Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 14


__ADS_3

"kalian yang salah duluan sama Rheino udah gitu gak minta maaf...tapi Rheino gak cari masalah sama kalian malah kalian yang masih terus cari gara-gara" protes Dodo


Bastian tak menggubris Dodo, ia malah membentak Rheino sekali lagi


"woi jawab...!!?" bentak Bastian di depan wajah Rheino yang lebih tinggi beberapa senti meter dari nya itu.


"jangan kasar-kasar dong" dodo menengahi


"eh gendut, loe gak usah ikut campur" teriak salah satu personil genk nya Bastian


"minggir loe tenki air" usir Bastian sinis pada Dodo.


Dodo memang gendut dan bertubuh tambun tapi juga pendek, hingga ia saat di dorong oleh Bastian yang bertubuh atletis, ia pun tersingkir juga dengan gerakan yang nampak bodoh.


Salah satu teman Rheino yang cowok berada di belakang Rheino bernama Bhakti nampak kesal, dia juga teman kelompok belajar Rheino. Bhakti anak nya berkulit hitam dan rambut keriting, dia ketua kelas di tiga A


walau tubuh nya tak sebesar dan setinggi Bastian tapi dia mau maju ingin melawan Bastian, kesal sekali Bhakti di buat genk Bastian ini.


tapi Rheino yang mengetahui gelagat Bhakti, Rheino segera menahan nya dengan cepat


Bastian menangkap hal itu, ia pun mencibir...


"kenapa loe nahan-nahan si item ini? jadi maksud nya loe yang mau lawan gue,gitu" Bastian makin menantang Rheino


Rheino tetap tak bergeming, lalu Bastian dengan songong nya mendorong tubuh kurus Rheino dengan telapak tangan nya,,


awal nya hanya satu tangan, lalu dua tangan dan terus mendorong tanpa henti..hingga Rheino terus terjajar ke belakang..


teman-teman kelompok belajar Rheino ingin membantu tapi segera di hadang oleh para genk nya Bastian yang ke-semua nya cowok tersebut.

__ADS_1


Bastian terus mendorong dan makin emosi, Rheino terus menahan diri dan hingga beberapa kali bahu dan punggung nya terantuk ke tiang dan dinding sekolah.


"ayooo lawan gue" teriak Bastian lantang dan songong


semua orang di sana nampak heran apa yang membuat Bastian begitu emosi pada Rheino, jelas-jelas dia yang menimpuk Rheino duluan pakai bola basket. kenapa malah dia yang terus berapi-api? aneh sekali kan?


tapi ya gitu..yang nama nya good looking,pasti rata-rata di sini apalagi yang cewek pastilah memihak Bastian, walau pun Rheino jelas-jelas tak bersalah...


Kiera yang melihat gelagat Bastian makin tak masuk akal, cepat-cepat menyeret Tania untuk menghampiri orang-orang tersebut.


"Tian...udah, udah" Kiera menarik lengan Bastian yang besar..


sebetul nya di sini Kiera bukan mempedulikan Rheino, hanya saja Kiera tak ingin jika Bastian sampai memukul Rheino maka pacar nya ini akan bermasalah dan di panggil guru BP nanti nya. Kiera tak ingin Bastian bermasalah di tambah tak lama lagi mereka akan menghadapi ujian semester akhir untuk kelulusan sekolah.


"biarin aja, sayang...biar dia tahu siapa yang udah berani dia ganggu. si culun ini sudah mengganggu hubungan kita bedua" kata Bastian setengah berbisik pada Kiera.


"iya tapi loe jangan bikin masalah di sekolah, gue gak mu loe kenapa-kenapa, Tian..." sahut Kiera berbicara dengan menggertakkan gigi nya


melihat Bastian yang terus ingin mendorong Rheino, Salwa pun bersuara


"mendingan kalian pergi deh, jangan ganggu Rheino lagi, emang nya loe ada masalah apa sih sama Rheino" celutuk Salwa


"heh, cewek jelek...! loe diem" Bastian menuding Salwa dengan kejam...


"tau tuh si jelek" sahut teman genk Bastian yang lain sembari tertawa mengejek


"dasar jelek.." kata teman genk Bastian yang satu lagi


"udah jelek cerewet lagi" cibir teman genk Bastian yang lain lagi..

__ADS_1


Salwa mungkin dapat tahan satu dua kali orang menghina nya tapi jika sudah kelewatan begini, Salwa naik pitam juga


"kenapa kalau jelek? seenggak nya otak gue pinter gak kayak kalian kan gaya aja yang di andalin tapi otak nol..Bego!" sahut Salwa dengan berang pada Bastian dan komplotan genk nya itu


mendengar itu Bastian wajahnya merah padam, gak suka. jadi dia segera maju hendak menghajar Salwa,, sedangkan Kiera tak sempat lagi menahan nya, Tania yang berdiri tak jauh dari Kiera hanya bisa menutup mulut dengan kedua tangan nya seraya menahan nafas...


Dodo,Mimma,Bakti dan teman kelompok belajar juga kaget begitu juga siswa siswi yang sedang kepo menonton mereka


tangan Bastian yang terangkat, Salwa hanya bisa memejam kan mata pasrah menerima pukulan spontan dan terkesan cepat di luar dugaan itu...


Swiiing....


Greb..!!!


pukulan tak terjadi,semua orang makin kaget...Bastian merasa tangan nya menggantung di pegang ter-tahan oleh tenaga yang sangat kuat...


saat ia menoleh, raut wajah Kurus Rheino ada di samping nya,ternyata telapak tangan Rheino yang menggenggam erat tangan Bastian


semua orang di sana kaget...terlebih lagi Bastian ia merasa kekuatan tangan si kurus ini begitu luar biasa...padahal walau tinggi nya lebih beberapa senti namun tubuh kerempeng nya itu bukan lah apa-apa bila di bandingkan dengan diri Bastian yang jelas-jelas memiliki tubuh atletis nan proporsional.


Kiera dan Tania melotot tak percaya begitu juga para siwa siswi yang menonton berkeliling di sana, grup genk Bastian pun lumayan terkesiap, sedang kan teman kelompok belajar Rheino kaget sekaligus lega karena Salwa tak jadi di pukul Bastian. Salwa yang merasa pukulan tak mengenai nya kaget melihat Rheino yang ternyata menahan tangan Bastian


padahal jelas-jelas tadi saat Bastian mendorong-dorong tubuh Rheino, pria kurus ini terlihat sangat terhuyung-huyung,keok dan cemen. tapi mengapa sekarang ia berdiri dengan serius menahan tangan Bastian yang hendak memukul Salwa?


mata Bastian dan Rheino berpandang-pandangan, walau Rheino berkacamata tebal namun dapat di lihat sorot ketidaksukaan Rheino pada perlakuan Bastian kali ini. sorot mata Rheino berbeda dari yang tadi...


"loe boleh seenak nya sama gue, mem-bully gue..gue bisa ber-sabar untuk itu" kata Rheino serius...


Bastian menaut alis bagus nya, mencoba mencerna perkataan Rheino...namun belum sempat mengartikan kesimpulan nya,Rheino kembali berkata

__ADS_1


"gue gak akan tinggal diam jika yang loe bully dan kasari itu cewek, apalagi itu temen gue"lanjut Rheino...


"apa urusan loe?" balas Bastian seraya hendak mengibas tangan nya dari pegangan Rheino namun pegangan itu benar-benar kuat, sungguh di luar dugaan


__ADS_2