Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 101


__ADS_3

Rheino kembali ke kediaman Jofan dan bertemu mama nya, ia menanyakan perihal Intan pada Kiera barangkali seperti nya sang mama tahu sesuatu.


dan benar saja saat ia bertanya menyentil hal tersebut mama langsung menceritakan apa yang di dengar nya hari itu pembicaraan antara Intan ke Kiera.


"mama gak habis fikir, kok bisa-bisa nya Intan seperti itu. sampai melarang Nora dekat sama kita lagi, emang nya dia siapa? mama kalau di posisi Kiera juga pasti kesel" kata Mama Rheino


Rheino setelah mendengar ini merasa selama ini hanya berteman dengan sebuah topeng saja.


"Kiera udah gak mau ngeladenin eeeh malah dia nya mau narik Kiera, jatuh sendiri deh sampe pinsan juga kan.." kata mama lagi mengulang ingatan nya tentang hari itu.


Intan yang paling bisa membuat orang kuatir pada diri nya dan membuat seakan orang lain itu adalah sebagai penjahat nya.


Rheino sekarang mengerti, berhadapan dengan Intan itu bagi Kiera memang tidak mudah. jadi ini alasan Kiera tak suka Intan? pantas saja.


ponsel mama Rheino berbunyi seperti nya panggilan dari salah satu teman nya dan mama pun segera bangkit dari duduk nya meninggalkan Rheino sendiri


"bentar ya Rhei, mama angkat telepon dulu" kata mama dan di balas anggukan oleh Rheino.


Intan yang mendengar suara Rheino di ruang depan segera beranjak kesana dengan sumringah


"kak Rheino..." panggil Intan lalu segera duduk di sofa dekat Rheino..


Rheino spontan menolah dan Intan si gadis pirang ini tau-tau sudah duduk manja di samping nya


"aku udah berapa hari ya gak katemu kak Rhei..kangen banget, kita jalan-jalan yuk kak Rhei.., sekarang kak Rhei sibuk gak" Intan langsung mencecar Rheino dengan kalimat yang bertubi-tubi seraya kedua tangan halus nya mulai bergelayut di lengan Rheino.


Rheino menghela nafas nya entah kenapa kali ini ia merasa benar-benar risih sama Intan. gadis ini sudah benar-benar kelewatan mencampuri urusan nya dan Kiera.


"Intan aku mau nanya sama kamu" kata Rheino dengan raut serius


Intan tersenyum cerah


"nanya aja kak..." sahut Intan tetap dengan ekspresi nya yang begitu ceria.

__ADS_1


"kamu benar ya selalu menyuruh Kiera buat jauhin aku dan keluarga aku?" tanya Rheino, ia berharap Intan bisa menjawab jujur dan mengaku.


Intan mengigit bibir nya, dengan wajah dan tatapan rapuh khas milik nya


"aku..gak pernah gitu kak, siapa yang bilang? pasti Kiera yang bilang gitu? dan kakak percaya aja?" wajah Intan memelas berusaha membela diri


"Intan.." belum selesai Rheino berkata tapi Intan sudah memotong kalimat nya


"kak..Kiera itu sedang berusaha menjelek kan aku, karena dia iri lihat kedekatan aku sama kakak, dia cemburu. ngapain sih dia harus cemburu? kita kan udah temenan lama. aku sudah sering kasih tau Kiera tentang pertemanan kita tapi dia memang kayak gak suka gitu, plis kakak jangan dengerin omongan Kiera,kalau kakak denger hal seperti ini lagi tolong jangan percaya" Intan pun mulai mengada-ada dengan dramatis. ia mengira Kiera yang mengadu bercerita pada Rheino.


"maaf ya Intan, tapi ini semua bukan cerita dari Kiera" kata Rheino dengan ekspresi datar.


Intan terbengong, ia sudah ngomong panjang lebar barusan berusaha membela diri tapi ternyata asumsi nya yang menuduh Kiera adalah salah.


