dekat Kiera..


Rheino pun segera memapah Intan, dan dengan perlahan Intan duduk bersampingan dengan Kiera


"kak aku mau lemon tea panas, boleh?" pinta Intan


"ya boleh lah.." senyum Rheino


"Morhin...buat kan lemon tea panas buat Intan" kata Rheino pada Pelayan yang membawa Intan tadi...

__ADS_1


"baik, Tuan muda" jawab Morhin seraya berlalu menuju ke dapur


tapi baru saja Morhin pergi, Intan menunjukkan raut kecewa dan memelas


"Kak Rhei, aku mau kak Rhei yang buatin" rengek Intan


"kan sama aja Intan" kata Rheino pelan


"nggak kak, aku mau nya kakak yang buatin kalau nggak aku gak mau minum" rajuk Intan


Kiera yang melihat dan mendengar jelas adegan itu rasa mau menggeplak kepala Intan ini dari samping saat itu juga


'sok imut sekali' batin Kiera.


Rheino menghela nafas menatap Intan yang terlihat lemah dan kasihan itu


"ya udah kamu tunggu di sini ya.." kata Rheino seraya bangkit menuju dapur untuk membuat lemon tea hangat yang Intan pinta dan ingin kan.


saat Rheino menghilang tinggal lah Kiera dan Intan saja...


Kiera menautkan alis tak mengerti arah bicara gadis di samping nya ini


"belum puas kamu bikin aku sakit kayak gini?" kesal Intan pada Kiera


"aku?" Kiera tak mengerti


"iya gara-gara kak Rheino pergi sama kamu, aku nungguin dia sampai larut malam tanpa mempedulikan kesehatan aku sendiri dan berakhir aku sakit seperti ini, puas kamu?" Intan menuduh Kiera dengan tidak masuk akal..


bukan nya menjawab, Kiera malah terkekeh..ia merasa Intan ini sangat konyol.


kalau mendengar riwayat study gadis ini yang lulusan universitas ternama seperti nya orang yang memberikan gelar pada nya sedang khilaf. nyata nya dalam hal ini juga gadis ini sangat bodoh !!! malah sangat bodoh sekali bukan?


kemana otak nya di pakai? dia sendiri yang berdiri menantang angin malam tapi dia malah menyalahkan orang lain? memang nya Rheino berjanji akan menemui nya? memang nya Rheino suami nya? lantas kenapa dia sok-sok berkorban dan menunggu Rheino di tengah malam hingga berakhir sakit? nyalahin orang lagi !!?


"kamu baru habis terbentur dimana? seperti nya benturan yang cukup parah" tanya Kiera sinis

__ADS_1


wajah kalem Intan langsung berubah jelek mendengar sindiran Kiera, secara tidak langsung mengatakan terbentur, Kiera mengatai dia tidak waras, gila dan sebagai nya


"kamu gak kasihan sama aku Kiera?" tanya Intan lemah tapi sebetul nya ini adalah serangan lagi.


Kiera hanya menatap Intan datar


"Kiera.., aku udah pernah masuk Igd gara-gara nyelamatin kak Rheino, lalu sekarang aku sakit juga gara-gara nungguin kak Rheino...plis jangan ganggu kami Kei, jangan halangi aku buat bersama kak Rheino, kamu jangan jadi wanita jahat, jangan jadi pengganggu" tuding Intan asal pada Kiera.


Kiera menautkan alis nya heran, gadis ini apakah benar-benar tidak waras???


Intan lalu menatap Kiera kesal


"sebaik nya kamu pergi saja sekarang, kamu harus ngalah sama gadis lemah kayak aku, biar kak Rheino bahagia sama aku..dan satu lagi aku gak mau ngurus Nora puteri kamu, dia gak suka sama aku jadi aku juga gak suka sama dia.., sebaik nya kamu bawa puteri kamu menjauh dari aku dan keluarga kak Rheino" tegas Intan dengan raut dan suara nya yang lemah nan menye-menye.


Kiera mengeleng-geleng kepala nya samar menatap Intan dengan miris dan...lucu.


Kiera fikir bisa di apa-apakan gadis gila ini jika Nora terus berada di sini, selama gadis ini masih berada di kediaman Jofan maka Kiera tak akan pernah lagi membiarkan Nora berada di kediaman jofan juga. mengerikan sekali..!!!


Kiera bangkit dari duduk nya...


"keterlaluan kamu Intan" desis Kiera seraya mulai angkat kaki meninggalkan Intan


tapi Intan berusaha menahan Kiera, ia belum puas dan ingin Kiera berjanji dulu untuk tak muncul lagi di depan keluarga Rheino.


namun ia yang lemah tak bisa menggapai Kiera hingga terjatuh dari berdiri nya, Kiera juga kaget..gadis bernama Intan ini tiba-tiba jatuh bertepatan pula dengan Rheino yang baru tiba membawa lemontea hangat, di ikuti seorang pelayan di belakang nya.


Rheino dan pelayan bernama Morhin itu pun kaget.., Lemon tea hangat itu langsung Rhieno letakkan di atas nakas.


ternyata Intan pinsan, salah ia sendiri sih yang terlalu sibuk memaksakan diri untuk menghalangi Rheino dan Kiera...


Rheino segera mengangkat tubuh Intan membawa nya ke kamar di ikuti pelayan Morhin.


Kiera menatap adegan itu merasa ingin tertawa..


'pasti nya seperti di film-film, aku yang bakal di salahin Rheino kan?' tebak Kiera seraya berlalu ke arah ruang tengah menghampiri Nora dan menggendong nya membawa nya melenggang keluar dari kediaman Jofan saat itu juga..

__ADS_1


__ADS_2