
Kiera lega karena ada yang memihak nya dan juga melihat kejadian asli nya tersebut
"alah...palingan juga kalian sekongkol" bantah Diana gak mau kalah
"bener tu palingan juga sekongkol kan" Zisah ikut-ikut mengompori
"udah-udah..," Inna sok berjiwa besar seraya menahan nyeri di kaki nya
"gak bisa dong, elo udah sakit gini mereka masih aja ngeles" kata Zisah sok jadi tim korban.
"bohong kalian berdua ya?" tuding Diana pada Nona dan Annie
"dih...ngapain bohong? gak ada untung nya" sahut Nona kesel
"orang memang bener kok Inna jatuh sendiri" lanjut Nona lagi, di ikuti anggukan mantap Annie di sebelah nya.
"kalian berani ya nyerang kita?" bentak Diana galak..., Zisah juga ikut-ikutan melotot ke arah Annie dan Nona.
teman-teman Inna ini perilaku nya memang sangat sengak karena mereka merasa punya dekingan Inna dan juga punya genk yang lumayan ramai jumlah nya. mereka ini kalau ada yang gak di sukai, dikit-dikit main keroyok maka nya siswi-siswi malas berurusan sama genk mereka. mereka ini pengecut..dikit-dikit keroyokan
"eh ngapain kalian hah...?" Tania tiba-tiba masuk ke kerumunan, menatap Inna,Zisah dan Diana dengan berang..
"apa yang di omongin Annie sama Nona pasti bener kok, karena Kiera gak mungkin nyelakain orang lain" Tania yang berang dan langsung mepet pada Kiera, seakan Tania siap melindungi sahabat nya ini
"gue sebagai sahabat nya tau gimama sahabat gue" Tania melotot judes pada Inna dan dua teman Inna yang bernama Zisah dan Diana itu.
Inna nampak tersenyum sinis, jadi kali ini ia yang bersuara...
"ya jelas elo bela sahabat loe lah" kata Inna dengan mimik dan di sertai senyuman nya yang sinis
"jangan-jangan bener lagi, Inna jatuh sendiri" celutuk salah satu murid cowok yang terkenal mulut nya ember suka ghibah
"iya kali ya" sambung siswi lain nya
mendengar itu Inna merasa kesal dan melototi kerumunan siswa siswi yang sedang asik nyelutuk tersebut, seakan ingin menunjukkan pada kerumunan itu betapa ratu diri nya.
"berapa kalian di bayar Kiera buat bohong, biar gue bayar dua kali lipat biar kalian ngomong jujur" ujar Inna pada Annie dan Nona
__ADS_1
"apaan...sih?" Nona merasa ini kocak
"kita gak di bayar ya..,ini tuh kita ngomong fakta" Annie juga menimpali nya
"berani kalian sama gue?" Inna terlihat tak suka menatap Nona dan Annie
Nona dan Annie tentu saja rada ngeri bila mengingat mereka akan di keroyok dan di kerjai sama genk nya Inna tapi mereka lebih baik berkata jujur dengan apa yang mereka lihat. soal nya mereka juga sudah gedeg sama kelakuan Inna cees ini dari tahun ke tahun.
"berani kalian...?!?" maki Inna lagi memperlihatkan mata cantik bulat dan bulu mata lentik panjang milik nya itu.., ia makin menjadi-jadi melihat Nona dan Annie yang terdiam tanpa menjawab
"coba saja kalau loe berani sentuh mereka" terdengar suara cewek yang masuk ke kerumunan, suara cewek itu terdengar macho..dia adalah Adelia wakil ketua osis, anak nya tomboi.