"lalu...siapa yang ngomong kayak gitu kak? Kak Rheino kalau ada yang bilang aku seperti itu siapa pun itu aku pastikan orang itu adalah pembohong besar" Intan berkata dengan percaya diri.


Rheino tersenyum sinis..gadis ini benar-benar beracun ternyata.


"kamu mau tau siapa yang ngomong ke aku tentang hal ini?" tanya Rheino


"mama aku yang ngomong.." kata Rheino


tepat saat kata-kata ini jatuh, Intan langsung tersentak hebat.


"apa?" Intan hampir tak bersuara


"iya, mama aku yang ngomong. mama aku yang cerita, dia dengar obrolan kamu dan Kiera tempo hari lantas kamu mau bilang mama aku pembohong? pembohong besar kata mu? begitu? mama ku pembohong besar?" Rheino berkata seraya mengibas kan tangan Intan dari lengan nya.


Intan terkesiap dengan wajah seputih kertas


"ka-kak.." Intan terbata


"kenapa? kamu mau cari alasan apa lagi?" kata Rheino dengam wajah tak suka

__ADS_1


Intan terdiam tanpa kata, air muka nya benar-benar berubah total


"aku gak nyangka ya, ternyata gini sifat asli kamu. padahal keluarga mu adalah orang-orang yang baik" Rheino menatap Intan sinis seraya menggeleng-gelengkan kepala nya dengan heran.


"Intan...aku gak suka ya kamu campuri urusan aku dan Kiera.., dia mama nya anak aku" Rheino menekan kan


"dan perlu aku katakan sama kamu ya, aku gak suka kalau sampai ada orang yang berani mengusik Kiera" Rheino berkata dengan serius dan tatapan yang benar-benar tajam dan membunuh.


"aku nganggep kamu udah kayak saudara aku, tapi aku gak nyangka kamu berani mengusik Kiera, orang yang berarti penting di hidup aku.." Rheino terus meluahkan kekesalan nya


"kenapa kamu lakuin ini Intan!!!??" Rheino menggeplak meja lalu bangkit dengan marah..


Intan terperanjat, ia tak menyangka Rheino bisa marah dan sekasar ini pada nya. air mata nya mulai mengalir karena takut dan malu kebohongan nya terbongkar sekarang.


"aku lakuin ini karena aku cinta sama kamu kak Rheino!!" pekik Intan pelan


Rheino tau Intan memang ada rasa pada nya tapi ia fikir itu hanya lah kekaguman yang nanti akan hilang dengan sendiri nya seiring waktu berlalu, tapi Intan sekarang dengan berani mengungkapkan nya.


Rheino terkekeh...memijat kening nya sendiri..


Intan terus menyatakan perasaan nya


"aku cinta sama kamu kak Rhei, dari sejak awal kita jumpa tapi kenapa kak Rhei gak pernah peka, aku jauh-jauh menyusul kemari itu demi siapa???" Intan menangis..


"maaf Intan aku gak bisa nerima perasaan kamu" sahut Rheino singkat


"kenapa kak? karena Kiera? padahal aku yang selalu sama-sama kakak beberapa tahun terakhir ini, bukan Kiera. aku yang sudah menyukai kakak dari sebelum kakak seperti sekarang ini" kata Intan berapi-api.., bagi nya ia sudah menyukai Rheino dari penampilan Rheino yang cupu hingga Rheino se cakep sekarang...apa-apaan Kiera datang ingin memetik hasil nya? enak saja !!!


"Kiera itu cuma mau nya sama kakak yang sekarang, dia mau enak nya saja" lanjut Intan lagi.


"iya terserah kamu Intan...terserah kamu mau ngomong apa !! yang terpenting orang yang aku cintai itu hanya Kiera bukan kamu!!!" tegas Rheino.


Kiera merasa cemburu sekali, ingin rasa nya ia melenyapkan Kiera saat ini juga..

__ADS_1


"kak..kamu lupa? kalau aku adalah wanita yang pernah menyelamatkan Kakak pada kecelakaan waktu itu.." kali ini Intan mencoba mengingat kan hutang budi Rheino pada nya..


__ADS_2