Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 26


__ADS_3

"apa?" seru Kiera pada Bastian hampir tak bersuara seraya menaut kan alis nya dalam


"gak bisa gitu dong, Tian. kenapa Kiera harus minta maaf? gak mungkin dong Kiera dorong Inna?" Tania membela Kiera


"bisa aja kan si Inna jatuh sendiri terus dia malah nuduh Kiera, loe kayak gak kenal Inna aja dia itu selalu nge- drama" lanjut Tania lagi, tidak adil bagi Tania jika Kiera meminta maaf dengan hal yang tidak sahabat nya itu lakukan.


yah, walau Tania tak ada di tempat ini saat kejadian namun Tania yakin itu, Kiera tak akan mungkin mencelakai oranglain demi untuk kepentingan nya sendiri.


Bastian terlihat tak sabar


"lalu loe fikir Inna mau nge drama dengan mengorban kan kaki nya sampai lebam begitu, mikir Tan..." balas Bastian


"ya, bisa aja dia jatoh karena kelakukan dia sendiri" kata Tania tepat sasaran.


wajah Inna dan dua teman nya itu langsung spontan berubah warna namun mereka para ratu drama ini bisa dengan cepat menetralkan diri mereka kembali. penuh sandirwara


"Tan...udah.." bisik Kiera, ia tak mau sahabat nya dan pacar nya malah berdebat dan adu argumen seperti ini gara-gara si brengsek Inna ini.


"enggak Kei..elo gak salah gue yakin itu" Tania gak mau tahu, dia harus bela Kiera apa pun itu alasan nya..


melihat itu, Inna pun mulai menyela...


"udah Tian..gue tau kok tadi juga semua orang pada bela Kiera, gak bakal ada yang bela gue.." tutur Inna dengan lemah..seakan diri nya adalah makhluk tak berdosa yang harus di lindungi, makhluk lemah tak berdosa yang butuh perlindungan dari seorang Bastian


"ya...karena emang loe salah" sahut Tania judes


"cukup Tan.." tukas Bastian cepat


"loe gak usah bela Kiera lagi. dia yang salah kok. kalo loe memang sayang sama sahabat loe harus loe gak bela dia di saat dia salah. gue sebagai pacar nya ini gak mau Kiera sampai salah arah, berbuat semau nya, gue gak suka" kata Bastian

__ADS_1


"Tian, Kiera itu gak salah" balas Tania lagi tetap keukeuh dengan pendapat nya, karena Tania tau diri nya sekarang berada di pihak yang benar, bukan pihak yang salah.


"Tan, kita gak ada di sini waktu kejadian. elo sama gue gak ada di sini. tapi teman-teman Inna bilang kalau Kiera yang dorong, secara mereka ada di sini sebagai saksi mata, gak mungkin mereka bohong Tania..." Bastian tetap berisi keras membela Inna


"tapi Tian..." Tania mencoba berbicara lagi namun Tian langsung berbicara pada Kiera


"Kiera minta maaf sekarang sama Inna" titah Bastian tidak main-main lagi


Kiera hanya diam, ia terluka dan kecewa. bisa-bisa nya pacar nya sendiri lebih percaya sama si Inna ratu drama seantero sekolah.


"Kei..." panggil Bastian lembut namun tegas


Kiera tak menjawab nya, gadis ini hanya diam dalam fikiran nya sendiri.


"kei, plis jangan egois dan kekanak-kanakan gini. hanya karena loe cemburu sama Inna dan loe nyelakain dia? gue udah bilang berkali-kali gue ini cuma milik elo..., loe gak suka Inna sering gangguin gue kan? loe gak suka dia sering ganggu hubungan kita kan? kenapa harus kayak gini cara nya...gue ini cuma milik elo, mau Inna gimana pun loe gak perlu kepancing. yang pacar gue itu tetep elo,Kei" papar Bastian penuh penekanan pada Kiera.


wajah Inna terlihat kesal mendengar apa yang Bastian katakan, tapi dia harus stay diam sekarang dan harus berlagak teraniaya agar Bastian terus membela dan berada di pihak nya seperti saat ini..


