
"bukan itu aja,Kiera... papa masih punya lagi cerita yang lebih mengejut kan menyangkut tentang Bastian.." kata papa, namun tiba-tiba saja ponsel papa berdering, papa pun segera menerima panggilan telepon tersebut dan mulai serius berbicara dengan orang di balik telepon, kedengaran nya Om yudi dan seperti nya itu menyangkut pekerjaan...
tak lama...
"maaf ya Kiera, papa ada urusan pekerjaan sebentar" kata papa
Kiera melihat seperti nya barusan papa berbincang dengan om Yudi.
"malam-malam gini pa?" tanya Kiera saat melihat papa akan bersiap pergi
"iya Kei, mengenai proyek terbaru yang di luar negeri ada sedikit hambatan, papa mau mengurus nya bersama om Yudi" kata papa lalu segera menyimpan ponsel nya ke saku
"nanti kita lanjut lagi" kata papa seraya tersenyum pada Kiera
"oke pah, hati-hati" kata Kiera seraya melihat kepergian papa nya yang nampak bergegas keluar dari pintu utama kediaman Zumarnis.
sebetul nya papa Kiera ingin bercerita bahwa ia pernah tiga sampai empat memergoki Bastian chek in, chek out hotel di luar kota bersama perempuan yang sama di taman kota. si Inna mungkin maksud papa ya kan.
papa dan om yudi saat itu beberapa kali menginap di hotel saat ada keperluan pekerjaan, dan pernah di hotel yang berbeda namun juga pernah sesekali bertemu dengan mereka.
oke bisa saja mereka ada keperluan, namun saat keluar masuk hotel pasangan muda mudi itu terlihat berpelukan dengan sangat mesra, seperti orang habis bulan madu atau bisa saja yang akan berbulan madu. kira-kira begitu..., benar-benar aneh, dua orang yang belum menikah tapi terlalu int!!m seperti hubungan pasangan suami istri.., dan dari situlah papa menyimpul kan kalau dua orang ini hubungan nya sudah terlampau sangat jauh. jadi...bagaimana bisa papa memberikan Kiera puteri nya kepada pria yang seperti itu? apakah di sini papa Kiera bersalah?
๐น๐น๐น
atas permintaan Kiera akhir nya pernikahan ia dan Rheino di percepat menjadi satu bulan lagi.
baik keluarga Zumarnis mau pun keluarga Jofan bersuka ria mempersiapkan segala nya.
__ADS_1
apalagi mereka melihat kalau Kiera sendiri lah yang meminta pernikahan di percepat yang arti nya Kiera sudah setuju dengan jalan nya perjodohan ini tanpa paksaan.
entah lah Kiera ini memang pemikiran nya belum dewasa, ia begitu gegabah dan labil dalam mengambil keputusan. jelas-jelas kemarin ia tidak mau, ia tidak suka. mengapa sekarang malah jadi ingin di percepat? ini jelas bukan keputusan yang berdasarkan keinginan dari hati nya, ini jelas sebuah keputusan yang di ambil saat diri nya sedang marah dan kecewa. dalam hal ini Kiera si tuan puteri manja ini masih lah terlalu labil dan kekanak-kanakan.
๐๐๐
di lain pihak Bastian selalu mencari kesempatan untuk bertemu Kiera, untuk menjelaskan semua nya. Bastian tak ingin semudah itu ia berpisah dengan Kiera, jujur ia tak bisa, ia tidak sanggup.
Bastian pernah tiga kali berhasil bertemu Kiera dan meminta maaf, ia bahkan pernah menangis mengemis agar Kiera memaaaf kan nya ,tapi Kiera sudah begitu kecewa dan tak mau memaafkan nya sama sekali.
tiga tahun! bukan lah waktu yang sedikit untuk Kiera di bohongi oleh pacar yang sangat ia cintai dan sayangi. pacar yang selalu ia bela di depan keluarga nya sendiri..., ia bahkan rela bertengkar dengan mama papa nya demi membela Bastian.
namun apa? pacar nya malah menusuk nya,berselingkuh di belakang nya dengan begitu rapih. dan selingkuhan nya malah musuh bebuyutan Kiera sendiri, si Inna !!!
artinya apa yang Bastian bilang selama ini bohong dong? Bastian selalu bilang dan janji bahwa ia gak akan pernah terpikat sama Inna, bukti nya mereka berdua malah main belakang.
pasti mereka ingin begituan..!!? tidak salah lagi, antara Bastian dan Inna memang memiliki hubungan yang tidak biasa.
Kiera mulai berfikir kalau pantas saja Inna selalu jutek dan cari-cari gara-gara pada nya. yang jelas bukan hanya cemburu pada hubungan cinta Kiera semata. tapi ia cemburu karena merasa ia juga memiliki Bastian namun status nya tak terpublish. jadi itulah alasan yang sesungguh nya.
hingga pada suatu hari Bastian keukeuh ingin menemui Kiera lagi, tapi Kiera tak menggubris pesan atau pun panggilan telepon nya, Kiera malah nekat memblokir nomor Bastian
namun setengah jam setelah nya, ia mendapat telepon dari teman Bastian yaitu Lukman. teman Bastian yang bernama Lukman itu bilang kalau Bastian masuk rumah sakit karena kecelakaan.
memang tidak terlalu parah, ia mendapat beberapa luka di bagian siku dan lutut nya.
__ADS_1
Lukman bilang kalau Bastian tadi menangis dan galau karena Kiera tak mau lagi bicara dan malah memblokir nomor nya, akhir nya Bastian berniat pulang dari tongkrongan dengan motor gede nya, belum beberapa meter karena tidak fokus Bastian pun nyungsep bersama motor nya, beruntung nya wajah ganteng nya tidak apa-apa...karena ia spontan menahan dengan kedua tangan nya, hingga sampai terluka siku nya. jaket nya pun sampai robek di bagian kedua siku yang terluka itu. sarung tangan nya pun ada lecet sedikit. begitu pun dengan celana jeans nya di bagian lutut, robek hingga lutut nya juga terluka dengan lumayan dalam...
Kiera mulai takut dan khawatir,bagaimana pun Bastian adalah orang yang mengisi hati nya selama tiga tahun ini ya tidak mungkin lah perasaan nya bisa hilang begitu saja...ya kan?
Kiera mulai menyalahkan diri nya sendiri, kenapa sampai harus mementingkan marah dan ego dan juga memblokir nomor kontak Bastian, yang malah membuat Bastian jadi berakhir seperti ini.
"sekarang di mana Bastian nya?" tanya Kiera mulai panik
"tuh lagi di obatin sama Suster" kata Lukman
"di rumah sakit mana?" cecar Kiera
"rumah sakit Dinda Mulyo" jawab Lukman
"sory ya gue lancang nelpon loe" kata Lukman
"gue kasian sama temen gue soal nya, jadi gue minta nmor loe ke dia..." kata Lukman
"gak apa-apa, makasih sudah ngabarin, tunggu gue kesana.." kata Kiera seraya menutup ponsel nya.
setelah nya ia segera buru-buru keluar dari rumah tanpa berpamitan sama orangtua nya.
si mbak yang kebetulan melihat Kiera tergesa-gesa pun bertanya
"mau kemana non?" tanya si mbak heran
"Kiera mau ke rumah sakit mbak, ini buru-buru liat temen" kata Kiera seraya langsung keluar lewat pintu utama
__ADS_1
"hati-hati non...jangan lari-lari" teriak si mbak kuatir yang melihat majikan muda nya itu berlari dengan sangat terburu-buru meninggalkan rumah.