Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 87


__ADS_3

Rheino dan Kiera mambawa Nora ke taman bermain, lalu setelah puas di sana Nora mengajak mereka ke pantai.


Sebelum pergi ke pantai Rheino nengajak Kiera dan Nora berhenti di mini market dahulu untuk membeli beberapa cemilan untuk di pantai nanti.


Rheino membawa Kiera ke ELuna Beach, salah satu pantai indah di kota mereka yang terkenal dengan air jernih nya.


mereka memarkir mobil di tempat yang tersedia, ELuna beach memang pantai sangat indah yang sangat lah terawat.


Rheino turun dari mobil seraya menggendong Nora, sedang kan Kiera berjalan di dekat Rheino seraya membawa bungkusan cemilan yang tadi mereka beli di mini market.


tak jauh dari sana sepasang mata memperhatikan mereka, itu adalah Inna..ia sedang bersantai di ELuna beach dengan beberapa kenalan nya.


melihat Rheino dan Kiera, ia pun secara alamiah memiliki maksud mengganggu, bagaimana pun Rheino adalah pria yang beberapa priode ini mengganggu pikiran nya, pria yang selalu membuat ia terbayang-bayang. Inna naksir berat pada Rheino, bahkan itu mampu mengalahkan perasaan nya pada Bastian dulu.


Inna dengan cepat memisahkan diri dari para kenalan nya itu, ia langsung menuju tempat Kiera dan Rheino berada.


Kiera dan Rheino mulai mengambil posisi di salah satu pondok pantai yang memang sudah di sediakan untuk fasilitas ELuna Beach ini.


tanpa menunggu lama, Inna segera menghampiri orang-orang ini.. kiera dan Rheino


"hai Rheino.." Inna langsung menyapa ramah


Rheino menoleh dan mendapati Inna sudah ada di kawasan pondok mereka


"..hai" jawab Rheino datar, tidak tertarik..tapi ia harus tetap ramah dan beradat.


"gue...boleh duduk di sini?" Inna tanpa malu-malu langsung masuk ke area pondok pantai tersebut dan mencoba bergabung untuk duduk di dalam pondok itu juga


"....oke" jawab Rheino tidak sepenuh hati, ngapain juga sih Inna ganggu kebersamaan nya dengan puteri kecil nya saat ini


tanpa ragu Inna segera duduk di samping Rheino, Kiera yang melihat kelakuan Inna hanya menautkan alis nya, menunjukkan kerisihan pada si Inna ini.


Rheino yang merasa di pepet Inna segera geser menjauh dari Inna, ia juga risih...


di saat yang bersamaan ponsel nya berbunyi, Rheino menatap layar ponsel dan itu adalah telepon penting dari teman nya di luar kota menyangkut kerjaan


'ah si jericko ngapain nelpon di hari libur' gerutu Rheino seraya menjauh dari pondok beberapa meter agar lebih leluasa berbicara.

__ADS_1


tinggal Kiera dan Inna, sedang kan Nora sudah mulai berlari keluar pondok bermain dengan pasir putih yang sebersih mutiara tersebut, pasir nya nampak berkilauan seperti garam.


Inna menatap sinis pada Kiera..


"kamu mengejar Rheino..?" tanya Inna sinis


Kiera tak menjawab, lagi pula dia mau ngejar Rheino atau bukan ini sama sekali bukan urusan Inna si musuh bebuyutan rese satu ini.


melihat Kiera tak menjawab, Inna makin sinis


"aku gak peduli kalau kamu mau ngejar Bastian tapi kalau mau ngejar Rheino sih fikir-fikir lagi, kamu gak pantas buat Rheino..." kata Inna


Kiera menatap Inna heran, kenapa perempuan satu ini datang-datang kemari lalu mengganggu dengan tingkah dan kata-kata nya yang enggak banget.


Inna tersenyum miring seraya melanjutkan kata-kata nya...


"Rheino itu high class, dia mana mau lagi sama wanita yang jelas-jelas sudah ia ceraikan di masa lalu" kata Inna terkekeh jelas sekali ini merendahkan Kiera


"apa peduli mu?" tanya Kiera


Kiera hanya tersenyum samar mendengar perkataan Inna yang tak berbobot ini


Inna kembali berkata dengan senyuman cerah...


