
setelah selesai, Kiera pun segera berpamitan kepada Tante Eka mama nya Rheino tersebut
Kiera tidak bisa terlalu berlama-lama, karena ia tidak mau kalau sampai diri nya bertemu Rheino sedikit pun.
namun situasi berkata lain, saat keluar dari gerbang kediaman Jofan tersebut ia malah melihat Rheino yang baru saja tiba turun dari taxi. antara Rheino dan Kiera sebetul nya menyadari kehadiran mereka masing-masing, namun kedua nya malah tetap memilih tak saling melihat satu sama lain nya. begitulah..
Kiera semakin mempercepat langkah nya dan segera masuk ke mobil pink metalic kesayangan nya yang memang ia parkir di luar gerbang, Kiera bergegas pergi dan tanpa menoleh-menoleh lagi.
walau Rheino seakan tak melihat pada Kiera namun sebetul nya ekor mata nya yang berada di balik kacamata minus tebal itu menangkap dengan lumayan jelas bagaimana Kiera begitu terang-terangan menghindari diri nya. sekali lihat saja Rheino tau kalau Kiera merasa sangat terganggu dengan kehadiran diri nya.
yah...yang jelas bukan kah Kiera sangat tak suka Rheino, maka jika tak suka harus di hindari.
Malam hari nya saat om Irwan papa nya Rheino pulang dari kantor, setelah selesai makan malam dan mereka sudah duduk santai di dalam kamar, mama nya Rheino pun segera menceritakan semua perihal kedatangan Kiera hari ini ke kediaman mereka pada suami nya itu, berikut semua yang Kiera adukan juga mama Rheino ceritakan semua pada papa nya Rheino tanpa ada yang tertinggal, sangat mendetail...
"gimana ya pa...,kasian juga si Kiera" ungkap mama Rheino prihatin setelah selesai menceritakan itu semua pada sang suami
papa Rheino hanya menghela nafas berat
"papa juga bingung kalau sudah begini ma..." kata papa Rheino dengan wajah yang menunjukkan ekspresi seakan merasa sedang di suruh memakan buah simalakama,,
__ADS_1
di buang sayang di telan memabukkan, begitu lah.
Papa Rheino bukan nya tak berperasaan, ia juga pernah muda jadi tau bagaimana rasa nya jika mencintai seseorang namun harus di paksa meninggalkan nya dan malah harus di paksa menerima orang lain lagi setelah nya...lagi pula sebetul nya memang sih, ini di jaman apa? memang jauh di lubuk hati papa Rheino yang terdalam juga ia tidak setuju dengan yang nama nya perjodohan. ia bahkan sudah pernah mengungkap kan hal ini pada teman nya Om Rio itu yang tak lain adalah papa nya Kiera.
papa Rhenio sudah mengatakan pada saat papa Kiera menawarkan perjodohan, papa Rheino berkali-kali menekan kan bahwa takut nya hal ini nanti nya akan berimbas mengganggu mental dan jiwa putera-puteri mereka.
Papa Rheino takut dan kuatir dengan contoh nya yah yang seperti sekarang ini, kalau ternyata Kiera sendiri bahkan sudah memiliki pilihan hati nya sendiri.
bagi papa Rheino tidak ada yang salah,toh lagi pula putera puteri mereka sudah dewasa tentu bisa mengambil pilihan hati sendiri
namun saat itu papa Kiera juga malah lebih menekan kan bahwa hanya Rheino lah yang ia ingin kan sebagai menantu, jadi nya ia tetap keukeuh mengatakan mengungkap kan hal itu pada papa Rheino dengan begitu antusias.
saat itu sebetul nya papa Rheino pun masih meminta waktu agar mereka masing-masing bisa saling menanyai putera-puteri mereka dan hal itu pun di setujui oleh papa Kiera.
nah dari situlah perjodohan pun terjadi dan di sepakati dengan sangat baik..
sekarang setelah mendengar cerita dari istri nya barusan, papa Rheino pun menjadi sangat serba salah, karena ia ingat betul saat persetujuan perjodohan itu di sah kan, papa Rheino dengan jelas papa Kiera teman nya itu mata nya berkaca-kaca seperti terharu penuh bahagia.., karena di sepakati nya perjodohan ini.
papa Rheino begitu sangat nyata melihat bagaimana seorang teman nya yang begitu sangat menginginkan putera nya untuk di jadi kan menantu, lantas bagaimana papa Rheino bisa menolak nya lagi?
"nanti kalau kapan-kapan ada waktu, papa bisa ngomong sama Rio, maa.. ya.., siapa tau saja Rio masih bisa di ajak tukar fikiran, atau bagaimana nanti solusi terbaik nya lah" kata papa Rheino lirih
__ADS_1
"...iya pah.." mama Rheino hanya bisa mengangguk pasrah.
di dalam lubuk hati nya mama Rheino ia tentu saja menyayangi Kiera dan sangat ingin kalau Kiera menjadi menantu nya namun sebagai seorang wanita sekaligus seorang Ibu, diri nya juga tentu lah tak boleh menjadi egois jika Kiera sendiri bahkan tidak lah bersedia untuk itu.
💚💚
Elviyohanes High school keesokan hari nya...
kelas Kiera baru saja melakukan test untuk pengambilan nilai tambahan..
pengambilan nilai di lakukan menurut nomor absen jadi yang sudah selesai bisa langsung keluar.
Kiera keluar lebih dahulu tanpa Tania, karena huruf abjad Tania adalah hampir di urutan terakhir dalam absen kelas.
Kiera bergerak menuju lantai atas untuk sekedar bersantai di balkon sekolah sekedar menenangkan fikiran dan otak nya yang mumet karena urusan perjodohan nan tak ada habis nya ini.
saat Kiera keluar kelas ia sempat melihat teman-teman kelas nya yang sudah selesai tes lebih dulu terlihat menuju kantin dan ada juga yang menuju tempat-tempat lain yang di sukai. taman atau nongki-nongki di seputaran koridor atau sekedar pergi ke gedung eskul melihat anak kelas lain melakukan kegiatan berolahraga.
di antara siswa siswi kelas nya yang 3B, Kiera juga melihat beberapa siswa siswi kelas 3c di luar yang artinya sebagian dari mereka sudah selesai test. nah kalau 3A jangan di tanya ya, kalau habis test pasti langsung ke lab atau ke perpus ketimbang nongki-nongki manja seperti hal nya siswa siswi 3b dan 3c...
Kiera yang sedang melangkah kan kaki nya di anak tangga untuk naik ke atas, melihat Inna dan dua teman genk nya sedang dari atas hendak menuju ke bawah. dan jelas saja seperti biasa langsung menatap Kiera dengan sinis.
__ADS_1
Kiera hari ini malas ribut, dia sedang ingin tenang dari otak nya dan fikiran nya yang sedang kalut, namun seperti nya tidak dengan Inna.., dari gelagat nya Inna ingin mencari gara-gara pada Kiera.