Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 43


__ADS_3

akhir nya sejak pukul dua dini hari itu Rheino merawat Kiera yang demam. Rheino tidak bisa memanggil dokter karena waktu sudah sangat larut, apalagi di luar hujan begitu sangat lebat.


Rheino menyiap kan air hangat untuk mengompres dahi Kiera yang suhu nya sangat lumayan tinggi itu. Rheino juga mencari stok obat demam di kotak p3k dan memberikan nya pada Kiera.


sekitar pukul lima pagi Kiera perlahan membuka mata nya dan melihat Rheino tertidur di samping tempat tidur nya dengan posisi duduk di lantai. pria satu ini memang sangat jangkung, hingga dalam posisi duduk di lantai pun ia bisa merebahkan kepala nya di sisi tempat tidur.


Kiera menatap Rheino yang tertidur...entah kenapa atau masih dalam efek pusing karena demam tapi Kiera melihat Rheino yang tertidur tanpa kacamata minus tebal nya itu, alis nya sangat bagus..., mungkin hanya hayalan Kiera saja yang salah lihat.


karena masih ada efek obat dan rasa kantuk, akhir nya Kiera terpejam dan terlelap kembali.


pukul enam lewat sepuluh menit, Rheino terbangun dan meraba dahi Kiera ternyata panas nya sudah turun...Rheino merasa lega..


"maafin Rheino ma, pa..., Rheino gak bisa jaga puteri kalian dengan baik hingga sampai sakit begini" lirih Rheino di dalam hati nya. menyesali...andai saja ketika Kiera akan keluar bersama Bastian ia tak izin kan saja tentu lah Kiera tak akan sampai kehujanan dan jadi sakit begini.


πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š


ketika pukul tujuh pagi Kiera membuka mata nya, tubuh nya terasa lebih lumayan enakan di banding kan semalam. hanya masih terasa sedikit lemas saja.., Kiera melirik samping tempat tidur nya, tempat Rheino tidur berbantal lengan semalam...ternyata pria yang bergelar suami nya itu sudah tidak ada di sana. ia langsung mencoba bangkit meskipun lumayan tertatih.


Kiera turun dari tempat tidur dan langsung bergerak menuju pintu kamar, namun saat ia akan keluar pintu kamar, kepala nya sedikit pusing dan ia limbung mau jatuh.


blank...! pandangan nya tiba-tiba sedikit gelap


tapi seseorang menahan nya dan harum tubuh itu Kiera sudah hafal dan kenal, itu aroma parfum dari tubuh Rheino. yang artinya pria ini sudah selesai mandi,rapih dan wangi.


"loe mau kemana Kei..?" tanya Rheino kuatir seraya menahan bobot tubuh Kiera yang hanya sedada nya itu.


"gue...mau ke ruang depan.." sahut Kiera seraya memegang kepala nya


"masih pusing ya? ayok tiduran lagi aja, gak usah gerak dulu..loe tuh masih lemes" saran Rheino seraya siap memapah Kiera kembali menuju tempat tidur


"gak..gak Rhei.. gue mau ke depan aja" Kiera keukeuh


"loe belum ada tenaga Kei, kan belum sarapan. gue lagi bikin bubur sama sup buat elo. nanti sarapan dulu terus minum obat" Rheino menyaran kan


"ya udah gue ke ruangan tengah aja sambil liat televisi sekalian temenin loe masak gimana" kata Kiera

__ADS_1


"nemenin gue masak?" Rheino tak mengerti


"iya gue sumpek di kamar..." kata Kiera lagi dengan ekspresi yang seakan memang lagi ngerasa sumpek


ruangan televisi memang langsung menyambung ke dapur yang luas, dengan kata lain antara dapur dan ruangan televisi itu tidak ada sekat sama sekali... jika kita dari ruang televisi bisa dengan leluasa melihat ke dapur begitu pula sebalik nya sembari masak bahkan bisa leluasa sambil melihat ke ruang televisi dan bisa masak sambil sesekali melirik televisi untuk menonton.


