
Inna merasa shock juga karena yang berbicara adalah Rheino, jika yang berbicara seperti itu adalah Bastian atau pun orang lain maka ia sudah terbiasa tapi ini Rheino seorang pria pendiam yang terkenal tak banyak bicara dan sangat sopan.
"memang nya apa yang akan kau lakukan Rheino?" Inna berbalik dengan kesal karena ia cemburu Rheino seperti sangat membela Kiera.
"aku tetap akan ada urusan dengan Kiera, aku akan memastikan hidup nya tak akan bahagia" lanjut Inna seraya menatap lurus wajah Rheino, ia iri sekali pria semenakjubkan ini malah begitu berpihak pada Kiera !?
"oh, ya? lakukan saja.., perlu aku tekan kan jika kau masih saja mengusik kiera maka aku tak akan segan meski kau wanita sekalipun. aku akan membuunuh mu.." kata Rheino horor, wajah nya datar dan benar-benar sedingin es.
"kau dengar? aku akan membunuuh mu dengan sangat kejam" tekan Rheino lagi
dan seketika membuat wajah Inna benar-benar pucat, seperti nya Rheino memang tidak main-main dalam hal ini, karena karakter Rheino bukan lah orang yang sering berbicara seperti ini. jika ia sudah di mode begini maka di pastikan lawan nya perlu berjaga-jaga.
Inna segera mundur lalu berbalik dan pergi dari sana dengan terburu-buru..
Kiera menatap kepergian Inna sedangkan Rheino menatap Kiera
"ayo kita cari tempat lain, mood ku sudah rusak" kata Rheino seraya bergerak menuju Nora
Kiera hanya terbengong, ia tak pernah melihat Rheino semarah ini pada sosok wanita, Rheino sangat menghormati wanita tapi mengapa ia semarah itu pada Inna hanya karena Inna membully diri Kiera?
apakah aku sepenting itu? batin Kiera
ah sudah lah jangan membaper..! tekan Kiera lagi di dalam hati nya.
Rheino berjalan mengitari tempat tersebut seraya menggendong Nora di ikuti Kiera, mereka mencari tempat yang lebih nyaman yang memang sudah terfasilitasi di ELuna beach tersebut.
ππππππππ
Visual mama dan papa nya Nora
Queenna Kiera Zumarnis
__ADS_1
Rheino Raditya Jofan
ππππππππ
hari berikut nya Rheino tidak berada di tempat, ia menghabiskan waktu nya beberapa hari di luar kota dengan skejul padat menyangkut pekerjaan nya.
saat Kiera baru saja menyelesaikan rapat di kantor nya seorang gadis datang menemui nya, Intan.
Kiera heran juga Intan tau-tau datang menemui nya
"hai,Kiera aku gak ganggu kerjaan kamu kan?" tanya Intan saat ia sudah di depan pintu ruangan Kiera di antar oleh sekretaris Kiera.
setelah sang sekretaris pergi, Kiera menatap Intan dengan waktu sepersekian detik
"ada apa Intan?" tanya Kiera masih di liputi keheranan..
"enggak aku cuma mau nemuin kamu aja" kata Intan seraya tersenyum ceria
Intan duduk di ikuti Kiera
"kamu mau minum apa?" tanya Kiera
"enggak usah repot, Kei.." jawab Intan
"aku kesini cuma mau nemuin kamu aja, bosan aku selama gak ada kak Rhei.." kata Intan ceplas ceplos. to the point banget.
deg..!! Kiera sakit telinga setiap mendengar Intan menyebut Rheino dengan sebutan kak Rhei lalu, Intan bergaya seakan-akan bahwa Rheino adalah milik nya, seakan-akan Rheino adalah sosok yang selalu menghabiskan waktu berduaan dengan nya.
