
waktu terus berlalu dan terasa begitu makin cepat bagi Kiera. tidak ada yang berubah... kedua pihak keluarga Zumarnis dan keluarga Jofan terus mempersiapkan satu demi satu untuk keperluan pernikahan putera puteri mereka.
dan hubungan Kiera dan Bastian pun terus berlanjut, namun Kiera merasa Bastian tidak berbuat apa-apa. Bastian sebetul nya bukan tidak mempedulikan pacar nya yang akan menikah, Bastian merasa kuatir juga...hanya saja ia terlalu menyepelekan keadaan. ia yang di besarkan di keluarga kaya raya sejak kecil tak perlu mengkhawatirkan apa yang di ingin kan karena pasti akan terwujud, pasti akan tercapai. sejak kecil pun tak perlu takut akan kehilangan sesuatu milik nya, ia selalu hidup seperti seorang pangeran yang selalu bisa memiliki apa yang ingin di miliki, tanpa takut kehilangan sesuatu tersebut..karena ia yakin sampai sekarang pun keberuntungan itu akan selalu berpihak pada nya, jadi makin kesini ia Bastian ini enjoi saja menyikapi nya.
sedang kan Kiera merasa sangat kuatir, karena hari kelulusan yang semakin dekat. karena itu artinya ia harus segera menikah dengan pria yang tidak ia cintai, Rheino Raditya Jofan. dan sungguh hal ini membuat Kiera merasa sangat frustasi berat !!!
💚💚
beberapa hari kemudian Kiera nekat menemui mama Rheino di kediaman keluarga Jofan..
Kiera sudah membulatkan tekad, ia harus berusaha agar pernikahan ini batal, gagal total. Kiera tak mau bila terus-terusan pasrah pada nasib. apalagi yang di lihat nya Bastian Sanjaya sang pacar seperti santai-santai saja tanpa kekuatiran sama sekali.
Kiera sebetul nya agak kesal dengan sikap Bastian namun ia maklumi, yah mungkin pacar nya itu mencoba berfikir positif ketimbang hidup dalam kepanikan. istilah nya jodoh gak akan kemana..! yang Kiera ingat kalau Bastian selalu menekan kan kalau Kiera adalah jodoh nya dan ia adalah jodoh nya Kiera...maka tidak akan ada yang berubah. rintangan dan ujian ini pasti akan segera berlalu. Bastian begitu yakin dengan terus berpegang pada perihal karena ia dan Kiera sudah berpacaran selama tiga tahun ini tanpa restu pun namun mereka bisa tetap baik-baik saja. jadi Bastian yakin kali ini pun mereka juga akan tetap baik-baik saja.
oke,fine...Kiera sangat memaklumi nya, namun tidak salah kan kalau hari ini Kiera tetap berusaha untuk agar pernikahan ini gagal total. siapa tahu dengan kata hati nya yang ingin menemui mama Rheino ini adalah jawaban untuk menyelamatkan hubungan cinta nya dengan Bastian. jadi kiera yakin untuk pergi ke kediaman Jofan.
"Kiera? tumben...ayo sini" panggil Tante Eka mama nya Rheino pada nya sore itu. salah satu Asisten rumah tangga nya keluarga Jofan mengantar Kiera ke ruang utama. Tante Eka cukup suprise karena selama ini belum pernah Kiera datang sendiri ke kediaman nya. karena seringkali Kiera berkunjung bersama kedua orang tua nya, yo-i semenjak perjodohan di lakukan kedua pihak keluarga pun jadi sering mengunjungi satu sama lain nya.
"iya tante" hanya itu jawaban singkat yang bisa Kiera jawab dari pertanyaan mama nya Rheino barusan. selanjut nya ia hanya melangkah dengan sopan ke arah Mama Rheino dan menyalami nya.
__ADS_1
kemudian Kiera mengikuti mama Rheino duduk di sofa ukuran super Size yang ada di ruangan utama tersebut.
"agatha tolong buat kan minuman..." kata mama Rheino pada salah satu asisten rumah tangga nya itu.., yang di panggil Agatha itu pun mengangguk ramah seraya pergi ke arah dapur dengan patuh.
"gak usah repot-repot Tante..." Kiera sungkan
"Kiera juga cuma sebentar ini" kata Kiera lagi
"gak repot, cuma minuman. lagi pula kan yang datang ini calon menantu tante" ujar Mama Rheino dengan senyuman nya yang begitu nampak ramah dan akrab
Kiera mendengar penuturan mama Rheino hanya tersenyum pahit. Mama Rheino begitu senang menyambut diri nya karena merasa ia adalah seorang calon menantu keluarga Jofan sedangkan diri nya sendiri datang bertamu kemari tujuan nya adalah untuk membatalkan segala nya. makin kesini Kiera merasa bingung harus memulai perkataan nya dari mana dulu..
"ada apa sayang?" tanya mama Rheino yang melihat Kiera nampak gelisah seolah ingin mengatakan sesuatu
Mama Rheino terus menatap Kiera dengan heran
"Kiera...sayang.." panggil Mama Rheino lagi
"i-iya tante.." Kiera buru-buru menjawab nya
"kamu gak apa-apa? kamu sakit?" Mama Rheino mulai kuatir karena melihat wajah Kiera yang seakan berubah-ubah warna
__ADS_1
"ggak Tante" Kiera spontan menggeleng karena ia memang tidak sedang sakit.
Kiera mulai berfikir apakah wajah dan prilaku nya sekarang seaneh itu,hingga Tante Eka mama nya Rheino ini beranggapan demikian.
Kiera juga heran karena tadi saat berniat pergi kemari dan saat di perjalanan pun Kiera masih begitu berani dan penuh semangat, tapi mengapa sekarang saat berhadapan dengan mama nya Rheino malah Kiera kesulitan untuk mengungkap kan unek-unek di hati nya tentang perjodohan yang sama sekali tidak di ingin kan nya ini.
Kiera menarik nafas nya dalam-dalam dan menghembuskan perlahan, ia kembali berusaha menguatkan semangat dan hati nya. ini lah saat nya ia bicara, tak ada waktu lagi..., jika ia masih menunda nya maka perjodohan itu akan semakin dekat hari dan tentu akan semakin menimbulkan luka di dua pihak keluarga. semakin cepat bilang maka luka nya mungkin tak akan seberapa parah...
"Tante..." lirih Kiera
"iya.." Mama Rheino juga merasa ada firasat yang tidak baik melihat bahasa tubuh Kiera hari ini
"Kiera ada yang mau di omongin sama Tante" kata Kiera lagi sembari terus berusaha memacu keberanian di dalam hati nya
"iya, ngomong aja sayang..." sahut mama Rheino lembut
"ini tentang perjodohan antara Kiera dan Rheino Tante..." kata Kiera perlahan lalu mengigit pelan bibir nya karena takut salah bicara, karena sebetul nya Kiera pun tak tega pada Tante Eka yang sangat baik pada nya. tapi mau bagaimana lagi? Kiera sama sekali tidak mencintai Rheino.
pernikahan yang tanpa cinta itu buat apa? bukan kah segala sesuatu yang dipaksakan itu akan sakit rasa nya..
Mama Rheino mengangguk perlahan mengizinkan Kiera untuk meneruskan ucapan nya...
__ADS_1
"Kiera harus ngomong sama Tante, hanya ini lah harapan Kiera satu-satu nya karena mama dan papa Kiera sama sekali tak mau peduli dengan kemauan Kiera, jadi Kiera yakin cuma Tante yang bisa bantu Kiera.." tutur Kiera dengan intonasi perlahan..