Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 28


__ADS_3

"ah enggak pa...gak melamun kok" Kiera yang barusan tersadar langsung buru-buru menjawab panggilan dari papa nya


papa berdehem sejenak


"Kiera...papa sudah dengar dari om Irwan tentang kamu yang meminta untuk agar Om Irwan membatal kan pernikahan antara kamu dan Rheino. tentang kamu yang meminta agar menyampaikan hal itu ke papa dan mereka sudah menyampaikan nya pada papa" kata papa Kiera memulai topik pembicaraan


mendengar itu Kiera langsung sumringah walau masih ada kesedihan di hati nya


"yang bener pa? om Irwan udah nyampein ke papa?" Kiera sangat senang, ia bahkan tak menyangka betapa baik nya kedua orangtua Rheino itu.


artinya saat Kiera datang dan berbicara hari itu, kedua orangtua Rheino begitu sangat menghargai diri Kiera yang sebetul nya hanyalah sebagai anak kedudukan nya. Kiera jadi merasa sangat terharu...


"lalu pa?" Kiera tak sabar mendengar bagaimana respon papa nya setelah kedua orangtua Rheino mengusulkan pembatalan perjodohan pada sang papa


"lalu...ya begitulah. papa tetap dengan keputusan awal. papa akan tetap menikah kan kamu dengan Rheino" jawab papa yang tentu saja membuat Kiera yang awal nya sumringah penuh semangat menjadi sontak lesu kembali...


"yahhh...papa" sungut Kiera kesal, sangat kecewa


"Rheino adalah yang terbaik Keira.., percaya sama papa.." papa mencoba membesarkan hati Kiera


"tapi pa..." Kiera lagi-lagi coba membantah


"tapi apa? tapi kamu sudah punya pacar?" papa lebih dulu menjawab sendiri pernyataan yang akan Kiera ucapkan barusan


mendengar kalimat papa nya itu Kiera hanya bisa menekuk wajah nya dan menggigit geram bibir nya sendiri..


"Kiera..." papa kembali bersuara


"apa yang kamu harapkan dari pacar mu itu? papa yakin, suatu saat kamu akan sangat menyesal sudah mencintai putera keluarga Sanjaya itu" kata papa penuh misteri


Kiera mengerutkan alis nya mencoba menelaah perkataan sang papa, tapi papa nya sudah keburu berlalu dari sana meninggalkan Kiera sendiri dengan pertanyaan di kepala nya.


🌹🌹


keesokan hari nya di Elviyohanes HighSchool

__ADS_1


Bastian datang mengejut kan Kiera, dengan memeluk nya dari arah belakang, memberikan nya bunga dan sebuah suprise dalam kotak kecil yang mewah.


Kiera sebetul nya masih malas berbicara, namun kelihatan nya Bastian memang bersungguh-sungguh meminta agar Kiera memaafkan akan kesalahfaham nya.


"Kei, apa perlu kita menemui Inna sekarang biar ia secara langsung meminta maaf sama loe..?" tawar Bastian serius saat melihat wajah Kiera masih menunjuk kan ekspresi tak bersahabat


"gak perlu" jawab Kiera singkat dengan ekspresi datar


"Kei...Inna kan udah fitnah elo, gak ada salah nya kalau elo menginginkan ia buat meminta maaf" kata Bastian lagi, merayu agar pacar nya ini tak marah dan merajuk lagi


apa lagi dari yang Bastian lihat kekasih nya ini masih belum sepenuh nya memaafkan diri nya, istilah kata masih kesal


"maafin gue ya sayang, gue saat itu lebih percaya Inna dari pada elo.." sesal Bastian seraya menghela nafas nya dengan berat. entah bagaimana lagi cara nya agar Kiera tak marah lagi pada nya.


Bastian sadar, tak mudah bagi Kiera memaafkan setelah apa yang di lakukan diri nya di depan Kiera waktu itu.


membela Inna lalu di tambah lagi menggendong Inna ke UKS di depan Kiera, di mana Bastian juga sangat tau kalau Inna adalah musuh bebuyutan nya Kiera.