"oh.." Kiera hanya ber oh singkat
"kei.." kata Intan kemudian
__ADS_1
"..ya?" Kiera menyahut, ia seperti nya mendengar Intan kali ini ingin berbicara serius pada nya
"ada yang aku mau bahas sama kamu? boleh?" tanya Intan hati-hati
"oke.." jawab Kiera seraya tersenyum,, walau hati nya mempertanyakan apa yang akan di bahas oleh gadis bernama Intan ini. Kiera gugup juga sebetul nya karena pasti yang di bahas adalah menyangkut Rheino..
kedua nya diam dalam beberapa detik
"kamu gak ada rasa sama kak Rheino lagi kan,kei?" tanya Intan pelan
Kiera tidak tau harus menjawab apa, memang nya siapa gadis ini yang begitu berani mengulik privasi nya seperti ini..!?
"maksud kamu?" kiera menautkan alis
"soal nya..aku suka sama kak Rhei..! kalau kamu juga suka kan jadi nya kita bakal saingan, tapi aku pastikan kamu gak bakalan suka kak Rhei lagi kan? kalian kan sudah bercerai...aku yakin itu" tutur Intan cepat..
"Kei, kamu kan mantan istri nya pasti tau apa yang kak Rhei suka dan gak suka, plis ajarin aku gimana cara nya agar kak Rhei juga makin terpersona sama aku, kamu mau kan bantuin aku? aku udah anggep kamu teman aku juga kei" kata Intan lagi seakan tak memberi celah untuk Kiera berbicara di saat seperti ini
makin terpesona? apa maksud nya? batin Kiera
"kei, aku yakin kak Rhei itu juga sudah suka sama aku,tapi dia masih ragu karena pernah gagal berumah tangga, pernah gagal dalam cinta. aku mau yakini dia Kei, aku mau Kak Rheino tau kalau aku siap jadi obat buat luka dia...Kei, aku cinta banget sama Kak Rheino.." Intan berkata dengan antusias
Kiera terdiam..apa-apaan gadis ini?
"kamu tau Kei, di luar negara sana di tempat aku...kami sangat dekat. aku dan kak Rheino sering bersama, kami sudah seperti pasangan..kalau saja kak Rhei enggak trauma sama persoalan cinta nya sama kamu, pasti dia udah ngebuka hati nya buat aku" lirih Intan penuh percaya diri.
"aku pantes buat kak Rhei...aku bahkan pernah menyelamatkan nyawa kak Rhei.." Intan mulai bercerita saat diri nya kecelakaan tertimpa alat untuk acara dan membuat nya masuk Igd waktu itu demi menyelamat kan Rheino
"aku adalah satu-satu nya wanita yang rela mati demi kak Rheino..." kata Intan mantap
Kiera mendengar cerita dan pengakuan Intan ini sudah di pastikan ada maksud. Intan ingin mengklaim budi nya pada Rheino... dan untuk itu Rheino berhutang pada nya. seakan ingin tolak ukur dengan Kiera...siapa yang lebih pantas untuk Rheino..
Kiera masih tak bisa berkata-kata, gadis bernama intan ini datang tiba-tiba dan langsung nyerocos seperti kaset rekaman saja di hadapan nya..
__ADS_1
"Kei..kamu gak suka lagi kan sama Kak Rhei..kalau kamu punya hati nurani,kamu gak akan tega kan bersaing sama aku yang jelas-jelas udah rela berkorban untuk kak Rhei, cidera kepala aku karena kejadian itu lumayan parah Kei.., aku bahkan harus kontrol satu bulan sekali setelah kejadian itu..., saat ini aku rela ke negara ini menyusul kak Rhei, aku datang kesini untuk mengejar cinta aku..Aku gak bisa tanpa kak Rheino, Kei...plish kamu ngalah sama aku, kak Rhei sekarang gak bisa lepas dari bayang-bayang kamu..,kamu mau kan mundur? aku bahkan rela absen kontrol cidera aku ke dokter demi menyusul kak Rhei..., kamu gak bakal mau jadi wanita jahat yang menghambat perjalanan aku kan?" Kali ini Intan mulai berlinangan air mata...