Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 58


__ADS_3

dua orang diam dalam beberapa saat..


"jika gak ada yang mau di omongin lagi, gue permisi.." kata Rheino tetap ketus


"...o-ke" Kiera memaksakan senyuman nya


Kiera tidak begitu lagi sepenuh nya nyaman dengan sekitar, kepala nya mulai merasa pusing seakan ingin mual tapi tidak. seperti nya terlambat makan yang ia lakulan hari ini mulai bereaksi. ia dapat merasakan keringat dingin yang mengalir di punggung nya.., ia benar-benar merasa tidak enak. sekarang kondisi nya dengan kesadaran penuh ada lah Lima puluh berbanding lima puluh.


dan saat Rheino berbalik hendak pergi, Kiera tiba-tiba limbung. entah karena dua hati orang ini masih memiliki ikatan yang tidak biasa satu sama lain nya, Rheino spontan balik arah dan dengan sigap menangkap tubuh Kiera yang hampir jatuh ke lantai koridor tersebut..


Kiera sudah tak sadarkan diri dengan wajah pucat, dan suhu jari nya mendingin


"Kei.." Rheino panik


tanpa menunggu lagi sebelum ada pihak lain keluarga yang tahu dan membuat suasana menjadi kacau dan ricuh, Rheino segera mengangkat tubuh Kiera dan membawa nya ke salah satu kamar tamu yang ada di lantai bawah.


Rheino buru-buru membaringkan Kiera, melepas kan alas kaki Kiera yang bewarna kaca tersebut dan meletakkan nya di lantai samping tempat tidur.


"kei..." bisik nya panik seraya menepuk-nepuk pipi mulus Kiera..., tapi Kiera masih belum bergerak.


Rheino keluar kamar dan mengarah ke deretan laci yang berada tak jauh dari sana dan beruntung nya lagi Rheino dapat menemukan apa yang ia cari dan butuh kan nya saat ini, minyak teraphi aroma mint.

__ADS_1


setelah mendapat kan apa yang di cari, Rheino langsung masuk kembali ke kamar tamu dan duduk di samping ranjang tempat Kiera saat ini berbaring dan segera menggunakan minyak teraphi mint tersebut ke indra penc!iiuman Keira serta meletak kan di jari nya sendiri lalu mengurutkan di area dahi samping Kiera


"kenapa sampai pinsan begini sih,Kei?" gumam Rheino bingung


setelah Rheino memberikan pertolongan singkat dengan minyak teraphi tersebut, menit berikut nya dua kelopak mata Kiera mulai bergerak...


Rheino lega, walau belum sepenuh nya sadar tapi Kiera sudah mulai siuman pun Rheino sudah sangat teramat lega.


"loe kenapa kei?" bisik Rheino


"pu-sing..." lirih Kiera


ya, mungkin ini salah satu dampak buruk nya ,Rheino mulai merasa bersalah sudah mengusir Kiera saat mantan istri nya ini berniat sarapan bersama tadi. bukan kan sebetul nya tidak ada salah nya mengingat saat itu Nora puteri mereka juga sedang sarapan? apa salah nya? anggap saja Kiera juga ingin sarapan bersama puteri nya. Kiera yang mengandung, melahirkan dan merawat hingga kini. mengapa Rheino melupakan itu semua hanya karena merasa terganggu Kiera berada di sekitar nya. Rheino merasa ia egois dan jahat tapi...Rheino juga ingin menjaga hati nya dari Kiera. ia tak mau terpelosok lebih dalam pada Kiera. saat ini Rheino masih dalam usaha dan proses untuk keluar dari jeratan seorang Kiera. mana mungkin Rheino membiar kan Kiera bermanis-manis dan berbaik-baik pada nya yang pasti akan membuat Rheno terjebak lagi dan lagi oleh Kiera. Rheino tak sanggup jatuh lebih dalam lagi...sakit, mencintai seorang Queenna Kiera Zumarnis itu sangat teramat menyakitkan. apakah cinta harus se- menderita ini kah?


Rheino memang memiliki IQ di atas rata-rata dan ia sangat jenius dalam bidang apa pun namun...ia menjadi tak bisa membaca seorang Kiera dan itu membuat Rheino sangat merasa Frustasi sekali. sungguh!!!


Rheino melirik rantai kalung bewarna putih yang berada di leher Kiera, rantai Kalung itu terlihat menempel di leher Kiera karena posisi wanita ini yang sedang berbaring


tak tau mengapa sejak pertama Rheino kembali ke tanah air dan melihat Rantai kalung yang mengintai di leher Kiera, ia merasa ada sesuatu yang membuat nya penasaran...apa itu? ia pun tak mengerti.


di tambah lagi...pertama, biasa nya seorang wanita kaya seperti Kiera akan berganti-ganti model kalung sesuai outfit yang di pakai namun seperti nya Kiera sejak awal Rheino kembali ke tanah air dan bertemu dengan kiera ia selalu melihat rantai kalung itu mengikuti kemana pun Kiera pergi, dan apa pun itu Outfit yang di pakai.

__ADS_1


padahal dari yang Rheino lihat Rantai itu bukan lah rantai berlian.., melainkan rantai platina yang untuk puteri kaya seperti Kiera itu adalah bukan perhiasan super mahal. tapi mengapa seakan kalung itu sangat berarti buat Kiera?


"gue di mana..?" Kiera memegang kening nya sendiri


"loe ada di kamar tamu, tadi pingsan" jawab Rheino masih tetap dengan nada datar..


"loe udah siuman sekarang, gue akan permisi keluar dan sekalian panggil mbak buat urus loe" kata Rheino dan langsung bangkit dengan tidak ramah seperti yang sudah-sudah


Kiera sadar Rheino sekarang sangat membenci nya, mungkin sekarang pun Rheino menolong nya karena terpaksa juga.


"nggak usah, gue gak apa-apa" Kiera bangkit tertatih...


"terimakasih mau bantu.." Kiera berkata seraya berlalu tanpa menoleh pada Rheino lagi


sesaat Kiera bangkit tadi, Rheino melihat sepintas ,kalung yang Kiera pakai itu mata kalung nya bukan lah liontin tapi...sebuah cincin! namun Rheino tak tau pasti cincin apa itu. hanya saja yang Rheino tau pasti itu jelas-jelas sebuah cincin.


Rheino tak dapat melihat dengan jelas karena Kiera yang spontan buru-buru bangkit hingga kalung tersebut bergerak mengikuti gerakan tubuh nya dan langung terselip sendiri menyelinap ke sela atasan minidress nya Kiera tersebut.


Rheino mau menahan Kiera tapi malah seperti ada yang menahan gerakan diri nya, jadi ia hanya menatap begitu saja dengan parsrah seolah tak peduli dengan Kiera yang keluar kamar tamu dengan keadaan masih belum stabil sepenuh nya. bahkan Kiera keluar tanpa alas kaki, meninggalkan begitu saja sepatu sandal nya yang bewarna kaca tersebut.


bagi Kiera jika Rheino terganggu dengan nya maka Kiera pun untuk apa terus bertahan berlama-lama di sekitar Rheino. meskipun saat ini ia sangat mencintai Rheino tapi ia juga cukup tau diri dan tak akan terus mengganggu jika orang nya tak suka.

__ADS_1


__ADS_2