
"ini maksud nya apa...?" Kiera mulai mundur dua langkah dari Bastian
Kiera kembali menatap Bastian dan Inna secara bergantian.
"nggak Kei, Inna pasti bohong. dia cuma mau ngerusak hubungan kita aja. loe tahu kan kalau dia memang suka dan terobsesi sama gue sejak dulu, semua anak di Elviyohannes juga tau itu" Bastian tetap membela diri
Inna tersenyum sinis..
"jadi sekarang loe mau lempar semua tanggung jawab loe ke gue? termasuk anak yang gue kandung ini?" Ujar Inna secara mengejut kan.
Kiera makin shock dan tak mengerti
"anak? maksud kalian ini apa?" Kiera mulai naik pitam, sedang kan Bastian mulai panik dan gusar.
"ya, Kei...gue lagi hamil anak nya Bastian dan dia minta gue buat gugurin" aku Inna secara mengejutkan lagi dan lagi
Kiera merasa kepala nya pusing..telinga nya berdengung hebat
"gue sama Bastian memang sudah berhubungan selama ini, kita bahkan seringkali chek-in hotel di luar kota, loe pasti tau dan bisa menebak kan seberapa jauh hubungan antara gue dan Bastian"kata Inna dengan nada angkuh, ia terlihat senang melihat wajah Kiera yang nampak muram dan pucat karena shock dan terpukul dengan apa yang diri nya bongkar dan katakan barusan.
"dia bohong kei..." lirih Bastian
"kalau memang gue dan dia berhubungan sudah lama kenapa baru sekarang dia hamil? jangan-jangan dia cuma ngaku-ngaku aja kalau itu bayi gue" Bastian masih saja membela diri
"ya jelas aja, karena selama ini loe selalu suruh gue konsumsi pil anti hamil kan? loe selalu ancam gue setiap kita mau hubungan!" sahut Inna menatap Bastian berang, kali ini Inna benar-benar melawan nya karena sudah tak tahan lagi.
"diem loe! perempuan murahan!" Bastian dan Inna mulai bertengkar
"stooop" pekik Kiera "gue gak ada waktu denger loe berdua bertengkar ya" Kiera mulai tak sabar
"kei.." panggil Bastian lembut, ia merasa panik. takut kalau hari ini diri nya benar-benar akan kehilangan Kiera.
__ADS_1
"jelasin sama gue Tian" kata Kiera pada Bastian
Bastian menatap Kiera dengan bingung karena Bastian pun tak tau lagi harus mengatakan apa di situasi begini. Bastian benar-benar tak menyangka Inna telah berani melawan nya hingga bertindak sampai sejauh ini
"Bastian gak bakal mau jelasin ke elo, Kei. loe mau ya di bohongin dia sampe mati?" hasut Inna
"diem loe ya" hardik Bastian pada Inna
"bukan nya loe sendiri ya yang selalu gak ada capek nya buat ngejer gue, bukan nya elo yang selalu tergila-gila sama gue sejak dulu" tuding Bastian pedas seraya menatap Inna sinis
"ya benar memang gue akui" balas Inna
"memang gue yang selalu ngejar elo" aku Inna mantap, Bastian menyeringai...
"lalu kenapa sekarang loe sok baik seolah berpihak pada Kiera dan menyudutkan gue? bukan nya selama ini loe berusaha nyakitin Kiera dengan selalu berusaha mengganggu hubungan gue sama Kiera" tantang Bastian lagi namun Inna terkekeh seperti orang gila seraya berkata...
"sekarang gue bongkar semua ini bukan buat kepentingan orang lain kok, ini semua buat kepentingan gue.., supaya Kiera ninggalin loe. dan itu semua baru bisa bikin gue tenang, tapi loe tau sendiri kan Tian kalau semua yang gue omongin ini adalah nyata dan tidak mengada-mengada. di belakang Kiera kita adalah sepasang kekasih!! apa loe masih mau berkilah hah" Inna berkata dengan sangat marah, Bastian terdiam..
"kenapa loe diem?" cecar Inna lagi pada Bastian
Blank! dalam seketika Inna mengatakan hal itu, ingatan Kiera tentang cerita papa nya waktu itu pun langsung memutar kembali di otak nya. taman kota itu...semua nya adalah benar dan nyata ada nya! semua nya yang di ceritan papa nya adalah benar !??
cinta pada Bastian telah membutakan mata gue sendiri sampai gak percaya sama papa gue sendiri, batin Kiera penuh sesal
"kei.." Bastian benar-benar tak tau lagi harus bicara apa pada Kiera
"loe gak perlu jelasin apa-apa..." kiera berkata dengan putus asa..
"Inna bohong kei" Bastian tetap berisi keras
"oh ya?" timpal Inna
__ADS_1
"bagaimana dengan ini?" Inna berkata seraya mengklik tombol ponsel nya dan terlihat lah di wallpaper ponsel nya foto selfie Inna dan Bastian yang tampak mesra..., mereka pelukan dan Bastian nampak memeluk Inna dari belakang seraya dagu nya bersandar dan bermanja di leher mulus Inna.
"belum cukup?" kata Inna lagi saat melihat Kiera dan Bastian yang melotot menatap foto yang di tunjukan Inna pada layar ponsel nya saat ini.
Inna dengan penuh emosi mulai memencet ponsel nya lagi hendak membuka galeri dan saat terbuka dan baru akan memunjukkan lagi tiba-tiba Bastian dengan cepat merebut ponsel nya dengan kasar, saat Bastian akan membanting ponsel tersebut, Kiera malah merebut nya dan di layar bertepatan adalah tampilan foto pada galeri....
dan tentu saja itu adalah foto Bastian dan Inna dengan berbagai gaya, dan juga ada foto-foto baru-baru ini...
Kiera dengan gemetar meng klik foto terbaru dan teratas pose Bastian telaan-jang dada dan Inna memakai tanktop ketat dan..saat ia melihat rincian nya, Kiera dengan gemetar meremas ponsel Inna di tangan nya dan melepas kan nya begitu saja di meja depan mereka
bagaimana Kiera tidak shock, foto di ambil pada saat hari pernikahan nya dan Rheino. hari itu...dan suasana latar di foto adalah lampu kamar hotel yang sedang menyala arti nya itu foto di ambil malam hari. Kiera ingat betul saat malam hari ia menelepon Bastian pria ini bilang sedang menginap di rumah sepupu nya...
setelah di fikir-fikir Bastian memang tak pernah jujur pada nya bahkan dalam hal terbaru ini pun.
Kiera tak tahan lagi, ia harus pergi dari sini...
sebelum pergi Kiera menatap Bastian seraya berkata dengan penuh penekanan
"jahat loe Tian..!" kata Kiera lalu langsung melangkah pergi dengan kecewa dan airmata.
"Kei.." Bastian akan menyusul nya tapi Inna menahan nya
"gue gak akan lepasin loe lagi" kata Inna tajam
"lepasin gue b!!tch !!!" hardik Bastian
"loe jangan harap bisa ngiket gue, anak itu juga belum tentu anak gue" kata Bastian emosi
"lantas siapa lagi? gue gak pernah bersama pria lain selain sama loe!" balas Inna berani
"gue gak percaya" sahut Bastian tak mau kalah
__ADS_1
"kita test DNA kalo loe mau, gue bakal buktiin semua kebenaran nya" Inna bersisikukuh dengan pendirian nya.
Kiera samar-samar mendengar pertengkaran dua orang, ia tak mau tau lagi..Kiera terus mempercepat langkah nya tak peduli lagi dengan apa yang terjadi di belakang nya...