
tak butuh waktu lama Rheino mencari keberadaan butik milik Tania. saat ini Rheino sudah berada di parkiran nya dan langsung bergegas turun.
Tania lumayan kaget juga dengan kedatangan Rheino, ada apa rupa nya pria ini kelihatan kalut dan banyak fikiran.
"Tania, apa kau tau di mana Kiera sekarang?" tanya Rheino to the point
Tania mulai mengerti, Rheino sedang sibuk mencari Kiera. kan sudah Tania duga kelihatan nya saja tak butuh Kiera bukti nya saat ini pria ini sedang kebingungan dengan keberadaan Kiera.
Tania beberapa hari lalu memang sempat mendapat pesan dari Kiera yang bilang kalau ia butuh ketenangan dan ingin pergi sebentar dan memang semenjak hari itu Tania juga tidak pernah kontakan lagi dengan Kiera karena ia pun sedang sibuk dengan banyak pameran serta banyak nya jadwal pemotretan desaign terbaru nya, mengurus model khusus butik dan di tambah sibuk menghadiri pameran-pameran lain nya juga beberapa seminar di dalam dan luar kota. jadi Tania memang benar-benar tak punya waktu untuk telponan seperti biasa dengan sahabat nya itu. karena kita tau sendiri jika mereka sudah mengobrol berdua maka akan memakan waktu yang sangat lah lama. ye kan?
Tania juga bahkan tak sempat update story di aplikasi hijau nya hingga ia pun sampai tak menyadari kalau tak ada update an juga dari sahabat nya sama sekali.
"aku juga tak tau kemana Kiera pasti nya, tapi yang aku tau dia pernah bilang kalau ia mau bepergian dan butuh sedikit refreshing itu saja" jawab Tania dengan jujur
"apa kau tidak tau biasa nya dia kemana? aku sudah menelepon nya berkali-kali tapi kontak Kiera benar-benar tidak aktif sejak tiga hari yang lalu" kata Rheino meluahkan segala kebingungan nya.
Tania hanya menggeleng...
"aku juga tidak tau Kiera akan kemana, dia nya gak bilang sama aku sih" Tania menjawab apa ada nya.
Rheino mengurut batang hidung nya sendiri dengan frustasi
"ya biarin aja kali Rhei.., ntar juga kalau Kiera udah fresh dia bakal balik sendiri kok" pancing Tania
Rheino mencerna perkataan Tania, balik sendiri? nggak- nggak bisa, batin Rheino sekalipun Kiera mau pergi ia harus mendengar dulu pengakuan dan permintaan maaf gue.. kesal Rheino
'sekarang Kiera malah pergi dengan urusan yang belum selesai sama gue, ntar kalo dia di sana ketemu pria lain terus mereka saling jatuh cinta...gimana? sekalipun Kiera ingin mengobati luka nya maka Rheino lah yang harus mengobati, karena jika seorang wanita sudah bisa mengobati luka hati nya sendiri itu sangat berbahaya, wanita itu tak akan pernah memandang sang lelaki sebagai orang penting lagi.'
__ADS_1
Rheino terus berfikiran kacau di dalam hati nya, ia mulai berfikiran yang tidak-tidak.
"nggak bisa Tan, dia harus denger gue ngomong dulu" Rheino makin frustasi
Tania tersenyum dalam diam nya
"kenapa Rhei? loe takut ya kalau luka Kiera di obati sama pria lain?" Tania makin senang dan menjadi-jadi mengerjai Rheino
Rheino menatap Tania dengan kesal karena perkataan Tania sangat lah tepat sasaran
"kamu sih sudah sama yang lain" gerutu Tania
"maksud nya?" Rheino tak mengerti
"udahlah Rhei..biarin aja Kiera pergi, lagian kamu kan ada si Intan" Tania kalau ngomong bener-bener to the point deh orang nya.
"hah? Intan? gue gak ada hubungan apa-apa sama Intan, dia cuma temen gue!! emang Kiera ngomong apa sama kamu, Tan?" Rheino makin pusing
"enggak..gue biasa aja sama Intan" sahut Rheino jujur, karena ia memang merasa Intan adalah teman baik nya saja. tidak lebih..!
Tania menghela nafas..
"udah lah Rhei..lagian udah terlambat juga. harus nya sejak awal kalo loe masih sayang sama Kiera loe bilang jangan malah bikin dia salah faham" ujar Tania langsung ke sasaran lagi.
Rheino terdiam, ya mungkin ini memang salah nya. sekesal dan sekecewa apa pun ia sama Kiera di masa lalu namun tak seharus nya ia bersikap seperti ini jika sebetul nya masih sayang.
Tania berkata lagi
__ADS_1
"gue sih gak tau ya Rhei kenapa Kiera pergi, tapi kalau tebakan aku sih ya, kayak nya Kiera pergi karena udah menyerah deh sama perasaan nya ke kamu" kata Tania
menyerah? batin Rheino. mendengar kata-kata itu Rheino kesal sekali, Kiera mana boleh menyerah?? sebagaimana pun itu Kiera tak boleh menyerah. mengingat Kiera yang akan berubah menjadi tak mencintai nya lagi entah kenapa Rheino merasa marah dan tak suka.
"satu lagi Rhei, kamu harus hati-hati sama teman baik mu si Intan itu" kata Tania
"Intan kenapa?" Rheino merasa Intan bukan orang jahat dan itu masih berlaku sampai sekarang, karena sejak dulu yang ia lihat kalau Intan adalah gadis yang lemah lembut dan terlihat teduh dan rapuh jadi apa yang harus di hati-hati kan dari seorang gadis baik seperti Intan?
Tania menggedikkan kedua bahu nya
"jadi kamu gak tau? aku juga pernah dengar dari Kiera kalo Intan itu berulang kali meminta agar Kiera jauhin kamu dengan alih-alih kelemahan nya dia, apa kamu beneran gak tau si Intan itu asli nya gimana?" kata Tania lagi
Rheino menautkan alis nya berfikir, Intan seperti itu? apa iya? rasa nya ia tak percaya. namun Rheino juga tau kalau baik Kiera maupun Tania bukan lah tipikal orang yang suka mengada-ada atau pun menjelekkan orang lain hanya demi untuk kepentingan pribadi.
Tania heran mengapa Rheino tak mengenal teman baik nya dengan baik pula. berarti lihay sekali Intan itu ber-kamuflase. padahal Tania yang baru melihat Intan dua kali saja saat itu menemani Kiera menjemput Nora di kediaman Jofan dan walau tanpa komunikasi Tania sudah bisa melihat bagaimana watak gadis bernama Intan itu saat Tania melihat nya sedang berinteraksi dengan mama Rheino dan pelayan kediaman Jofan.
Intan itu memang ter-li-hat baik...
"Intan itu gak pernah ngusik orang kok Tan, dia itu sangat baik dan lembut" kata Rheino seada nya
"kamu gak sadar ya kalau gadis lembek seperti itu justru berbahaya, ia menggunakan kelemahan nya itu agar bisa dengan mudah menjatuhkan orang. ia dengan mudah bisa membuat orang lain yang terkesan menjadi penjahat" kata Tania pasti.
Rheino menautkan alis nya, bingung.
"jadi maksud kamu Intan yang justru sering menekan Kiera buat jauhin aku gitu?" tanya Rheino meyakinkan maksud Tania
"iya" jawab Tania mantap
__ADS_1
"mending kamu cek deh temen baik kamu itu" saran Tania lugas.