"aku..yang punya peluang untuk menjerat Rheino" kata Inna lancar


Kiera menatap Inna heran, wah..percaya diri sekali dia? batin Kiera...


"oh ya?" balas Kiera


"Kiera, kau lihat saja bagaimana Rheino selalu berlaku baik setiap bertemu dengan ku, dia tak pernah dingin pada ku...aku rasa Rheino juga punya hati pada ku, seperti aku yang punya hati pada nya" kata Inna pede


Kiera tercengang dengan ke-pede an itu.


"Kiera, kau harus sadar diri..Rheino sekarang ini baik pada mu hanya karena kau itu mama dari puteri nya, jadi kau jangan bawa perasaan pada sikap baik Rheino pada mu. dia tak akan mungkin mau bersama mu lagi, kalau saja kau itu tak punya puteri dengan Rheino maka bagi Rheino...kau itu hanya seonggok sampah yang tak ada harga nya" Inna menghina Kiera dengan tajam


belum sempat Kiera menjawab, suara magnetis pria yang lembut namun tegas terdengar

__ADS_1


"pergilah..." kata pria itu yang tak lain adalah Rheino..


Inna dan Kiera menoleh hampir bersamaan, entah sejak kapan Rheino sudah di sana!!?


ternyata Rheino sudah selesai menelepon dan mendengar apa yang Inna ucapkan barusan.


"pergi dari sini" usir Rheino datar pada Inna


"Rhei kamu gak dengar Kiera menghina aku, dia ngusir aku karena aku datang ksini..dia bilang aku mau ganggu kalian" lagu lama Inna yang suka mengada-ada..


"aku suruh kamu pergi sekarang, sebelum aku yang mendorong kamu pergi" kata Rheino lagi, wajah nya sedingin es


wajah Inna berubah warna


"kenapa kamu ngusir aku Rhei..?" tanya Inna memelas..


Rheino menahan amarah nya, ia sebetul nya tak mau kasar pada wanita tapi Inna sudah kelewatan.


"dengar...Inna, aku berlaku baik pada mu karena masih menganggap kamu adalah salah satu teman satu angkatan sekolah dengan ku, walau sebetul nya dulu pun kita tak pernah berteman tapi aku masih menghormati ku karena kita satu angkatan. aku bisa bersabar dengan kelakuan mu yang selalu mengusik Kiera karena aku anggap itu urusan kalian sesama wanita, tapi...jika kamu sampai kelewatan menghina Kiera, aku tidak suka" kata Rheino mantap..


Kiera terkejut juga dengan pernyataan Rheino apalagi Inna..


"ke-kenapa kamu membela Kiera, Rhei..dia bukan siapa-siapa kamu, dia hanya istri yang sudah kamu buang.." Inna tak terima


Rheino tak suka dengan apa yang Inna ucapkan, ia menatap Inna dengan tatapan horor..


"Kiera adalah mama dari puteri ku, tak ada siapa pun yang boleh menghina nya, sekali pun kami sudah bercerai itu adalah urusan antara aku dan Kiera, tak ada sangkut paut nya dengan mu, sadar diri lah...pergi.." kata Rheino pedas seraya mengusir Inna lagi..


Inna akhir nya bangkit dengan kesal..


"satu lagi..." kata Rheino


Inna menghentikan langkah nya..


"aku sama sekali gak tertarik sama kamu Inna, sejak dulu maupun sekarang! sampai nanti gak akan pernah..., jadi kalau kamu berharap aku akan menyukai mu maka bermimpi lah..karena di mata ku kamu bukan apa-apa nya Kiera, kamu tak sebanding dengan nya" kata Rheino menusuk, ia sebetul nya tak ingin mengeluar kan sifat asli nya yang sangat bermulut sadis, tapi Inna berani menghina Kiera.


bagi Rheino di muka bumi ini kalau saja hukum rimba berlaku jika ada yang berani kelewatan pada Kiera maka ia yang akan langsung membunuuh nya dengan kejam !!!

__ADS_1


__ADS_2