Inna langsung diam, di seantero sekolah siswi yang tak bisa ia sentuh adalah si tomboi ini, selain ia wakil ketua osis ia juga bukan cewek sembarangan.
dulu Inna pernah bermasalah, lalu di hukum karena itu, jadi ia dendam dengan para osis ini. namun ketua osis adalah pria jadi ia tak berani dan melampiaskan nya pada wakil ketua osis yang kebetulan adalah cewek, si Adelia ini.
ternyata saat ia membawa genk nya mengeroyok Adelia saat sepulang sekolah di gang sepi, namun yang ada malah cewek-cewek genk nya kena hajar oleh Adelia habis-habisan, kena jambak, kena tam-paran tanpa ampun...
sejak itu Inna cees takut pada Adelia dan tak ingin lagi berurusan sama si tomboi ini...
"kenapa loe mau nyerang mereka? mereka kan ngomong jujur" kata Adelia...
"tapi...memang Kiera kok yang dorong gue del" bantah Inna namun tak berani dengan suara besar, hanya berkata dengan pelan.
Zisah dan Diana pun langsung menunduk ciut karena mereka berdua ini sudah pernah kena bogeman dari seorang Adelia kala itu
"alah banyak drama loe, loe fikir gue gak tau elo? udah...udah bubar aja semua nya bubar" titah Adelia dan tentu lah tak ada murid yang berani membantah, semua nya pun langsung bubar... ambyar !
"kalau memang kaki loe sakit, ya udah ke UKS. gak usah pake nuduh orang lain karena kelakukan loe sendiri" kata Adelia pada Inna lalu Adelia langsung berbalik pergi, Annie dan Nona pun langsung ikut pergi dari sana.
yang tersisa tinggal Kiera,Tania, Inna, Zisah dan Diana..
"yuk, kei.." bisik Tania mengajak Kiera pergi
namun saat mereka akan melangkah, sosok Bastian muncul. ia baru tiba, tadi ada yang melapor kalau Inna dan Kiera ribut lagi, jadi dia buru-buru datang namun semua orang sudah bubar.
Bastian hanya melihat lima cewek itu saja di sana
__ADS_1
Inna pun langsung drama
"Tian, kaki gue sakit ..." rengek Inna
"ada apa ini?" tanya Bastian dengan alis indah nya yang tertaut sempurna
"sayang..." lirih Kiera baru akan berkata pada Bastian..
"tadi ada yang bilang kalo loe dorong Inna Kei?" tanya Bastian dengan intonasi tuduhan
"gue gak..." Kiera buru-buru akan membela diri
namun..
"iya bener..Tian, si Kiera itu udah dorong Inna..." Diana mengompori karena kelihatan nya berita yang Bastian terima adalah Kiera yang mendorong jadi mereka tinggal tambah bumbu dan api nya saja.
"iya bener, kita saksi nya kok. orang Inna lagi turun tangga malah di dorong sama Kiera sampe jatuh" zisah gak kalah panas. notebon nya mereka ini perempuan ular semua yah
"itu gak bener Tian" Tania buru-buru membela Kiera
"yeee orang loe gak di sini kok, jangan sok tau" serang Zisah pada Tania, jadi nya Tania hanya bisa terdiam karena diri nya memang tidak melihat kejadian yang sebenar nya.
"liat nih Tian kalo loe gak percaya, pacar loe tuh jahat tau gak" Diana berkata seraya menunduk dan menarik kaos kaki semata kaki nya Inna dan terlihat lah mata kaki Inna yang tampak melebam
"si Kiera yang dorong..." tunjuk Diana lagi
Inna memperlihat kan raut wajah memelas dan sedih, wanita cantik satu ini memang penuh sandiwara. tadi ia sangat jutek di depan murid lain tapi di depan Bastian ia nampak lemah tak berdaya.
"loe apa-apa an sih Kei?" Bastian menatap Kiera dengan kesal
"tapi gue...." Kiera mencoba membela diri
"stt stop" potong Bastian
"dia jatuh sendiri Tian..." Kiera mulai bingung ternyata di saat begini pacar nya sendiri malah membela Inna musuh bebuyutan nya ini...
"gue gak mau denger apa-apa okey? sekarang minta maaf sama Inna..." kata Bastian yang membuat Kiera terperanjat bukan main...
__ADS_1