Bastian baru ingat sama kotak kecil mewah yang tadi di berikan nya pada Kiera


"ntar aja..." Kiera malas


"jangan gitu lah, buka ya...plis.." rengek Bastian


Kiera hanya tersenyum samar lalu membuka kotak itu tanpa semangat


"memang nya ini apa?" tanya Kiera lirih..


"buka aja..." senyum Bastian


dan setelah terbuka ternyata...itu adalah sebuah gelang bertahta kan berlian dan itu harga nya pastilah sangat mahal dan menyilau kan.


"loe kasih gue berlian..?" Kiera tak percaya, selama ini Bastian memang sering memberi Kiera hadiah mahal, tas,pakaian,jam tangan,sepatu yang serba branded bukan lah hal yang mengheran kan lagi, kadang kala juga memberikan perhiasan emas permata bukan lah kali pertama untuk seorang putera sekaya keluarga Sanjaya. tapi kali ini sebuah berlian.., sekaya apa pun untuk ukuran anak sekolah seperti mereka itu adalah hal yang wow karena pastilah orang yang di berikan adalah sosok yang sangat ter-istimewa


"loe beneran kasih gue ini?" tanya Kiera lagi

__ADS_1


"iya dong...sayang. apa sih yang enggak buat elo" jawab Bastian dengan menggoda


"jangan marah lagi ya.., gue tuh gak bisa di giniin sama elo.." kata Bastian lagi dengan sendu


Kiera menarik bibir dan tersenyum, ia merasa terharu Bastian membujuk sampai segini nya.


"Kei...gue tu sayang banget sama loe" lirih Bastian seraya mengusap pucuk kepala Kiera


di perlakukan seperti sekarang, apalagi pada dasar nya Kiera memang sangat bucin sama Bastian jadi nya ia pun hanya mengangguk...


"gue juga sayang banget sama loe, Tian" balas nya penuh haru, apalagi dalam fikiran nya masih teringat orangtua nya sudah merencanakan pernikahan nya dengan si cupu Rheino dan parah nya hal itu sama sekali tidak bisa di ganggu gugat, tentu saja membuat perasaan nya semakin mengharu biru.


"gue pakein gelang nya ya...?" tawar Bastian, Kiera pun mengangguk seraya melepas gelang milik nya yang ia pakai saat ini, dan Bastian mengganti dengan gelang Berlian tersebut


setelah gelang berlian tersebut selesai di pakai kan..


"sepulang sekolah nanti gue mau ajak loe ke mall dan loe bebas pilih aaapa pun yang elo mau, oke" kata Bastian lagi berusaha menyenangkan hati Kiera


"tapi ini kan juga sudah mahal banget Tian, gak usah berlebihan deh" tolak Kiera seraya menunjuk gelang berlian yang terjuntai di pergelangan putih mulus nya saat ini.


"eits,,, gak boleh nolak. loe itu pacar gue, so apa pun akan gue lakukan untuk menyenangkan loe" kata Bastian mantap


Kiera bukan nya tak bisa membeli barang yang ia suka, ia juga puteri orang kaya dan bisa berbelanja semau nya, namun jika yang memberikan adalah seorang Bastian Sanjaya, lelaki yang ia cinta maka rasa nya akan terasa berbeda lagi.


"kita lihat anak lain ngebasket yuk" ajak Bastian


"lho? kalian hari ini latihan basket? kenapa loe gak latihan?" tanya Kiera heran karena Bastian malah merayu nya di taman ini


"iya, tadi gue suruh temen-temen duluan, soal nya gue gak fokus kalo loe masih marah sama gue" jawab Bastian jujur...


Kiera mengangkat alis nya pertanda mengerti


"ya udah yuk" kata Kiera seraya bangkit


Bastian dan Kiera pun segera melangkah berduaan menuju gedung ekskul sembari bergandengan tangan dengan mesra.

__ADS_1


tak jauh dari sana Inna menyaksikan pasangan yang bergandengan tangan itu dengan sangat kesal dan penuh cemburu.


__ADS_2