Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 94


__ADS_3

Kiera dan Rheino sudah di dalam mobil, dan di saat Kiera sedang memasang seat belt nya, satu kalimat dari Rheino cukup membuat nya terhenyak.


"Kiera, ayo kita menikah saja" kata Rheino cepat


Kiera terkejut, ia tercengang sepersekian detik.


Rheino mengajak nya menikah? apakah ini mimpi?


Rheino bersuara lagi


"ayo kita menikah lagi demi Nora" kata Rheino menegaskan.


entah kenapa Rheino harus se-gengsi ini? kenapa tidak bilang kalau ia takut Kiera di ganggu pria lain termasuk Bastian. sumpah Rheino cemburu saat melihat Bastian berusaha mendapatkan Kiera lagi. ia tak akan membiarkan pria mana pun memiliki Kiera selain diri nya.


saat Jericko teman nya bilang ingin mengejar Kiera juga saat itu Rheino sudah mulai merasa kan yang nama nya ketar ketir.


Kiera yang mendengar alasan Rheino mengajak nya menikah lagi tentu saja ada kekecewaan. Kiera tidak mempermasalahkan jika memang itu demi anak, artinya Rheino sangat baik memikirkan segala nya hanya demi sang puteri kecil mereka. tapi apakah baik jika pernikahan terjadi juga hanya demi Nora tanpa ada cinta untuk Kiera, apakah itu baik untuk sebuah pernikahan?


bukan kah akan lebih baik pernikahan terjadi karena Rheino memang beralasan demi Nora dan demi Kiera juga?


walau senang di ajak menikah,Kiera tetap ada kekecewaan karena hingga akhir tak ada tempat untuk diri nya di hati Rheino.


Tanpa menunggu jawaban dari Kiera, Rheino segera menstarter dan melajukan mobil nya meninggalkan tempat itu menuju rumah pribadi Kiera.


hari sudah sore saat ini, mobil Rheino masuk ke gerbang rumah kiera. saat Rheino sudah selesai memarkirkan mobil nya, Kiera bersiap turun dari mobil dan ia tak menyangka Rheino juga ikut turun.


"kau mau mampir?" Kiera heran


"iya.." jawab Rheino datar


walau Kiera senang, Kiera tetap merasa kalau mantan suami nya ini makin aneh dari hari ke hari.


Kiera memasukkan kode membuka pintu utama rumah nya..


"silahkan masuk..." ajak Kiera


"oke" jawab Rheino tanpa suara...


tubuh jangkung itu langsung masuk dan duduk tanpa di suruh


"aku akan ambilkan minuman, kau mau minum apa?" tanya Kiera, bagaimana pun ia harus menyambut tamu.


"terserah kau saja" jawab Rheino ketus


Kiera menghela nafas...

__ADS_1


'kalau memang masih mau marah, mending pulang saja...!!' kesal Kiera di dalam hati seraya menuju dapur..


tak lama Kiera keluar lagi ke depan dengan membawa minuman dan cemilan ringan.. Rheino hanya diam tanpa respon.


"silahkan.." kata Kiera...


tapi Rheino hanya diam, mengangguk samar saja.


Kiera duduk di sofa seberang Rheino, ia menemani Rheino kurang lebih dua puluh menit, tapi pria itu tidak bergeming.


hari mulai benar-benar sore


"aku mau mandi dulu, kau...duduk lah" kata Kiera, ia merasa serba salah juga menemani Rheino yang seperti patung sekarang.


Kiera segera berlalu dan menuju kamar nya untuk bersiap mandi karena lumayan gerah juga.



Quenna Kiera Zumarnis


🌹🌹🌹🌹


butuh waktu setengah jam lebih Kiera di dalam kamar mandi, saat ia keluar dengan piyama tidur nya sosok Rheino masih keukeuh dengan mode membeku di ruang depan


ia menemui Rheino di ruang depan dan duduk di seberang Rheino tempat ia duduk beberapa waktu tadi.


