
hingga saat makan siang menjelang, Kiera tidak bergabung bersama orang-orang, ternyata ia tak ada di tempat karena ada nya pekerjaan mendadak yang harus ia urus.
saat lewat tengah hari ia baru kembali ke kediaman Zumarnis, ia betul-betul tak ada waktu makan siang tadi. hanya makan sekeping biskuit di mobil..
lagi pula efek dari tak selera makan nya sekarang jadi benar-benar tak enak makan, dan seperti diri nya merasa kenyang. bisa jadi masuk angin.
πππππ
saat acara berlangsung sekitar pukul tiga sore, orangtua Rheino pun sudah tiba di sana..dan beberapa kerabat dekat Jofan lain nya.
jamuan sudah tersedia dengan begitu menggugah selera di beberapa meja.
Kiera sebetul nya merasa ingin makan juga karena pada menu terdapat beberapa makanan kesukaan nya. mama Kiera kelihatan nya sengaja menyiap kan apa yang di sukai puteri nya dan juga mantan menantu nya, Rheino.
Kiera mengambil salah satu makanan yang ia gemari dan duduk di salah satu meja bersama Tania, tapi baru beberapa suapan Kiera merasa perut nya tidak enak seperti mual. ia terlambat makan hingga jadi begini.
Kiera menggeser sisa makanan yang tidak ia habis kan tersebut
"udah Kei..?" tanya Tania heran karena Kiera tidak menghabis kan makanan favorit nya, tumben-tumben nya kan?
"kenyang gue" jawab Kiera lesu, ia terlihat cantik dengan mini dress selutut dan heels bewarna sebening kaca
Tania menangkap gelagat yang tak bagus, Kiera ini pasti terlambat sarapan dan terlambat makan siang juga. Tania hafal sama sahabat satu-satu nya ini.
"tadi pagi loe gak makan ayam krispi nya sama Rheino ya Kei?" selidik Tania penasaran
Kiera menggeleng
"enggak" jawab nya singkat
Tania menghela nafas
__ADS_1
"ya ampun,,Kei. gue udah bela-belain pesen itu lebih awal biar loe bisa sarapan bareng Rheino dan kalian bisa saling berkomunikasi lebih baik ke depan nya" kata Tania yang merasa antara Kiera dan Rheino sama-sama tidak bagus hubungan nya.
"ya..gimana lagi Tan. orang Rheino tuh terganggu banget sama kehadiran gue" ujar Kiera
"emang loe tau dia terganggu?" Tania makin heran
"dia ngusir gue Tan. ya emang secara halus sih...tapi kita kan udah sama dewasa Tan. ya pasti tau lah maksud dari perkataan nya apa" kata Kiera lagi
"what?" Tania tak habis fikir
dalam beberapa detik dua orang diam...
"itu sebetul nya Rheino apa bukan sih Kei?" tanya Tania konyol
"ya Rheino lah, siapa lagi" Kiera merasa aneh dengan pertanyaan konyol Tania
"bukan gitu Kei, oke secara fisik dia berubah 360 derajat, okey. tapi sikap Rheino kok gitu amat" Tania benar-benar tak mengerti.
ya, sejak dulu diri nya memang bukan orang yang dekat dengan Rheino tapi..Tania tentu tau kalau Rheino itu orang nya pendiam dan tak banyak bicara tapi akan sangat manis dan ramah pada orang yang baik pada nya. Rheino hanya akan dingin jika itu pada orang yang mengganggu nya, jahat dan usil pada nya. lalu...bukan kah Kiera yang Tania lihat sejak kemarin adalah Kiera yang begitu ramah dan baik pada Rheino, lantas mengapa Rheino terkesan angkuh begitu? ada apa sebetul nya?
Kiera menggeleng...
"astaga Kiera, loe kan tau kalo loe tuh gak boleh terlambat makan sejak dulu" Tania mulai kesal
Kiera hanya menatap ke nun jauh beberapa meter di sana, sosok Rheino yang sedang berdiri dengan ganteng nya bersama Papa Kiera dan beberapa orang lain nya.
di lain tempat mama Kiera sedang menggendong Nora sang cucu yang tertidur, bercakap dengan beberapa orang dan juga orangtua Rheino.
terlihat Rheino menghampiri mama Kiera mengambil Nora untuk membawa nya naik ke kamar...
"loe ada yang mau di omongin sama Rheino ya?" tanya Tania saat mata Kiera tak beralih dari sosok jangkung nan menawan di sana
__ADS_1
"entah lah Tan..." jawab Kiera lirih
Tania tanpa aba-aba langsung bergerak melangkah menuju Rheino yang sedang melangkah ke arah tangga, Kiera kaget dengan tindakan Tania jadi ia reflek ikut ke arahTania melangkah..
"Rhei..sini in Nora nya biar gue yang anter dia ke kamar nya" Tania mengambil posisi kedua tangan siap menggendong Nora
"gak apa Tan..makasih" jawab Rheino ramah, berbeda dengan cara ia menyapa Kiera akhir-akhir ini. dan Tania pun dalam hal ini merasa makin aneh.
"dah gak apa Rhei.., Kiera mau ngomong sama loe" kata Tania tanpa basa-basi langsung merebut Nora dari gendongan Rheino
"gu-gue??" Kiera tergagap..kok gue? batin Kiera merasa tak siap mau ngomong apa sama Rheino, meskipun sebetul nya ada baaanyak sekali yang memang ingin Kiera bicarakan dengan Rheino.
tanpa bicara lagi, Tania segera berlalu menuju lantai atas dengan Nora dalam gendongan nya..melangkah menjauh meninggalkan Kiera dan Rheino yang terpaku.
setelah sepersekian detik dua orang diam-diaman, kedua nya tanpa berkata seolah sehati langsung sama-sama melangkah menjauh dari arena pesta, ke koridor rumah yang agak sepi.
Kiera yang sejak tadi menunduk, kini dua orang berhadapan dengan berjarak kurang lebih dua meter. Kiera kali ini menatap lurus pada mata Rheino...
setelah di tatap begini dalam keadaan sadar dan tidak mabuk seperti kala malam itu, Kini Kiera baru sadar kalau bola mata Rheino memiliki warna gelap,tajam dan sangat lah menawan.
"gue gak punya banyak waktu, kalau mau ngomong..,ngomong aja sekarang" kata Rheino ketus dan tidak ramah seperti hal nya akhir-akhir ini
"loe kenapa sih Rhei...gue punya salah yang besar banget ya sama loe?" tanya Kiera bingung dan penasaran
Rheino hanya diam dengan wajah cuek nya.
"Rhei..kenapa loe gini-in gue? perihal perceraian bukan kah kita udah sepakat secara baik-baik dan damai tanpa permusuhan ke depan nya" Kiera mengingat kan Rheino saat mereka bercerai beberapa tahun silam
gue gak bisa Kei, batin Rheino. gue gak bisa bersikap biasa-biasa saja, karena di saat gue komunikasi baik sama loe itu sama aja gue memupuk perasaan gue sama loe yang memang gak pernah mau hilang meski gue udah berusaha membuang nya selama ini.
"itu semua cuma masa lalu, jangan di ungkit. gue gak tertarik mengungkit nya" yang keluar dari bibir Rheino justru kata-kata pedas yang terdengar lumayan menyakit kan memang
__ADS_1
"...oke" Kiera menarik nafas, sesak dan tidak enak rasa nya.
di saat sekian tahun berpisah dan pria ini sangat ia rindukan namun justru orang nya setelah bertemu malah sikap orang nya tak sesuai dengan harapan, sakit memang..tapi Kiera tak bisa apa-apa menghadapi nya.