"ya udah ayo..." Rheino siap memapah Kiera


"au.." Kiera merasa kepala nya puyeng


"nah kan, ayo balik ke tempat tidur aja" saran Rheino lagi


"enggak Rhei..." bantah Kiera


"ya udah oke, tapi maafin gue ya..." kata Rheino tiba-tiba..


dan sebelum Kiera mengerti, tubuh nya sudah di angkat Rheino..,


Kiera melotot tak percaya, Rheino menggendong nya. belum sempat Kiera berfikir lagi atau pun protes, dalam keterkejutan nya tubuh nya sudah di bawa oleh Rheino dan dalam waktu singkat mereka sudah berada di ruang televisi dan tau-tau Rheino sudah menurun kan nya dengan perlahan di atas sofa depan televisi.


Kiera yang berada di sofa hanya bengong, lagi-lagi ia takjub..Rheino yang sekurus dan se-kerempeng itu bisa dengan mudah mengangkat tubuh nya.


yah..mungkin begitu lah yang nama nya tenaga pria, memang sangat besar dan kuat.


Kiera awal nya mencoba menonton televisi tapi hanya berlaku sekitar dua menit dan ia mulai bosan, akhir nya ia berbalik menatap ke arah Rheino yang sedang menyelesaikan masakan yang hampir kelar tersebut.


Rheino terlihat serius dengan masakan di depan nya, ia juga terlihat terampil dan sudah terbiasa.


Kiera seraya menatap Rheino, ia mulai berfikir jika di perhatikan seperti ini Rheino ini gak jelek-jelek amat lah. wajah nya memang kurus tapi sangat putih dan bersih, begitu juga kulit nya..


Kiera dapat melihat leher, lengan, jari jemari, juga pergelangan Rheino dengan jelas karena kebetulan pagi ini Rheino mengenakan kemeja lengan pendek. jadi kebersihan kulit nya nampak dengan jelas terlihat.


walau pun potongan rambut Rheino itu gak kekinian banget lah istilah nya ya, tapi saat memasak dengan ekspresi serius begitu, Rheino sangat lah manis. kenapa Kiera baru menyadari pria satu ini memiliki daya tarik walau pun dia tidak tampan dan penampilan nya tidak trendi. hanya dengan kemeja bewarna putih sedikit list kuning di kerah nya itu, kemeja yang membalut tubuh kerempeng nya itu..Rheino tetap memiliki daya tarik yang unik dan tak bisa di sebutkan detail nya.


jika di fikir kan hidup bersama Rheino ternyata tidak buruk juga.., batin Kiera.

__ADS_1


hanya saja yang jadi permasalahan nya hati Kiera masih dan sudah sangat mentok pada sosok Bastian Sanjaya seorang saja dan tak akan pernah terganti.


"kei..elo ngelamun?" Rheino sudah berdiri di depan Kiera dan meletakkan sup dan bubur di meja sofa samping Kiera


Kiera kaget juga tau-tau Rheino sudah di depan nya


"gak, gak ngelamun kok" jawab Kiera buru-buru


"loe mau makan di meja makan atau di sini aja?" tanya Rheino menawarkan


"...di sini aja" jawab Kiera cepat


"oke" Kata Rheino seraya menyerah kan sendok sup dan bubur kepada Kiera


"mau gue bantuin..?" tanya Rheino


"...iya" jawab kiera, entah mengapa ia jadi ingin terus di layani Rheino, mengapa rasa nya perasaan nya jadi hangat begini..?


"di suapin?" tawar Rheino tulus


entah mengapa wajah Kiera langsung memerah...


"enggak, gue bisa sendiri aja..." jawab kiera tak enak hati, kenapa dia jadi malu banget gini sama Rheino


Rheino melangkah kembali ke dapur guna bersih-bersih.


Kiera menyuapi bubur dan sup ke mulut nya, dan lagi-lagi masakan Rheino itu enak...


"Rhei..." panggil Kiera


"ya.." jawab Rheino


"...makasih ya..." kata Kiera tulus..


Rheino diam sesaat, lalu tersenyum..Kiera pun ikut tersenyum..

__ADS_1


__ADS_2