Amore Mio Versi 2

Amore Mio Versi 2
Amore Mio Versi 2 Chapter 37


__ADS_3

Inna memulai cerita yang sudah di skenario kan oleh Bastian sebelum nya itu dengan bibir gemetar...di awal ia masih mengingat saat tadi pagi berkelahi dengan Bastian di paksa untuk ikut andil dalam skenario saat ini. Inna menarik nafas dalam lalu berkata...


"sebetul nya malam itu tidak terjadi apa-apa antara gue dan Bastian, ketika loe lihat gue...sama Bastian waktu dia cuma nganterin gue yang lagi mabuk karena lumayan banyak minum, gue kok yang minta dan maksa buat di anterin...Bastian juga awal nya gak mau, tapi gue beberapa kali jatoh dan akhir nya Bastian berbaik hati nganterin gue" papar Inna mulai bercerita sesuai skenario yang telah di tentukan sebelum nya.


"iya Kei..gue kan ngerasa mengenal Inna, masa' iya gue biarin dia sendirian gak di bantuin dia teman sekolah kita. apalagi Inna perempuan..bukan masalah dia musuh loe atau bukan, mengesampingkan itu semua tapi ini juga sebagai rasa kemanusiaan kan..." timpal Bastian dengan begitu meyakin kan..


Kiera diam sejenak, oke...dia bisa berjiwa besar mentolerir nya jika itu sebagai rasa kemanusiaan tapi bagaimana pula cerita nya mereka bisa secara kebetulan berada di bukit Frona


"kalian bisa kebetulan berada di sana...?" belum sempat Kiera meneruskan kalimat nya, Bastian sudah mengerti arah pembicaraan Kiera


"gue di sana kebetulan ikut Faiz sama Rudi, mereka ngajak gue sejak sore. sekalian liburan kata nya. maka nya loe waktu itu susah hubungi gue, karena kita lagi sibuk nyiapin buat acara, terus malam nya berisik karena pesta...jadi ponsel gue silent. kalo loe gak percaya gue telepon Faiz sekarang..." sembari berkata begitu, Bastian dengan cepat mengklik layar ponsel nya dan mendial nomor Faiz. semua terjadi begitu cepat...tau-tau ponsel itu sudah di loudspeker oleh Bastian agar Kiera mendengar...


📞


"woi bro, ada apa?" tanya Faiz di balik telepon


"ini Kiera mau nanya apa bener waktu gue ke bukit Frona waktu itu barengan kalian?" Bastian langsung ke sasaran


"iya...bener.." jawab Faiz jujur.


di sini memang kebetulan Faiz dan Rudi yang mengajak Bastian jadi tak ada kebohongan,dan hal ini malah bisa menolong skenario yang sedang Bastian buat saat ini...


"sory ya..kei. kita ngajak pacar loe, kasian dia sendirian gak ada acara" kata Faiz lagi dengan jujur


"oke...gak apa-apa..." akhir nya hanya itu yang bisa Kiera jawab

__ADS_1


"oke iz, gue tutup ya .." kata Bastian


"oke" jawab faiz di balik telepon


saat telepon tertutup, Kiera mulai kalut dan bimbang jika pada kenyataan nya malah ia yang terlalu curigaan dan parno pada Bastian dan Inna. pada akhir nya diri nya lah yang terlalu buru-buru berburuk sangka...


"loe dengar sendiri kan sayang..."bisik Bastian lembut pada Kiera


saat melihat nya Inna sangat cemburu tapi ia di kejutkan oleh ekor mata Bastian yang melirik nya dengan tajam di sertai aba-aba agar diri nya bermain skenario lagi.


Inna pun buru-buru berkata lagi...


"iya...jadi gue yang sengaja datang ke bukit Frona ini, kei. gue sengaja menyewa villa untuk mengikuti Bastian, karena...gue dapat info kalo Bastian dan beberapa teman nya datang ke bukit Frona untuk liburan..jadi gue sengaja melakukan nya. jadi apa pun yang gue katakan saat itu semua nya bohong itu cuma pengaruh minuman...gue lagi pusing waktu itu..." kata Inna dengan terpaksa


"nah, loe tau sendiri kan kalo Inna terobsesi sama gue, dia bahkan minum sampe mabuk buat caper sama gue. kalo aja gue tahu dia cuma caper, males banget gue anterin.." kata Bastian makin menjadi-jadi bergelut dalam kebohongan nya


saat Bastian sedang berpesta dengan teman nya, ia pergi di tengah pesta menemui Inna...lalu tepat di depan jalan setapak Inna sudah menunggu nya, lalu menyerah kan kunci villa ke Bastian. mereka pun berangkulan siap menuju Villa tersebut dan kebetulan di lihat Kiera malam itu...


"sayang...loe mau kan kembali ke gue setelah tau semua nya???" Bastian memelas manja pada Kiera


"apa kah tentang hubungan kalian yang tiga tahun itu juga Inna bohong?" tanya Kiera perlahan


"ya bohong lah..." jawab Bastian mantap


"loe tanya langsung nih sama orang nya..." Bastian menunjuk Inna

__ADS_1


Kiera malas bertanya, sudah pasti bohong jika Bastian berani bicara langsung di depan Inna dan Inna tetap mingkem takut seperti sekarang ini, artinya Inna memang murni nyata-nyata bersalah dan bohong waktu itu...


"loe tu memang gak tau diri ya In.." tuding Kiera sinis


"gak ada puas nya loe ganggu hubungan gue sama Bastian..." marah Kiera pada Inna


"loe selalu aja cari gara-gara sama gue, gak capek apa loe? mesti nya loe terima kenyataan kalo Bastian tu gak suka sama loe, Bastian sejak dulu cinta nya cuma sama gue.." kata Kiera dengan sangat kesal, karena bagi nya gara-gara kelakuan Inna ia hampir saja kehilangan Bastian karena kesalahfahaman yang tak jelas seperti tragedi


kemarin di bukit Frona.


Inna sebetul nya ingin sekali melawan dan menjawab, tapi ia takut pada Bastian jadi ia hanya bisa menahan amarah dalam hati. biasa nya ia bisa bertengkar semau nya dengan Kiera, tapi gara-gara malam di bukit Frona itu yang mengakibat kan retak nya hubungan Bastian dan Kiera membuat nya makin di ketepikan oleh Bastian. di saat itu malah menunjukkan sosok Bastian yang sesungguh nya yang ternyata memang lebih mencintai Kiera ketimbang diri nya.


Bastian bahkan dengan tanpa beban bersikap kasar pada nya demi menyuruh nya ikut skenario ini, demi agar Kiera kembali. ternyata tiga tahun ini diri nya tetap bukan apa-apa di bandingkan Kiera di mata dan hati seorang Bastian. diri nya tetap lah tak di anggap sama seperti di awal terjalin nya hubungan gelap mereka..., sejak dulu hingga kini Inna hanya lah tempat pelampiasan semata bagi Bastian !!! tidak lebih !!! dan tak akan pernah lebih sampai kapan pun juga...


"minta maaf sama Kiera sekarang" titah Bastian dengan tajam


Inna kembali sakit hati, tapi ia tetap menahan nya.


"ayo minta maaf, loe udah bikin hubungan gue sama Kiera hampir kandas...cepetan" bentak Bastian sadis


Inna menarik nafas nya


"gue minta maaf sama kalian berdua..." kata Inna cepat dan buru-buru bangkit


"permisi" kata Inna cepat seraya berbalik pergi dari sana meninggalkan Bastian dan Kiera...

__ADS_1


Inna sudah tak tahan lagi berlama-lama di sana.


__ADS_2