"gue memang pacar loe" kata Kiera memecah keheningan...


"tapi kayak nya yang lebih loe peduliin adalah Inna ketimbang gue" lanjut kiera pedas


Bastian terkejut, ia tak bermaksud memihak Inna, hanya saja ia tak ingin Kiera menjadi jahat dan mencelakai orang lain. oke...dari sudut pandang ini Bastian kesan nya baik, tapi seharus nya Bastian juga gak boleh langsung asal tuduh juga dong di saat ia gak lihat kejadian sebenar nya. ye gak?


secara Tania yang gak lihat kejadian sebenar nya aja malah tetap percaya Kiera, sedang kan Bastian yang seorang pacar kenapa malah gak percaya Kiera, asal main tuduh aja mentang-mentang lihat bukti kaki Inna yang memar.


padahal kaki Inna memar karena efek dari kelakukan diri nya sendiri aja yang jahil.


"apa loe bilang Kei?...loe bilang gue gak peduli sama loe? kenapa loe sampai berfikir seperti itu?" Bastian terdengar sangat protes

__ADS_1


Kiera hanya tersenyum masam dan samar


"Kiera, justru karena gue peduli sama loe. maka nya gue gak mau loe jadi jahat..." kata Bastian pelan namun masih penuh penekanan...


"plis, Kei cukup mengalah kali ini dengan ego loe, jangan manja! elo udah nyelakain keselamatan orang Kei. kalo Inna kenapa-kenapa gimana? loe bisa di tindak pidana..., jadi elo cukup minta maaf sama Inna dari pada semua ini jadi makin panjang lebar nanti nya" Bastian tetap keukeuh menyuruh Kiera meminta maaf


suasana kembali diam...


"Kei.." panggil Bastian lagi


"gue gak bisa Tian.." kata Kiera, ada kesedihan di sorot mata nya. bisa-bisa nya Bastian menyuruh diri nya meminta maaf pada musuh bebuyutan nya yang jelas-jelas Kiera tidak melakukan kesalahan. apalagi jelas-jelas sebetul nya Inna lah yang lebih dulu ingin mencelakai Kiera dengan cara menyenggol nya di tangga namun Kiera mengelak dan malah Inna yang jatuh sendiri.


hhh tau begitu Kiera berfikir lebih baik tadi ia tidak usah menghindar senggolan Inna agar dia saja yang jatuh agar si Inna itu tidak sampai cidera kaki yang malah membuat Inna mendapat pembelaan dari Bastian.


"oke..kalau loe gak bisa, terserah loe" Bastian nampak marah


"jangan bicara sama gue sampai loe merenungi kesalahan loe" tegas Bastian seraya melangkah ke arah Inna


"ayo gue antar loe ke UKS.." ajak Bastian pada Inna.. dan hal itu membuat Inna kesempatan bermanja-manja..


"kaki gue terlalu sakit, Tian...,gue gak bisa ngelangkah" rengek Inna dengan memelas


"biar gue bantu..." kata Bastian seraya mengambil posisi menggendong tubuh Inna


detik berikut nya yang terlihat hanyalah tubuh proporsional nan tegap milik Bastian membopong tubuh ramping milik Inna. dan segera berlalu dari sana tanpa mempedulikan perasaan Kiera


Kiera hanya pasrah menyaksikan nya, dan Tania begitu sangat marah sahabat nya di perlakukan seperti sekarang ini..


saat Inna dalam gendongan Tian, Inna mengintai Kiera dari balik punggung Bastian seraya menunjukkan seringai yang terlihat menyebalkan...

__ADS_1


seringai itu seakan Inna ingin menunjukkan pada Kiera bahwa saat ini ia adalah pemenang nya, bukan Kiera...


__ADS_2