"Rhei..."panggil Kiera pelan


"hm" Rheino hanya menjawab singkat


"di minum..." kata Kiera karena melihat minuman yang ia sajikan tidak di sentuh Rheino sama sekali.


tanpa menjawab, Rheino langsung mengambil gelas minuman di depan nya dan menenggak nya hingga habis.


Kiera terbengong dan menelan saliva nya sendiri


'Rheino ini kesurupan atau bagaimana?' batin Kiera.


"ayo aku antara kamu ke kediaman Zumarnis, tempat mama kamu.." kata Rheino tiba-tiba


"hah?" Kiera ber-hah kaget


kenapa Rheino tiba-tiba mau mengantar nya kesana? bukan kah selama beberapa tahun ini Kiera sudah terbiasa hidup mandiri


"kita akan menikah, aku gak mau kamu di ganggu lagi oleh Bastian" kata Rheino dingin

__ADS_1


"Rhei..Bastian gak akan datang kesini, dia gak tau rumah aku" sahut Kiera apa ada nya


"dia bakal cari tau" jawab Rheino pasti


"Rhei, loe berlebihan...selama ini gue baik-baik aja kok di sini, perumahan ini sangat aman dan ketat" jawab Kiera jujur.


"kamu harus turutin aku, kita akan segera menikah!" Rheino menekan kan


"karena Nora kan..?" balas Kiera cepat


"apa pun alasan nya, kamu tetap harus ikut mau nya aku" kata Rheino dengan egois.


"Rheino..." Kiera menautkan alis nya dalam.


tanpa menunggu lagi Rheino segera menarik tangan Kiera keluar dari rumah pribadi tersebut


"Rheino kamu mau apa?" kiera bingung


"aku mau bawa kamu ke kediaman keluarga kamu, dengan begitu aku baru bisa tenang dengan keamanan kamu" tegas Rheino.


tanpa di duga ia malah mengangkat tubuh Kiera begitu saja, dengan posisi lengan kokoh nya di perut ramping Kiera, saat Rheino menarik pintu dari luar pintu rumah Kiera tertutup secara otomatis. Rheino mengangkat Kiera begitu saja ke luar lalu dengan cepat memasukkan Kiera ke dalam mobil nya.


Kiera hanya bisa terbengong melihat kelakuan Rheino saat ini.


pria jangkung ini tanpa ekspresi menutup pintu mobil, dengan cekatan memakaikan Kiera seat belt lalu melajukan mobil nya melesat meninggalkan rumah pribadi Kiera.


mobil Rheino pun membelah kota yang sudah mulai di hiasi indah lampu malam karena hari sudah mulai berangsur gelap.


mereka makin jauh, Rheino membawa Kiera makin menjauh ke tengah kota, dan mereka akhir nya tiba lah di sebuah taman di pusat kota, di sanalah Rheino menghentikan mobil nya.


Kiera hanya bisa diam saja, ia bahkan tak membawa uang karena saat ini ia hanya memakai piyama tidur, ponsel nya bahkan tertinggal di rumah juga. Kiera hanya bisa pasrah, mengapa mantan suami nya bertingkah makin sangat aneh sekarang ini.


dua orang hanya terdiam di dalam mobil, tidak ada yang berbicara satu sama lain. waktu pun terus berlalu dua orang masih tetap di mode diam tanpa suara, seperti sepasang patung saja.


Kiera pun ya...hanya bisa ikut diam juga, ikut mau nya Rheino saja sekarang ini. dari pada nanti diri nya berakhir jalan kaki seperti orang gila..., ini sudah sangat jauh dari tempat tinggal nya.


sangat membingungkan, kenapa Rheino membawa nya kemari lalu diam-diaman seperti ini?


entah apa mau nya Rheino...


Kiera sesekali hanya melirik Rheino yang sejak tadi hanya terus tengadah di kursi kemudi dengan mata terpejam


'apa dia tidur?' batin Kiera


Kiera hanya bisa menatap profil samping sang mantan suami nya yang sangat menawan tersebut

__ADS_1


__ADS_2